Penugasan LKTD 2022

BUNGA RAMPAI MAKALAH KADER LKTD 2022

MAKALAH LATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT DASAR

KEPEMIMPINAN YANG HEBAT BERJIWA PESAT

Disusun oleh :

Kader HIMA PGSD 2021-2022

HIMPUNAN MAHASIWA PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR. HAMKA JAKARTA

2022

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Yang  menguasai hari pembalasan Hanya kepada Engkaulah kami menyembah Dan hanya kepada  Engkaulah kami memohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus (Yaitu) jalan  orangorang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka Bukan (jalan) mereka yang  dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 

Sholawat serta salam tak lupa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi akhir zaman Nabi  besar Muhammad Shalallahu ’Alaihi Wasallam yang telah membawa kita sebagai umatnya  dari zaman kegelapan hingga ke zaman yang terang benderang seperti saat ini, mudah mudahan kita semua mendapatkan syafaatnya di yaumil qiyamah nanti, Aamiin. 

Adapun tujuan penulisan dari makalah ini untuk menambah wawasan bagi para pembaca  dan juga bagi penulis. Penulis menyadari, makalah ini jauh dari kata sempurna dan masih  banyak terdapat kesalahan didalamnya. Untuk itu penulis mengharapkan kritik serta saran dari  pembaca untuk makalah ini nantinya dapat menjadi makalah yang lebih baik lagi. Saya sebagai  penulis meminta maaf jika ada kata-kata yang salah dan tidak berkenan. Demikian yang dapat  kami ucapkan, terima kasih. 

Jakarta, 20 Februari 2022

KATA PENGANTAR.. 2

ZULFA DELLA AFFIFAH.. 8

BAB I 8

PENDAHULUAN.. 8

BAB II 9

PEMBAHASAN.. 9

BAB III 12

KESIMPULAN.. 12

Rahma Nadhira Putri 13

BAB I 13

PENDAHULUAN.. 13

BAB II 14

PEMBAHASAN.. 14

BAB III 21

PENUTUP. 21

QORIN AKHSHYPANI SALMA.. 22

BAB II 24

PEMBAHASAN.. 24

BAB III 29

PENUTUP. 29

Aditya Rizqi Putra Purnomo. 30

BAB I 30

PENDAHULUAN.. 30

BAB II 31

PEMBAHASAN.. 31

BAB III 34

PENUTUP. 34

CHIKA DIVA VELISA.. 35

BAB I 35

Pendahuluan. 35

BAB II 36

Pembahasan. 36

BAB III 37

Penutup. 37

FARIDA ATASYA RENGGANIS. 38

BAB I 38

PENDAHULUAN.. 38

BAB II 39

PEMBAHASAN.. 39

BAB III 41

PENUTUP. 41

Devi Permatasari 42

BAB I 42

PENDAHULUAN.. 42

Bab II 44

Pembahasan. 44

BAB III 45

Penutup. 45

Amelia Zalza Septiani 46

BAB I 46

PENDAHULUAN.. 46

BAB II 47

PEMBAHASAN.. 47

BAB III 47

PENUTUP. 47

Lusi Tri Anggraeni 49

BAB I 49

PENDAHULUAN.. 49

BAB II 50

PEMBAHASAN.. 50

BAB III 52

PENUTUP. 52

HALIZA SALMA MAULIDA.. 53

BAB I 53

PENDAHULUAN.. 53

BAB II 54

PEMBAHASAN.. 54

BAB.. 57

III PENUTUP. 57

BERLIANA SALSABILA.. 58

BAB I 58

PENDAHULUAN.. 58

BAB II 59

PEMBAHASAN.. 59

BAB III 60

PENUTUP. 60

ANNISA AULIA.. 61

BAB I 61

PENDAHULUAN.. 61

BAB II 63

PEMBAHASAN.. 63

BAB III 67

PENUTUP. 67

Anin Dwi Jayanti 68

BAB I 68

PENDAHULUAN.. 68

BAB II 69

PEMBAHASAN.. 69

BAB.. 71

III PENUTUP. 71

NATASHA KIRANA.. 72

BAB 1. 72

PENDAHULUAN.. 72

BAB II 74

PEMBAHASAN.. 74

BAB III 76

PENUTUP. 76

Ghaida Indra. 77

BAB 1. 77

PENDAHULUAN.. 77

BAB II 78

PEMBAHASAN.. 78

BAB III 81

PENUTUP. 81

Farah Amelia. 82

BAB 1. 82

PENDAHULUAN.. 82

BAB II 83

PEMBAHASAN.. 83

BAB 3. 85

PENUTUP. 85

Dhyta syafira nur Zahra kuswandi 86

BAB I 86

PENDAHULUAN.. 86

BAB II 87

PEMBAHASAN.. 87

BAB III 90

PENUTUP. 90

LAELY ANDHIN NURHIDAYATI 91

BAB I 91

PENDAHULUAN.. 91

BAB II 92

PEMBAHASAN.. 92

BAB III 96

PENUTUP. 96

AMELIA NIA PRADIPA.. 97

BAB I 97

PENDAHULUAN.. 97

BAB II 98

PEMBAHASAN.. 98

BAB III 100

PENUTUP. 100

Alika Adwa Putri Rintana. 101

BAB I 101

PENDAHULUAN.. 101

BAB II 103

PEMBAHASAN.. 103

BAB III 107

PENUTUP. 107

ADINDA AYU.. 108

BAB I 108

Pendahuluan. 108

BAB II 109

PEMBAHASAN.. 109

BAB III 111

PENUTUP. 111

ZATIRA TRI IZRA MAHARANI 112

BAB I 112

PENDAHULUAN.. 112

BAB II 114

PEMBAHASAN.. 114

BAB III 117

PENUTUP. 117

Tia Rahmania. 118

BAB I 118

PENDAHULUAN.. 118

BAB II 119

PEMBAHASAN.. 119

BAB.. 125

III PENUTUP. 125

SOYA AMELIA PUTRI 126

BAB I 126

PENDAHULUAN.. 126

BAB II 128

PEMBAHASAN.. 128

BAB III 131

PENUTUP. 131

Syifa Yoyana. 132

BAB I 132

PENDAHULUAN.. 132

BAB II 133

PEMBAHASAN.. 133

BAB III 136

PENUTUP. 136

ZULFA DELLA AFFIFAH

KELAS : 1F

NIM : 2101025109

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sebagai mahasiswa yang menjadi generasi penerus bangsa harus memiliki  sikap ilmiah yang dikenal dalam perguruan tinggi sebagai sikap objektifitas dan  menjunjung tinggi kebenaran. Selain sikap ilmiah, seorang mahasiswa harus  mempunyai sikap ideal, seperti sikap kritis, ingin mengemukakan pendapat, berjiwa  besar, dan lain-lain. Memanfaatkan fasilitas yang tersedia di universitas dapat  menjadi modal mahasiswa agar dapat mengembangkan kemampuan yang harus  dimiliki, salah satunya bergabung di organisasi.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) memiliki  fasilitas sarana dan prasarana yang baik. Salah satu organisasi yang tersedia di  UHAMKA yaitu Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar. HIMA  PGSD melakukan kegiatan yang dinamakan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar  (LKTD) dengan tema PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan  Tanggung Jawab) pelaksanaan kegiatan ini guna memberikan dampak baik bagi  mahasiswa yang bergabung. Tema PESAT yang diambil untuk kegiatan ini  diharapkan agar mahasiswa mampu menerapkannya.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakangg diatas, dapat diperoleh rumusan masalah sebagai  berikut,

1. Bagaimana kegiatan LKTD berlangsung?

2. Apa yang didapat mahasiswa ketika mengikuti kegiatan LKTD? 3. Mengapa mahasiswa harus menerapkan sikap PESAT yang sesuai tema  LKTD?

1.3 Tujuan

Penulisan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas Penulisan Makalah  Output LKTD dan sebagai sarana menuangkan pengalaman mengikuti LKTD

BAB II

PEMBAHASAN

Salah satu organisasi berkualitas yang tersedia di UHAMKA yaitu HIMA  PGSD. Program studi PGSD merupakan program studi berakreditasi A yang  berdampak baik pada kualitas HIMA PGSD itu sendiri. Pada tanggal 28 – 30  Januari 2022 HIMA PGSD melakukan kegiatan yang dinamakan Latihan  Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) dengan tema PESAT (Produktif, Edukatif,  Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab). LKTD dilaksanakan mengikuti standar  protokol kesehatan yang berlaku selama masa COVID-19.

Kegiatan LKTD berlangsung selama 3 hari dengan berbagai materi dan  permainan yang disediakan oleh kakak tingkat.

∙ Hari Pertama

Pada hari pertama, kami calon kader datang jam 6 untuk berkumpul  dilapangan dan memberikan barang bawaan serta sembako yang diharuskan  untuk dibawa. Kemudian, kami diarahkan untuk duduk pada kelompok  masing-masing. Ketika acara akan dimulai, kami memasuki aula khusus  untuk HIMA PGSD. Pembukaan acara LKTD yang dihadiri oleh Dekan  UHAMKA. Selanjutnya, setelah pembukaan kami menerima materi yang  berjudul “Keprodian” yang dipaparkan oleh Ibu Ika Yatri, M.Pd selaku  kepala pogram studi PGSD. 

Setelah itu, kami diberikan tanggung jawab untuk menghapalkan surat surat, Kemudian, kami sholat dengan tepat waktu. Setelah selesai sholat,  kami antri untuk makan. Setelah selesai semua kegiatan setengah hari, kami  memulai kegiatan produktif lainnya dengan mendengarakan materi yang  dipaparkan oleh kak Rifka Khoirunnisa dengan judul “Retorika Dasar”.  Kemudian terdapat materi berjudul “Manajemen Waktu” yang dipaparkan  oleh kak Putri Marantika dan materi “Manajemen Organisasi” oleh Kak  Tulus Setyo Pamuji. Sebagai penutup hari pertama, terdapat materi terakhir  berjudul “ Konstitusi KM UHAMKA” oleh Kak Sri Agustina.

∙ Hari Kedua

Hari kedua dibuka oleh materi “Kepemimpinan dalam Islam” oleh Kak M.  Azhar Nawawi, kemudian materi “Administrasi Kelembagaan” oleh Kak  Wulandari Ardiasyach Putri, selanjutnya terdapat materi “Teknik  Persidangan” oleh Kak Ridha Aulia Putri. Dalam materi ini terdapat  simulasi menjadi pemimpin sidang dalam menangani permasalahan.  Terdapat juga materi “Pendidikan Kritis” oleh Kak Panji Nugroho, dan yang  terakhir materi “Manajemen Aspirasi” oleh Kak Ega Januwardi. Pada  materi Manajmen Aspirasi, dilakukan presentasi dan simulasi bagaimana  mengaspsirasikan suara mahasiswa terhadap krisisnya kepercayaan pada  pemerintah. Diajarkan juga bagaimana menuangkan aspirasi yang baik.  Hari yang sangat produktif sehingga mendapatkan ilmu yang sangat  bermanfaat.

∙ Hari Ketiga

Hari ketiga dimulai dengan permainan yang disediakan oleh kakak tingkat.  Terdapat pos 1, pos 2, dan pos 3. Pada pos 1 diadakan permainan yang  membutuhkan ekstra fokus agar tidak terjebak. Pada pos 2 permainan terigu  yang membutuhkan kerjasama tim. Dan pada pos 3 permainan mengikat  kedua tangan dengan tangan anggota lain, mencari cara bagaimana  melepasnya, sehingga membutuhkan kecerdasan. Pada hari ketiga juga,  kami melakukan inagurasi yang sangat sakral dibawah rintihan hujan yang  berjatuhan. Yang terakhir, terdapat pengenalan demisioner yang selalu  menginspirasi mahasiswa agar menjadi lebih baik kedepannya.

Ringkasan pengalaman LKTD yang berkesan bagi saya, segudang  ilmu pengetahuan yang didapat. Selain ilmu pengetahuan, kebersamaan  antar teman seangkatan, kebersamaan antar kakak tingkat dengan adik  tingkatnya. Selama LKTD hal yang berkesan selain kebersamaannya, saya  juga sangat terkesan dengan kebaikan kakak tingkat yang selalu peduli  dengan kesehatan bersama. Selalu bertanya apabila ada yang sakit, tidak  memaksakan kehendak, dan saling berkomunikasi. Hal menarik yang saya  dapat yaitu saya mengetahui bahwa struktur mahasiswa didalam sebuah  universitas itu sama seperti struktur sebuah negara, terdapat presiden  mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Mahkamah Mahasiswa, dan  lain-lain. Pengetahuan yang menarik sehingga menjadikan mahasiswa  tertarik untuk mengikuti lebih dalam organisasi yang dapat mengasah  kemampuan dasar mahasiswa.

Dalam LKTD saya juga mendapatkan pengalaman solidaritas antar  kelompok. Seperti saat tidur, kami menjaga satu sama lain dan peduli bila  teman membutuhkan sesuatu. Selain itu, dalam kelompok saya, kelompok  10 Edelweiss saling membantu menghabiskan makanan jika tidak habis.  Yang paling utama, kami mendapatkan pengetahuan bagaimana cara berani  untuk memulai, bagaimana cara berani untuk megambil keputusan yang  tepat, dan bagaimana cara koordinasi yang baik. Latihan Kepemimpinan  Tingkat Dasar yang diarahkan untuk mahasiswa agar menjadi pemimpin  yang berwibawa dan adil. 

Materi yang menarik perhatian saya, yaitu Retorika Dasar. Saya  senang belajar berbicara dengan baik dihadapan publik. Pembawaan materi  oleh kak Rifka tergolong baik karena penyampaiannya yang tepat dan  terdapat contoh. Selain itu, pada Manajemen Aspirasi diberikan  pengetahuan untuk belajar mengaspirasikan agar tidak seperti tong kosong  nyaring bunyinya. Pada renungan malam, kami para calon kader disadarkan  untuk menjadi satu kesatuan keluarga HIMA PGSD yang saling membantu  dan tolong menolong. Kebersamaan yang didapat menjadi hasil dari  perjuangan pada LKTD selama 3 hari.

Kegiatan LKTD yang membangun mahasiswa agar menjadi kader  yang berkarakter sesuai dengan tema yang dipakai, yaitu PESAT, berikut  penjelasan mengenai PESAT :

a. Produktif

Produktif merupakan salah satu kegiatan memanfaatkan kemampuan untuk  meningkatkan sumber daya. Pada kegiatan LKTD sebagai calon kader  dituntut untuk melakukan kegiatan produktif seperti mendapatkan materi  beragam yang berguna untuk pengetahuan dan perkembangan potensi calon  kader.

b. Edukatif

Pada program studi PGSD mengharuskan mahasiswa mempunyai potensi  mengajar dan memberikan wawasan agar dapat mengimplementasikannya  dala lingkup kerja sebagai guru.

c. Responsif

Diharapkan sebagai mahasiswa mempunyai sikap responsive seperti  proaktif, kooperatif, peka, suportif terhadap situasi dan mampu  memanfaatkan peluang serta tantangan yang harus dihadapi.

d. Agamis

Berilmu dan beramal, hal yang menjadi satu kesatuan sempurna dan harus  dimiliki seorang mahasiswa. Ilmu membutuhkan keseimbangan,  keseimbangan yang didapat ketika mempelajari agama, sehingga tidak  kehilangan arah dan salah jalan saat menerapkannya.

e. Tanggung Jawab

Sebagai mahasiswa yang menanamkan berilmu dan beramal, maka akan  menanamkan pula sikap tanggung jawab. Selain merasakan tanggung jawab  terhadap tugas, seorang mahasiswa juga akan merasakan tanggung jawab  terhadap Tuhannya. Oleh karena itu, akan mewujudkan mahasiswa yang  amanah.

Sikap PESAT yang sesuai tema LKTD diharapkan mampu diterapkan oleh  mahasiswa dikehidupan sehari-hari, berbekal ilmu pengetahuan dan pegalaman  yang didapat. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter  mahasiswa dan memberikan pengetahuan bagi mahasiswa agar mampu menjadi  penerus organisasi HIMA di periode selanjutnya. Pembentukkan karakter selama 3  hari juga dibekali ilmu-ilmu pengetahuan. Sehingga, kegiatan tersebut akan  mewujudkan generasi penerus yang berkualitas.

BAB III

KESIMPULAN

Pada dasarnya, kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini memberikan  dampak baik bagi mahasiswa yang mengikutinya, mendapatkan pengalaman serta  ilmu pengetahuan yang tentunya akan berguna. Materi yang dipaparkan oleh  pemateri juga mengandung usnur-unsur yang berkaitan dengan kepemimpinan,  sehingga kami dapat belajar dari awal untuk mengkoordinasi serta  memusyawarahkan sesuatu. Selain itu, kegiatan ini membangun solidaritas dan  persatuan, tidak memandang dari kelas mana, kami semua satu keluarga dalam  HIMA PGSD. Untuk kegiatan LKTD diperlukan komunikasi erat antar panitia  pelaksana LKTD sehingga tidak terjadi kesalahan informasi yang akan  disampaikan. Komunikasi yang baik akan menghasilkan kegiatan dengan  kesuksesan yang besar. Koordinasi yang baik juga diperlukan dalam pelaksanaan  kegiatan LKTD. Sehingga, peranan komunikasi dan koordinasi akan berpengaruh  para kualitas performa panitia pelaksana.

Rahma Nadhira Putri

KELAS : 1F

NIM : 2101025069

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Adanya Latihan kepemimpinan tingkat dasar ( LKTD) ini membuat para calon  kader memahami dasar-dasar yang nantinya akan digunakan ketika menjadi seorang  pengurus. Mengajarkan bagaimana bertutur kata yang baik, membagi waktu dengan  baik, disiplin, percaya diri, bertanggung jawab, adil, amanah, dan menjadikan seorang  pemimpin seperti yang di contohkan oleh rasulullah. Menjadi seorang pengurus harus  ditanamkan dengan rasa bertanggung jawab karena setiap individu memiliki kewajiban  untuk menanggung segala sesuatunya sendirian. Tidak hanya rasa tanggung jawab  tetapi disiplin, amanah, adil juga harus ada dalam diri seseorang.  

Jika seseorang tidak memiliki sifat bertanggung jawab, disiplin, amanah, adil  akan menghancurkan dirinya sendiri dan tidak bisa dikatakan sebagai seorang  pemimpin. Sifat seperti itu wajib diajarkan dan ditanamkan pada diri seseorang sejak  dini. Diluar sekolah orang tualah yang bertugas untuk menanamkan sifat-sifat tersebut  kepada anak mereka. Sementara itu untuk disekolah tugas seorang gurulah yang wajib  menanamkannya pada anak didik mereka. Jadi didalam proses pembelajaran tidak  hanya penyampaian materi saja yang wajib dilakukan oleh guru, namun pembentukan  kepribadian pesertadidik juga wajib dilakukan.

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan LKTD?

2. Apakah ada manfaat mengikuti LKTD?

3. Apa saja yang dilakukan?

4. Materi apa saja yang diberikan?

C. Tujuan

Untuk mengulang kembali materi-materi yang sudah diberikan dan mempraktikannya  sekaligus menjadi kenangan bagi saya.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian

Latihan kepemimpinan tingkat dasar( LKTD) merupakan suatu bentuk kegiatan  yang bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya perserta untuk mendalami dan  menguasai tentang konsep- konsep ataupun dasar- dasar suatu organisasi. Dengan kata  lain Latihan kepemimpinan tingkat dasar( LKTD) merupakan suatu pelatihan dasar  tentang segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan. Pelatihan dasar yang  diberikan bertujuan untuk memberikan bekal kepemimpinan, kemandirian, dan  keteladanan kepada pengurus baru yang nantinya akan menjadi pemimpin dari seluruh kesatuan dari yang bersangkutan. Hal ini merupakan tahap awal ataupun syarat yang  wajib dilalui saat sebelum menjadi pengurus organisasi, yaitu wajib terlebih dulu  mmengikuti LKTD.

B. Manfaat

⮚ Melatih rasa percaya diri

⮚ Belajar untuk menyelesaikan masalah

⮚ Mengasah kemampuan organisasi

⮚ Memupuk sifat kepemimpinan

⮚ Sarana pengembangan diri

⮚ Membentuk kepribadian dan skill

⮚ Dapat memprioritaskan

C. Pelaksanaan Latihan kepemimpinan tingkat dasar ( LKTD)

Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMAPGSD), Fakultas  Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Prof. Dr.  HAMKA, mengadakan kegiatan tahunan yaitu Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar  (LKTD) tahun 2022 dengan tema “Menjadikan Kader yang Produktif, Edukatif,  Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab”.

Pelaksanaan Latihan kepemimpinan tingkat dasar ( LKTD) ini bersifat terbuka,  yang dapat mengikuti pelatihan ini adalah seluruh mahasiswa aktif PGSD Uhamka  semester 1 yang berminat bergabung di Himpunan Mahasiswa (HIMA) saja. Karena

sebelum kita bergabung dalam berorganisasi, kita diberikan pembekalan terlebih  dahulu. Tidak hanya diberikan materi saja tentu peserta diajak melakukan suatu  pengalaman. Dari pengalaman tersebut peserta diminta untuk berdiskusi mengambil  makna atau pelajaran penting yang didapat dan diberi kesempatan untuk melakukan  simulasi dari materi yang diberikan. Tidak hanya itu peserta juga melakukan games  agar tidak terlalu tegang. Diberikannya sebuah hal kecil tetapi memiliki tanggung  jawab yang cukup besar agar nantinya para peserta harus bisa bertanggung jawab  dengan apa yang dilakukan atau diberikan tanggung jawab di kemudian hari. 

Selama pelatihan peserta ditanamkan prinsip untuk berfikir positif, kritis, disiplin,  antusias, dan sportif. Kegiatan LKTD ini dilakukan selama tiga hari dua malam di  kampus FKIP Uhamka dan menginap disana. Selama pelaksanaan LKTD, peserta harus  hadir tepat waktu, kebersamaan ialah hal yang amat diperhatikan selama pelaksanaan  LKTD. Setiap peserta wajib mematuhi seluruh peraturan dan perintah yang diberikan  oleh pengurus LKTD. Jika tidak, maka akan diberikan hukuman. 

D. Materi yang diberikan

1) Kekaprodian

Adapun visi dan misi yakini

∙ Visi

Pada tahun 2030 menjadikan program studi yang utama dan berdaya saing  global dalam mewujudkan tenaga pendidik dijenjang pendidikan dasar yang  unggul dalam kecerdasan spiritual,intelektual,emosional, dan sosial dalam  pengembangan ilmu pendidikan dan teknologi pembelajaran.

∙ Misi 

  1. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran serta bimbingan kepada  calon guru
  2. Menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan
  3. Menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat
  4. Menjadikan program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar sebagai  gerakan dakwah Al Islam Kemuhammadiyahan.

Catur darma perguruan tinggi muhammadiyah, yakni:

1. Kegiatan pembelajaran

2. Kegiatan penelitian dan pengabdian

3. Kegiatan kemahasiswaan

4. Kegiatan al islam kemuhammadiyahan

Program studi PGSD sudah terakreditasi A, memiliki jaringan kerjasama lokal,  Nasional, dan international. Uhamka berada dibawah payung besar  kemuhammadiyahan. Menjadikan seorang guru yang tidak hanya memberikan  materi saja tetapi beragama. 

2) Retorika Dasar

Retorika Dasar merupakan suatu gaya atau seni berbicara baik yang dicapai  berdasarkan bakat alami,talenta maupun berdasarkan keterampilan teknis. Retorika  dasar Juga diartikan kesenian berbicara baik, yaitu kesenian yang digunakan dalam  proses komunikasi antar manusia, berbicara secara lancar tanpa jalan pikiran yang  jelas. Keraf (1994:3) juga menyatakan pengertian asli retorika adalah sebuah studi  yang simpatik mengenai oratoria atau seni berpidato. Kemampuan dan kemahiran  berbahasa waktu itu diabadikan untuk menyampaikan pikiran dan gagasan melalui  pidato-pidato kepada kelompok-kelompok masa tertentu guna mencapai tujuan  tertentu. 

Dalam hal ini kesenian berbicara tersebut bukan berarti berbicara lancar tanpa  adanya jalan pikiran yang jelas dan tanpa isi dari berbicara itu sendiri, melainkan  suatu kemampuan untuk berbicara atau berpidato dengan singkat, jelas, padat, dan  mengesankan (Hendrikus, 1991:14). Sebagian besar aktivitas manusia selalu  ditandai dengan tuturkata manusia mengungkap keinginan dan menjaga lisan agar  selalu berbicara yang baik. Manfaat dari Retorika dasar yakni:

1. Untuk memberi dan menerima informasi

2. Melaksanakan ide

3. Memberikan penerangan dan pengertian 

4. Membimbing penutur mengambil keputusan 

Jenis-jenisnya:

  1. Monologika Adalah Ilmu tentang seni berbicara monolog, hanya seseorang saja  yang berbicara seperti pidato,presentasi, ceramah, presenter, pembawa acara.
  2. Dialog Adalah ilmu tentang seni berbicara secara dialog, dimana dua orang atau  lebih berbicara atau mengambil bagian dalam suatu proses pembicaraan. 3. Pembinaan teknik berbicara adalah Efektivitas mologika dan dialogika  bergantung pada teknik bicara. Oleh karena itu pembinaan tekni bicara ini  merupakan bagian yang penting dalam retorika. Dalam perhatian ini lebih  diarahkan pada pembinaan teknik bernafas, teknik mengucap, bina suara, teknik  membaca dan berbicara.

3) Manajemen Waktu

Manajemen Waktu adalah suatu proses untuk melakukan kontrol atas waktu  dengan batas tertentu untuk melakukan tugas tertentu. Manajemen waktu ialah  kemampuan untuk merencanakan dan menggunakan waktusemaksimal mungkin.  Sedangkaan menurut Forsyt adalah sebuah cara untuk membuat waktu terkendali  sehingga dapat menciptakan aktivitas dan produktif.

Strategi yang harus dilakukan yakni:

1. Sediakan waktu untuk evaluasi

2. Atur tujuan 

3. Delegasi tugas

4. Buat prioritas

5. Lakukan yang paling penting terlebih dahulu

6. Ciptakan rutinitas setiap pagi

7. Memiliki prinsip waktu

8. Berikan waktu untuk diri sendiri

Manfaat:

1. Tugas tertata dengan rapih

2. Mempercepat segala urusan 

3. Melatih kedisiplinan

4. Bertanggung jawab

4) Manajemen organisasi

Manajemen organisasi menurut KBBI adalah pendaya gunaan sumberdaya  secara efektif untuk mencapai sasaran. Organisasi merupakan unit sosial yang  sengaja didirikan jangka waktu yang relatif lama. Fungsi dari manajemen organisasi

yakni: planning/perencanaan, organization/perorganisasian, actuating/leading,  controving/evaluasi.

5) Konstitusi KM Uhamka

Konstitusi adalah suatu bentuk aturan adat istiadat kebiasaan-kebiasaan dan  konvensi-konvensi. KM Uhamka merupakan kelengkapan nonstruktural pada  organisasi uhamka. KM Uhamka dibentuk pada tanggal 27 Dzulhijah 1420H  bertepatan tanggal 2 April 2000. Konstitusi KM Uhamka merupakan suatu peraturan  yang berlaku di KM Uhamka. Dalam Konstitusi KM Uhamka ada Trias politika  yaitu:

1. Legislatif : MPM Uhamka,DPMF

2. Eksekutif : Bem Uhamka, Bem F, HIMA

3. Yudikatif : mahkamah mahasiswa

6) Kepemimpinan dalam islam

Kepemimpinan dalam islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum  allah, oleh karena itu harus orang yang mengerti hukum nahi. Menjadi seorang  pemimpin harus amanah karena jika tidak amanah nanti akan menghancurkan diri  sendiri. Ada 4 sifat kepemimpinan rasulullah yaitu:

1. Shiddiq / benar/jujur

2. Amanah / dapat dipercaya

3. Fathonah / cerdas

4. Tabligh / menyampaikan

7) Adm. Kelembagaan 

Administrasi adalah suatu aturan dan tugas yang dibutuhkan untuk mengawasi  (mengontrol) terhadap sebuah rencana atau organisasi. Sedangakan kelembagaan  adalah tujuan yang sama antara manusia, kelomok, kepentingan, dan minat.  Administrasi kelembagaan yakni:

1. Surat menyurat

2. Kearsipan

3. Keanggotaan

4. Proposal

5. LPK

8) Teknik Persidangan

Persidang adalah forum formal yang diselenggarakan intansi atau lembaga  terkait untuk membicarakan memutuskan dan menetapkan sesuatu sehingga  mendapatkan hasil yang jelas. Istilah-istilah dalam persidangan, yakni:

1. Kuorum adalah syarat sah jumlah peserta persidangan di mulainya suatu sidang 2. Skorsing adalah menghentikan sidang untuk sementara dengan alokasi waktu  tertentu (kurang dari 2×45 menit)

3. Pending adalah menghentikan sidang untuk sementara dengan tujuan tertentu  (lebih dari 2×45 menit)

4. Lobbying adalah diskusi antar peserta sidang disaksikan oleh  pimdang(pimpinan sidang)

5. Voting adalah pengambilan keputusan yang paling banyak

Kompenen sidang, yakni:

1. Presidium sidang

2. Notulen

3. Peserta

4. Palu persidangan

∙ Jika 1 ketukan maka, putusan sementara, skorsing, mencabut kembali ∙ Jika 2 ketukan maka, perpindahan,pending,lobbying

∙ Jika 3 ketukan maka, membuka dan menutup persidangan

∙ Jika 4 ketukan maka, mengkondusikan peserta sidang

5. Materi

6. Berita acara persidangan

7. Perangkat sidang

9) Pendidikan Kritis

Pendidikan kritis menurut Paulo Freire adalah pendidikan yang menumbuhkan  cinta dan keberanian. Sebagaimana yang dikatakannya bahwa pendidikan adalah

tindakan cintah kasih dan karena itu juga, pendidikan adalah tindakan berani.  Karakteristik kritis untuk gen milenial, yakni:

1. Logis

2. Obyektif

3. Independen

4. Komprehensif

5. Kreatif

6. Argumentatif

10) Manajemen aspirasi

Aspirasi ialah menuangkan apa yang dianalisis dari data. Manajemen aspirasi  adalah perencanaan atau pengorganisasian suatu usulan dan keinginan agar dapat  tercapai dengan yang diharapkan. Adapun keunggulan, yakni:

1. Mengasah kemampuan berfikir

2. Belajar mempertajam analisis

3. Meningkatkan kepekaan sosial

Tujuannya:

1. Menjalankan perannya sebagai gerakan perubahan

2. Memperjuangkan kepentingan bersama

3. Menuju tatanan masyarakat yang lebih adil dan sejahtera

Dengan materi diatas, maka peserta dengan sendirinya akan sedikit berpengaruh walaupun  pengaruh tersebut belum maksimal. Dengan program LKTD ini dapat menggunakannya  sebagai metode dan sumber daya pembelajaran untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan  dengan memimpin diri terlebih dahulu, membangun pikiran positif dan rasa percaya diri,  menanamkan kedisiplinan, semangat dalam melaksanakan suatu hal, antusiasme, dan  kejujuran, menanamkan kemandirian, mengembangkan sikap bekerjasama dengan orang lain.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Latihan kepemimpinan tingkat dasar merupakan suatu bentuk kegiatan yang  bertolak ukur kepada peningkatan sumber daya perserta untuk mendalami dan  menguasai tentang konsep- konsep ataupun dasar- dasar suatu organisasi. Dengan kata  lain Latihan kepemimpinan tingkat dasar merupakan suatu pelatihan dasar tentang  segala hal yang berkaitan dengan kepemimpinan.

Menanamkan sikap bertanggung jawab, disiplin, amanah, adil sejak dini agar tidak  merugikan / menghancurkan diri sendiri. Apabila seseorang tersebut mempunyai suatu  sifat tersebut, sehingga dirinya terkategori jadi individu yang mempunyai kejujuran dan  kepedulian yang besar.

Dalam kegiatan ini memang sedikit melelahkan tetapi banyak sekali manfaatnya  dan kenangannya. Dimana adanya kebersamaan yang memberikan kehangat, yang  tadinya tidak mengenal menjadi saling mengenal, mendapatkan keluarga baru sekaligus  menjadikannya rumah dimana peserta bisa berbagi cerita satu sama lain. Apa yang  diberikan oleh pengurus semua itu bukan akhir dari perjalanan peserta untuk bisa  bergabung di organisasi ini melainkan awal.

B. Saran 

Dalam penyusunan makalah ini, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan  makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dari segi substansi materi yang dibahas  dan sistematika penulisannya. Oleh sebab itu, kritik dan saran sangat diperlukan untuk  memperbaiki makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat bagi para pembaca.

QORIN AKHSHYPANI SALMA

KELAS : 1G

NIM : 2101025121

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka yang biasa dipanggil dengan  sebutan UHAMKA merupakan salah satu universitas swasta di daerah Ibu kota Jakarta.  UHAMKA yang terakreditasi A berdasarkan SK 3128//SK/BAN PT/Akred/PT/XII/2016 BAN PT tahun 2016 dan UHAMKA juga merupakan salah satu  dari jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah yang ada di Indonesia. Di UHAMKA  terdapat 9 fakultas serta satu sekolah Pascasarjana yang berada di dalamnya, Adapun 9  fakultas terdiri dari Fakultas Agama Islam, Fakultas Farmasi dan Sains, Fakultas  Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Psikologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu-Ilmu  Kesehatan. Dari setiap fakultas terdiri dari berbagai prodi, salah satu prodinya yaitu  Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) yang mana prodi ini merupakan prodi yang  berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) merupakan salah satu dari 12  prodi yang berada di dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan dengan akreditasi  A sampai dengan 22 mei 2023. Di setiap prodi tentu memiliki suatu kegiatan  organiasasi yaitu Himpunan Mahasiswa atau biasa dikenal dengan sebutan HIMA, yang  termasuk kedalam Lembaga Eksekutif namun pada tingkatan Program Studi. Di dalam  kegiatan organisasi tentu saja terdapat struktur organisasi didalamnya termasuk juga  HIMA PGSD, akan tetapi didalam struktur organisasi tersebut tentu saja terdapat kader

kader yang mana biasanya kader-kader ini merupakan orang-orang pilihan yang telah  melakukan beberapa tahapan seleksi hingga kader-kader ini terpilih untuk masuk  kedalam Himpunan Mahasiswa (HIMA).

Dalam proses tahapan seleksi yang telah dilalui oleh para calon kader tentu saja  mereka juga melewati tahapan lainnya salah satunya yaitu Latihan Kepemimpinan  Tingkat Dasar (LKTD). Tahapan ini merupakan tahapan yang sangat penting atau  paling utama yang perlu para calon kader untuk dapat masuk kedalam Himpunan  Mahasiswa, terlebih lagi terdapat suatu tema yang telah ditetapkan oleh para kader

kader yang tentu diharapkan dapat terwujud dan juga diterapkan oleh para calon kadaer.  Dan untuk HIMA PGSD itu sendiri mengusungkan sebuah tema yaitu “Menjadikan  Kader yang PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab)”.

Dari tema yang telah dibuat oleh para kader-kader dari HIMA PGSD, apabila  dipahami serta dibaca dengan seksama tentu terdapat makna yang tergantung di dalam  tiap kata yang telah tersusun tersebut. Untuk maknanya yaitu para kader-kader dari  HIMA PGSD berharap bahwa calon-calon kader yang akan meneruskan mereka di  pengurusan nanti dapat menjadi kader-kader yang memiliki sifat dan juga jiwa yang  produktif, edukatif, responsif, agamis serta memiliki rasa tanggung jawab. Point  penting dalam tema dari HIMA PGSD itu sendiri sebenernya terletak pada kata PESAT  yang dimana itu merupakan gabungan dari satu huruf yang berasal dari awalan kata  yang mengandung makna di dalamnya.

Kata produktif merupakan suatu kata dengan mengandung makna bahwa orang orang yang memiliki kemampuan dalam menghasilkan sesuatu yang dapat bermanfaat  bagi diri sendiri ataupun orang lain serta memiliki pikiran cerdas dan juga berkerja  keras. Maka dengan ini para kader berharap bahwa calon-calon kader dapat memiliki  sikap yang produktif dalam melakukan kegiatan di HIMA PGSD, selain itu para kader  tentu memberikan edukatif yang mana ini merupakan hal penting sebab dari situlah  para calon kader memiliki sebuah wawasan serta pengetahuan baru yang sebelumnya  tidak memilikinya atau mengetahuinya.

Selain produktif dan juga edukatif terdapat tiga point penting lainnya dan tentu  saja memiliki makna didalamnya yaitu seperti responsif yang merupakan suatu sifat  yang dimiliki seseorang dalam merespon suatu hal. Lalu ada agamis dan tanggung  jawab yang dimana ini merupakan suatu sifat atau sikap yang tentu saja perlu di miliki  oleh para calon kader terlebih lagi untuk berorganisasi. Dari ketiga point tersebut para  kader tentu berharap bahwa para calon kader dapat memiliki sifat serta sikap yang  responsif, agamis dan juga tanggung jawab, karena para kader tentu saja perlu dengan  cepat menanggapi berbagai hal akan tetapi tetap sesuai dengan aturan syariat agama  dan dapat menjalankan tugas dengan rasa tanggung jawab

B. Rumusan Masalah.

1. Apa yang dimaksud dengan LKTD dan apa saja kegiatan LKTD? 2. Apakah manfaat dari kegiatan LKTD?

3. Bagaimana kesan dan pesan selama mengikuti kegiatan LKTD?

C. Tujuan Penulisan.

1. Untuk mengetahui apa itu LKTD dan apa saja kegiatan yang dilakukan saat LKTD. 2. Memberitahukan manfaat apa saja yang didapatkan dalam kegiatan LKTD. 3. Menjelaskan kesan dan juga pesan selama mengikuti kegiatan LKTD.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD).

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) merupakan suatu kegiatan yang  berasal dari program kerja tahunan dari suatu organisasi yaitu seperti Himpunan  Mahasiswa (HIMA) dari prodi PGSD. Program kerja ini dilaksanakan tentu memiliki  tujuannya tersendiri salah satunya yaitu untuk membentuk jiwa kepemimpinan para  mahasiswa terkhususnya mahasiswa yang ingin masuk kedalam organisasi Himpunan  Mahasiswa (HIMA). Selain itu, LKTD juga merupakan sebuah momentum yang tepat  bagi calon-calon kader dalam menambah wawasan serta pengalaman yang tentu akan  didapatkan dalam kegiatan ini. Karena dalam kegiatan LKTD ada banyak sekali  kegiatan-kegiatan yang wajib dijalani oleh para calon kader HIMA PGSD.

LKTD di Himpunan Mahasiswa (HIMA) pada kepengurusan tahun 2021/2022  dilaksanakan pada tanggal 28 s.d 30 Januari 2022 tepatnya di hari Jumat s.d Minggu di  Kampus B FKIP UHAMKA, Jalan Tanah Merdeka, Kp. Rambutan Ps. Rebo, Jakarta  Timur, 13830. Pada kegiatan LKTD kali ini para kader mengusungkan sebuah tema  yaitu “Menjadikan Kader yang PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan  Tanggung Jawab)”. Tema ini di gunakan tentu memiliki tujuannya yaitu di harapkan  para calon kader yang akan menjadi penerus di dalam kepengurusan HIMA kedepannya  dapat menjadi kader-kader yang memiliki sifat dan juga sikap yang telah diharapkan  oleh para kader didalam tema kegiatan.

LKTD dilakukan selama tiga hari dan dua malam yang dimana dikegiatan  tersebut ada banyak sekali kegiatan-kegiatan yang menyenangkan, memberikan  pembelajaran dan terutama relasi yang menjadi luas. Kegiatan ini dimulai pada jam  05.30 dan saat itu seluruh calon kader akan dikumpulkan disuatu tempat yang menjadi  titik kumpul, lalu kemudian para calon kader akan di datangi oleh kaka-kaka fasil yang  selama kegiatan ini berlangsung kaka-kaka fasil lah yang akan membantu para kader  sebagai penanggung jawab. Namun sebelum tiba di titik kumpul, para calon kader akan  disambut oleh kaka-kaka HIMA yang berada di beberapa titik sebagai pengarah bagi  para calon kader agar tiba di titik kumpul dengan tepat.

Pada tempat titik kumpul para calon kader akan diberikan pengarahan  sebelumnya oleh para kader di mulai dari perlengkapan yang dibawa sampai dengan  posisi baris selama kegiatan berlangsung. Dari titik kumpul para calon kader akan

3

dibawa ketempat yang mana tempat ini akan digunakan selama tiga hari dalam kegiatan  LKTD oleh para peserta hingga panitia LKTD. Seperti biasa dalam kegiatan pada ada  acara pembukaan akan tetapi pembukaan kali ini sedikit berbeda karna masih pada  masa pandemi dan demi tetap mematuhi protokol Kesehatan maka untuk acara  pembukaan dilakukan secara semi online. Maksud dari hal ini yaitu dimana beberapa  orang akan menghadiri acara pembukaan di Gedung Aula Ahmad Dahlan dan sisanya  akan menghadiri melalui zoom virtual.

Selain acara pembukaan ada kegiatan lainnya seperti materi-materi yang tentu  saja dari setiap materi ada banyak sekali manfaat yang dapat digunakan oleh para calon  kader untuk kedepannya dalam kepengurusan nanti. Ada sekitar sepuluh materi pada  kegiatan LKTD kali ini yang panitia siapkan seperti Keprodian, Retorika dasar,  Memanajemen waktu, Memanajem organisasi, Kegiataan Mahasiswa UHAMKA (KM  UHAMKA), Kepemimpinan dalam islam, Administrasi kelembagaan, Teknik  persidangan, Pendidikan kritis, dan Manajemen aspirasi. Dari kesepuluh materi yang  tentu saja tiap materi memiliki keperbedaan dari segi waktu, pemateri dan juga  penyampaiannya, akan tetapi dari tiap materi memberikan sebuah manfaat serta  wawasan baru bagi calon kader.

Selain materi ada juga kegiatan lainnya seperti melakukan senam pagi yang  dimana kegiatan ini cukup menyenangkan, lalu ada kegiatan debat yang juga tak kalah  menyenangkan dan sudah pasti menegangkan karna saat kegiatan ini para calon kader  dibagi menjadi dua kelompok yang dimana nanti akan saling berargumentasi mengenai  pokok masalah yang telah ditentukan seperti sekolah yang ditutup kembali. Pada  kegiatan ini juga ada hapalan surah atau ayat yang dimana akan di uji setiap selesai  shalat berjamaah, akan tetapi sebelum itu biasanya ada perwakilan dari peserta untuk  berkultum didepan semuanya.

Pada kegiatan ini ada juga diskusi kelompok yang diadakan tiap selesai materi,  panita juga menyiapkan games yang sangat menyenangkan dan cukup menghibur  terlebih lagi setelah melewati beberapa materi. Kemudian ada pengenalan demisioner  yang dimana ini merupakan sebuah momen yang mungkin jarang di kegiatan lainnya

karna pada momen ini para calon kader dapat berkenalan langsung dengan para kader  yang dulu pernah ada di kepengurusan HIMA PGSD, dan yang kegiatan yang paling  berkesan adalah inagurasi yang dimana kegiaatan ini benar-benar mengharukan terlebih  lagi saat para calon kader mengucap sumpah atau janji sebagai pengurus baru HIMA  PGSD.

B. Manfaat Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD).

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) merupakan kegiatan yang  dikhususkan untuk para calon kader sebagai penerus dari kepengurusan yang sekarang.  Kegiatan ini di laksanakan tentu saja memiliki tujuan serta manfaatnya bagi para  peserta yang mengikuti kegiatan ini seperti berikut ini:

1. Manfaat dari materi-materi LKTD.

– Keprodian, yaitu dari materi ini para peserta dapat mengetahui lebih  dalam mengenai prodi PGSD seperti akreditasi, visi, misi, catur dharma  dari perguruan tinggi UHAMKA, kurikulum yang digunakan sampai  dengan bentuk-bentuk kegiatan dari pembelajaran MBKM.

– Retorika dasar, yaitu dari materi ini dapat membantu para peserta  bagaimana berbicara dengan baik, sopan dan juga jelas saat di depan  umum, lalu melatih para peserta untuk tampil percaya diri saat berbicara  didepan umum, membantu para peserta untuk mengetahui prinsip

prinsip dalam berkomunikasi dengan efektif.

– Memanajemen waktu, yaitu pada materi ini dapat membantu para  peserta untuk mengatur waktu dengan sebaik mungkin baik itu dari skala  prioritas maupun sampai yang tidak terlalu penting, selain itu membantu  para peserta untuk membuat startegi dalam mengatur waktu agar  berjalan dengan efektif.

– Memanajemen organisasi, yaitu pada materi ini dapat membantu para  peserta untuk bisa membuat perencanaan dengan pengambilan  keputusan dari berbagai aspek dari organisasi, selain itu dapat  memberikan sebuah langkah-langkah penangan konflik dalam  organisasi.

– Kegiatan Mahasiswa UHAMKA (KM UHAMKA), yaitu dari materi ini  membuat para peserta menjadi mengetahui lebih luas lagi mengenai KM  UHAMKA seperti sistem yang dianut, lembaga-lembaga  kemahasiswaan KM UHAMKA, periode kepengurusan, tata urutan,  lambing dan atribut dan juga jenis almet yang digunakan.

– Kepemimpinan dalam Islam, yaitu dari materi ini memberitahukan  kepada para peserta bahwa ketika menjalankan kepengurusan HIMA  PGSD nanti harus sesuai dengan syariat agama islam serta as sunnah.

5

– Administrasi kelembagaan, yaitu dari materi ini ada banyak sekali hal hal yang amat sangat bermanfaat terlebih lagi bagi calon kader yang  ingin menjadi sekretaris karna memberitahu kepada para peserta  bagaimana cara penulisan surat, proposal, LPK dan banyak dokumen  lainnya.

– Teknik persidangan, yaitu dari materi ini juga ada banyak sekali hal-hal  yang belum pernah didapatkan yang tentu akan bermanfaat bagi para  peserta dalam kepengurusan nanti seperti istilah-istilah dalam  persidangan, interupsi dalam persidangan, dan komponen-komponen  yang ada di persidangan serta masih banyak hal lainnya.

– Pendidikan kritis, yaitu pada materi ini dapat membantu para peserta  bagaimana dalam berpikir kritis terlebih lagi di zaman yang sudah  modern saat ini.

– Manajemen Aspirasi, yaitu pada materi ini dapat membantu para peserta  untuk mengetahui lebih dalam mengenai aspirasi seperti makna dari  aspirasi, tujuan, prinsip hingga mekanisme dalam aspirasi.

2. Manfaat dari debat dan forum diskusi kelompok.

Kegiatan debat dan diskusi kelompok tentu saja memiliki manfaat, beberapa  diantaranya seperti:

– Melatih para peserta didik untuk berargumentasi di depan orang banyak. – Membantu para peserta didik dalam memahami situasi yang ada di  lingkungan sekitar.

– Melatih para peserta didik untuk berpikir kritis.

– Membantu para peserta didik untuk melatih kepercayaan diri. – Melatih para peserta didik untuk menangkap dengan cepat materi yang  telah disampaikan.

– Membantu para peserta didik untuk berkonterasi ketika dalam kegiatan  materi.

C. Kesan dan pesan selama masa kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar  (LKTD).

Kegiatan LKTD tentu saja memiliki kesan dan pesannya tersendiri bagi orang orang yang ikut serta dalam kegiatan ini di mulai dari panitia hingga para peserta LKTD. Begitupun dengan saya, bagi saya kegiatan LKTD ini merupakan sesuatu  kegiatan yang tentu tidak akan terulang kembali dikemudian hari apabila saya tidak  mengikuti kegiatan LKTD ini.  

• Kesan:

Selama mengikuti kegiatan ini tentu aja banyak sekali kesan yang saya rasakan atau saya miliki, karna sejak awal saya sudah berniat untuk  mengikuti HIMA dan saya bersyukur orang tua saya selalu mendukung  apapun pilihan saya selagi itu hal positif. Kesan pertama saya saat  mengikuti kegiatan ini yaitu tegang dan takut, akan tetapi rasa keinginan  saya dan juga rasa senang saya cukup besar. Yang kedua kegiatan ini  tentu saja membuat saya merasa takjub karna ditengah pandemi saat ini  para panitia dapat mengadakan kegiatan yang luar biasa seperti LKTD  ini. Lalu kesan yang ketiga membuat saya sangat merasa bersyukur,  pasalnya ada banyak sekali wawasan baru yang tidak pernah saya  dapatkan. Dan kesan yang terakhir dimana ini membuat saya terharu  serta senang karna kekeluargaan dan bagaimana para panitia merangkul  para peserta dalam kegiatan ini tanpa memandang apapun.

• Pesan:

Kegiatan LKTD ini menurut saya sangat luar biasa dan sempurna, namun tetap saja semua hal pasti memiliki kekurangannya tersendiri. Dari situlah kita semua dapat belajar dari kekurangan itu sendiri dengan  terus berusaha untuk membuat kegiatannya lainnya menjadi lebih dari  kegiatan sebelumnya. Pesan yang ingin saya sampaikan semoga para  kader baru dan lama dapat berkerja sama satu sama lainnya demi  memajukan HIMA PGSD, saling mendukung serta mensupport satu  sama lainnya, merangkul semua anggota agar tidak ada satupun anggota  yang keluar dari HIMA PGSD.

7

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan.

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) merupakan suatu kegiatan yang  berasal dari program kerja tahunan dari suatu organisasi yaitu seperti Himpunan  Mahasiswa (HIMA) dari prodi PGSD. Program kerja ini dilaksanakan tentu memiliki  tujuannya tersendiri salah satunya yaitu untuk membentuk jiwa kepemimpinan para  mahasiswa terkhususnya mahasiswa yang ingin masuk kedalam organisasi Himpunan  Mahasiswa (HIMA). Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari di mulai pada tanggal  28 januari s.d tanggal 30 januari 2022 tepatnya di hari jumat s.d minggu.

Ada banyak sekali kegiatan yang dilakukan pada LKTD ini di mulai dari  registrasi peserta, sambutan-sambutan, pemberian materi-materi, diskusi  paripurna,senam pagi, debat, diskusi kelompok, melakukan games, inagurasi,  pengenalan demisioner, renungan malam, pembagian hadiah serta sesi foto-foto  bersama, ada juga makan-makan bersama dan terakhir shalat berjamaah serta  menghapal surah atau ayat yang telah ditentukan.

Kegiatan LKTD juga memiliki sekali manfaatnya baik dari segi kegiatannya  sebagaimana sesuai dengan tema kegiatan ini dan juga dari materi-materi yang telah  dipaparkan oleh pemateri-pemateri hebat serta mengagumkan dengan pemaparan  materi yang sangat jelas serta terperinci. Selain manfaat kegiatan ini memiliki kesan  dan pesan tersendiri bagi semua yang terlibat dalam kegiatan ini, dan tiap orang tentu  perbeda-beda dalam pemahamannya masing-masing.

B. Saran.

Saran yang ingin saya sampaikan mungkin untuk kegiatan selanjutnya para panitia  dapat memberikan waktu kepada para peserta mengenai ke pergi ke toilet, pasalnya  waktu yang diberikan hanya sedikit dan hal itu menjadikan sedikit kurang nyaman.

Aditya Rizqi Putra Purnomo

KELAS : 1 – I

NIM : 2101025163

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan LKTD atau Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dilakukan untuk mempersiapkan Kader HIMA agar memiliki sifat PESAT yaitu Produktif, Edukatif, Responsif, dan Tanggung Jawab. Kader yang memiliki sifat PESAT pasti akan mampu membawa perkembangan pada Program Studinya maupun Universitas. Kegiatan ini diperuntukkan bagi setiap mahasiswa aktif UHAMKA yang akan bergabung dalam HIMA atau Himpunan Mahasiswa di masing-masing program studi, kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh HIMA PGSD namun juga dilakukan oleh seluruh program studi yang ada di UHAMKA.

B. Rumusan Masalah

Berikut adalah Rumusan masalah yang dibahas pada makalah ini : 1. Apa pesan dan kesan saya terhadap kegiatan LKTD ini ? 2. Materi apa saja yang saya dapatkan ketika mengikuti LKTD ?

C. Tujuan Penulisan

Berikut adalah tujuan penulisan dari makalah ini :

1. Untuk menyelesaikan tugas yang diberikan kepada peserta LKTD 2021/2022

2. Sebagai simpanan memori yang dapat dilihat kembali sewaktu-waktu

3. Sebagai bentuk apresiasi saya terhadap kegiatan LKTD yang sudah saya ikuti

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kesan dan Pesan

Tujuan awal saya mengikuti kegiatan LKTD ini yaitu sebagai syarat untuk bergabung dalam Himpunan Mahasiswa (HIMA) PGSD. Dari awal saya datang ke Kampus saya sudah bisa membayangkan keseruan yang nantinya akan terjadi ketika kegiatan berlangsung, dan benar saja saya menikmati setiap kegiatan yang ada walaupun pada beberapa materi saya sempat merasa mengantuk dan tertidur tetapi saya tetap bisa menikmatinya. Sejak saya berinteraksi dengan salah satu kakak angkatan yang ada di gerbang utama saya sudah merasakan ketegangan yang luar biasa sehingga saya mengubah cara bicara saya agar terkesan lebih sopan dan hormat. Ketegangan yang saya rasakan berlanjut sampai saya dibawa ke Aula Ahmad Dahlan yang berada di lt.6 karena disana untuk pertama kalinya saya bertemu dengan para petinggi UHAMKA dan juga kakak-kakak dari BEM serta DPM.

Saya mulai merasa sedikit santai ketika memasuki kegiatan materi karena di kegiatan ini saya hanya diharuskan untuk mengambil ilmu sebanyak-banyaknya sebagai bekal saya nanti ketika menjadi pengurus. Materi-materi yang disampaikan juga menarik untuk saya jadi saya sangat menikmatinya, tak jarang juga saya membayangkan bahwa suatu saat nanti saya bisa mengajarkan materi yang saya dapat ini ke orang lain. Ketika materi terakhir disampaikan perasaan saya sangat lega karena saya sendiri tidak sadar bahwa saya telah melewati 9 materi lainnya dan masih bertahan, rasa bahagia bercampur lelah saya rasakan saat itu.

Saat kegiatan LKTD saya dan peserta LKTD lain disiapkan makanan sebanyak tiga kali sehari oleh kayak-kakak HIMA. Banyak dari teman CAKADER saat itu yang merasa gelisah saat masuk ke waktu

makan karena beberapa hal seperti takut tidak habis, takut tidak sesuai selera dan takut waktu makan yang diberikan kurang, namun bagi saya semua itu tidak berarti karena saya sangat menikmati semua menu makanan yang telah disiapkan dari mulai sayur hingga telur. Tak jarang juga beberapa teman sekelompok meminta tolong kepada saya untuk membantu mereka menghabiskan makanannya, bagi saya ini merupakan bonus karena semakin banyak energi yang didapat berarti semakin banyak juga waktu saya untuk tetap terjaga dan mengikuti LKTD ini. Intinya makanan yang disediakan sangat enak dan sesuai dengan selera saya.

Pada akhir kegiatan LKTD terdapat kegiatan luar ruangan yang menurut saya pribadi cukup seru karena dilakukan secara bersama-sama dan dengan penuh canada tawa. Pada sesi ini saya dan teman sekelompok juga diharuskan untuk menampilkan jargon dan yel-yel untuk menambah semangat, walaupun sedikit malu namun saya tetap melakukannya karena saya yakin dengan melakukan yel-yel dan jargon saya bisa menjadi semangat kembali walaupun sudah melakukan banyak kegiatan.

Terakhir yaitu ada sesi renungan dan inagurasi. Kedua sesi ini menurut saya adalah sesi yang cukup sakral karena berisi sebuah renungan dan pengucapan sumpah. Kedua sesi ini dilakukan pada waktu yang berbeda namun rasanya masih sama yaitu rasa penuh ketegangan dan penuh keikhlasan untuk menerima dan melakukan semua tugas yang akan diberikan kepada saya nantinya sebagai seorang Kader HIMA PGSD. Perasaan ketika selesai mengucapkan sumpah juga menjadi suatu memori yang tak terlupakan dimana rasa senang, sedih, tegang, marah, takut menjadi satu dan hal ini dirasakan bersama-sama oleh setiap CAKADER pada saat itu

B. Materi yang Didapat

Kegiatan LKTD ini hampir 50% berisi pemaparan 10 materi yang isinya kelak akan diperlukan ketika saya dan teman-teman CAKADER menjadi pengurus. 10 Materi yang disampaikan antara lain :

1. KeProdian

Materi ini disampaikan oleh Ibu Ika Yatri, M.Pd. yang merupakan Ketua Program Studi PGSD. Materi ini berisikan tentang pengetahuan umum mengenai Program Studi PGSD mulai dari visi dan misi sampai ke program-program penyokong pendidikan yang ada atau disediakan oleh kampus untuk Prodi PGSD. Pada materi

ini juga disampaikan mengenai MBKB yaitu Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang didalamnya terdapat beberapa program yang dapat dipilih oleh mahasiswa semester 5 sebagai bentuk penambah pengalaman.

2. Retorika Dasar

Materi retorika dasar disampaikan oleh Kak Rifka Khoirunnisa, S.Pd. Materi ini berisi tentang ilmu atau kemampuan seseorang untuk berkomunikasi dan menyampaikan suatu hal. Pada sesi ini juga diberikan beberapa hal yang harus diperhatikan jika kita inign berbicara dengan orang lain, bagaimana cara berlatih berbicara, dan bagaimana cara penyampaian secara baik dan benar.

3. Manajemen Waktu

Materi manajemen waktu disampaikan oleh Kak Putri Matantika, S.Pd. Materi ini berisi tentang bagaimana cara kita untuk mengatur waktu kita agar kita dapat melakukan segala sesuatu secara optimal. Materi ini juga berguna untuk memperbaiki pola kegiatan kita agar lebih teratur dan semakin bermanfaat, karena pemateri juga memberikan skala prioritas tentang hal-hal yang harus dilakukan terlebih dahulu dan hal-hal yang bisa dikesampingkan.

4. Manajemen Organisasi

Materi manajemen organisasi disampaikan oleh Kak Tulus Setiyo Pamuji, S.Pd. Materi ini berisi tentang bagaimana cara kita mengurus dan menjalankan suatu organisasi ketika menjadi pengurus nanti. Pada materi ini juga disampaikan bagaimana cara kita menghadapi suatu masalah dan mindset yang harus diterapkan ketika kita menjalankan atau mengurus suatu organisasi.

5. KM UHAMKA

Materi KM UHAMKA disampaikan oleh Kak Sri Agustina, S.Pd. Materi ini berisi tentang pengetahuan umum mengenai tingkatan-tingkatan dan kedudukan organisasi yang ada di UHAMKA mulai dari HIMA sampai ke BEM. Pada materi ini juga disampaikan mengenai konstitusi yang dipakai oleh KM UHAMKA dan beberapa peraturan lain yang menjadi acuan untuk seluruh organisasi yang ada dibawah naungan UHAMKA.

6. Kepemimpinan Dalam Islam

Materi kepemimpinan dalam islam disampaikan oleh Kak Muhammad Azhar Nawawi, S.Pd. Materi ini berisi tentang bagaimana seharusnya sikap seorang pemimpin sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Sunnah. Pada materi ini juga disampaikan beberapa sikap yang wajib diterapkan sehari-hari dan problematika yang mungkin dihadapi ketika kita menjadi pemimpin kelak.

7. Administrasi Kelembagaan

Materi ini disampaikan oleh Kak Wulandari Ardisyach Putri, S.Pd. Materi ini berisi tentang segala hal yang harus kita lakukan ketika mengurus administrasi suatu organisasi maupun lembaga. Di materi ni juga dijelaskan tentang penulisan surat formal dan tata cara pengarsipan. Proposal juga menjadi salah satu objek observasi pada materi ini.

8. Teknik Persidangan

Materi ini disampaikan oleh Kak Ridha Aulia Putri, S.Pd. Materi ini berisi tentang tata cara peradilan yang berlangsung di KM UHAMKA. Pada materi ini juga dipaparkan istilah-istilah yang digunakan dalam peradilan dan syarat-syarat menjadi seorang pimpinan sidang (Pimdang).

9. Pendidikan Kritis

Materi ini disampaikan oleh Kak Panji Nugroho, S.Pd. Materi ini berisi tentang perbandingan antara pendidikan dimasa penjajahan dan pendidikan masa kini. Perbedaan cara berfikir siswa menjadi objek bahasan utama pada sesi ini, materi ini juga membahas tentang pola pendidikan kritis dan karakteristik yang harus dimiliki oleh generasi milenial dan generasi z.

10. Manajemen Aspirasi

Materi ini disampaikan oleh Kak Ega Januardi, M.Pd. Materi ini berisi tentang bagaimana cara yang baik untuk meyampaikan pikiran atau ide yang kita miliki agar dapat tersampaikan secara utuh dan jelas. Pada materi ini juga disampaikan tentang prinsip-prinsip aspirasi dan apa peran dari mahasiswa.

BAB III

 PENUTUP

A. Kesimpulan

Kegiatan LKTD dilakukan untuk membentuk CAKADER yang memiliki sifat PESAT yaitu Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggung Jawab. Adapun rangkaian kegiatan dari LKTD ini adalah pemberian materi, hafalan Al-Quran dan Hadist, games outdoor, pentas seni dan inagurasi. Secara keseluruhan saya sebagai peserta kegiatan ini merasa sangat senang pernah mengikuti kegiatan ini, karena dalam kegiatan ini saya mendapatkan banyak hal baru seperti keluarga baru, ilmu baru dan pengalaman baru yang tak terlupakan.

B. Saran

Acara LKTD sudah disiapkan sedemikian rupa sehingga saya sebagai peserta tidak berhak memberikan kritik karena saya tidak mengetahui bagaimana persiapan dari acara LKTD ini, namun jika diperlukan saya akan memberikan sedikit dari apa yang saya pikirkan mengenai acara ini. Acara LKTD ini cukup berjalan lancar karena semua agenda dilakukan dan tersampaikan sehingga poin utama dari kegiatan ini mungkin tercapai, namun terjadi beberapa kendala yang dialami peserta yang datangnya dari diri peserta itu sendiri sehingga menjadi m=penghambat jalannya acara. Hal itu adalah hal yang wajar karena musibah hanya bisa dicegah namun tak bisa dihindari dan saya merasa cara pengurus acara untuk mengangani segala masalah yang ada sudah cukup baik, walaupun mungkin terjadi pergeesaran waktu sesi maupun penggantian suatu sesi.

CHIKA DIVA VELISA

KELAS : 1I

NIM : 2101025072

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

kepemimpinan dapat digunakan untuk memimpin sebuah organisasi agar mnecapaui tujuan yang diharapkan. Kepemimpinan adalah suatu proses untuk memengaruhi atau memberikan contoh kepada pengikut oleh seorang pemimpin. Pemimpin pada dasarnya merupakan orang yang memiliki kemampuan untuk menggerakan segala sumber daya (terutama manusia) untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan. Kepemimpinan ini tidak semata-mata diperoleh karena sebuah status (jabatan). Namun gaya kepemimpinan mengacu pada perilaku karakteristik pemimpin saat mengarahkan, memotivasi, membimbing, dan mengelola sekelompok orang. Pemimpin hebat bisa menginspirasi gerakan politik dan perubahan sosial. Mereka juga dapat memotivasi orang lain untuk tampil, berkreasi, dan berinovasi.

B. Rumusan masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut:

Bagaimanakah kepemimpinan dalam beroganisasi dan kepemimpinan dari segala hal?

C. Tujuan penulisan

Buat supaya tau tentang apaitu organisasi dan apa saja yang saya lakukan pas ada kegiatan ldkt kemarin dan banyak hal memalukan yang saya lakukan

BAB II

Pembahasan

Jadi pembahasan dari makalah ini ya itu kita bahas Dari hal segi memalukan dulu ya:

1. Salah ngajak fasil

2. Buang angina saat di wc

3. kepeleset saat ngantri makanan

Buang angin dari pintu utama katanya sih baunya sampai pintu ke dua padahal saya

tidak menciumnya. Sudah segitu dulu ya hal memalukan saya pas ldkt, sekarang kita lanjut tentang materi apa aja sih yang seru?

1. Manejemen waktu kenapa saya bilang materi manajemen waktu itu enak karena pematerinya menjelaskannya juga enak jadi tidak ngantuk

2. Teknik hokum kenapa saya bilang materi Teknik hukum itu materi yang enak karena pematerinya menerangakannya tidak menonton banget ke ppt yang ada, jadi kayak seru gitu materinya apa lagi yang kata ada pimda kayak berasa kita ada di dalam ruangan hokum intinya seru banget materi ini

3. Manejemen aspirasi kenapa saya memasukan materi ini enak karena membahas aspirasi kita sebagai mahasiswa

BAB III

Penutup

A. Kesimpulan

Seneng banyak malu maluinnya intinya seru sekali LKTD, yang gak ikut nyesel banget soalnya banyak pengalamannya

B. Saran

Tanpa kita sadari ternyata begitu banyak manfaat dari organisasi untuk kehidupan sehari-hari. dalam berbagai disiplin ilmu yang lainya. Oleh karena itu penulis menyarankan agar kita lebih serius dalam organisasi dan jangan dijadikan organisasi bagian sangat dekat yang tak terpisahkan dari kehidupan kita.

FARIDA ATASYA RENGGANIS

KELAS : 1J

NIM : 2101025258

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Latihan kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) Himpunan Mahasiswa PGSD UHAMKA yang dilaksanakan pada tanggal 28-30 Januari 2022 di Kampus Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Selama tiga hari peserta diberikan materi yang sangat bermanfaat serta menambah wawasan baru bagi mahasiswa baru seperti kami untuk menjadikan LKTD ini sebagai pintu perjalanan dalam proses yang panjang yang akan kami lewati.

Kegiatan LKTD selama tiga hari yang dimana pada hari pertama dan kedua diisi dengan berbagai macam materi yang kami dapat selain itu juga banyak kegiatan yang sangat membantu para peserta LKTD untuk menjadi kader yang PESAT (produktif, edukatif, responsif, agamis, dan tanggung jawab).

Di akhir kegiatan para peserta LKTD HIMA PGSD UHAMKA mendapatkan pengalaman yang sangat berharga untuk lebih memperhatikan lagi apa yang dititipkan kepada kami agar kedepannya kami menjadi seseorang yang amanah dalam hal sekecil apapun.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalahnya ialah sebagai berikut:

  1. Apa tujuan dalam mengikuti kegiatan LKTD?
  2. Apa saja materi yang di dapat selama tiga hari kegiatan LKTD?
  3. Apa manfaat dari materi yang di dapat saat kegiataan LKTD?

C. Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penulisannya ialah sebagai berikut:

  1. Untuk mengetahui tujuan dalam mengikuti kegiatan LKTD
  2. Untuk mengetahui dan memahami lebih dalam materi yang di dapatkan saat

kegiataan LKTD

  • Untuk mengetahui apa manfaat yang dapat diperoleh dari materi yang di dapatkan saat kegiatan LKTD

BAB II

PEMBAHASAN

A. Tujuan Dalam Mengikuti Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD)

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) wajib diikuti bagi Mahasiswa yang akan mengikuti atau menjadi kader Himpunan Mahasiswa khususnya pada Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar UHAMKA yang dimana kegiatan ini sangat penting untuk menjadi sebuah penanaman pengetahuan dasar mengenai beberapa hal yang disampaikan di dalam kegiatan LKTD tersebut.

LKTD ini juga menjadi suatu ajang untuk saling mengikat satu sama lain dalam lingkaran yang saling membantu bersama serta berproses untuk mengembangkan potensi yang ada di dalam diri masing-masing. Dengan hal-hal itulah yang menjadikan LKTD yang telah dilaksanakan ini sebagai suatu bukti nyata bahwa para calon kader Himpunan Mahasiswa PGSD UHAMKA ini untuk melanjutkan rangkaian kegiatan sampai kepada kepengurusannya di periode selanjutnya.

B. Materi Pada Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar Himpunan Mahasiswa

Selama tiga hari kegiatan LKTD ada beberapa materi yang disampaikan oleh pemateri

yaitu diantaranya ialah:

  1. Keprodian oleh Ibu Ika Yatri, di materi ini Ibu Ika memberikan materi mengenai prodi PGSD UHAMKA yang dimana prodi PGSD ini sudah mendapatkan akreditasi A. Selain itu, prodi PGSD juga banyak memiliki keunggulan yang dapat diterima oleh para mahasiswanya.
  2. Rektorika Dasar oleh Kak Rifka, di materi ini Kak Rifka memaparkan materi tentang seni dalam berbicara yang didasari oleh bakat yang terus dapat dilatih. Dengan memiliki kemampuan rektorika yang baik maka cara bersosialisasi pun menjadi lebih mudah.
  3. Managemen Waktu oleh Kak Putri, dalam pemaparan materi ini Kak Putri menjelaskan bagaimana cara yang baik dalam mengatur waktu yang dimiliki oleh setiap manusia supaya dapat mengoptimalkan apa yang dikerjakan.
  4. Managemen Organisasi oleh Kak Tulus, dalam pemaparan materi ini Kak Tulus memberikan gambaran bagaimana cara mengatur, merencanakan, memimpin, dan mengawasi hal-hal yang berkaitan dengan organisasi.
  5. KM UHAMKA oleh Kak Sri Agustina, pada materi ini dijelaskan bahwa KM (Keluarga Mahasiswa) UHAMKA merupakan suatu wadah untuk menjadi pemersatu mahasiswa yang bersifat legal dan formal. KM UHAMKA memiliki trias politika yang diantaranya ialah:
    1. Lembaga Legislatif yang terdiri dari MPM UHAMKA dan DPM Fakultas,
    1. Lembaga Ekskutif yang terdiri dari BEM Universitas, BEM Fakultas, dan Himpunan Mahasiswa,
    1. Lembaga Yudikatif yang terdiri dari Mahkamah Mahasiswa (MM).
  6. Kepemimpinan dalam Islam oleh Bang M. Azhar Nawawi, dalam pemaparan materinya Bang Azhar memberikan contoh kepemimpinan dari K.H. Ahmad Dahlan yang selalu memperhatikan etos kerjanya yang berdasarkan syariat Islam.
  7. Administrasi Kelembagaan oleh Kak Wulan, dalam pemaparan materi ini dijelaskan bahwa administrasi kelembagaan itu berfungsi untuk mengatur suatu hal yang ada disuatu lembaga. Ada surat menyurat, kearsipan, keanggotaan, inventaris, dokumen organisasi, proposal, laporan pertanggungjawaban kegiatan (LPK), proker rancangan anggaran pendapatan belanja (RAPB).
  8. Teknik Persidangan oleh Kak Ridha Aulia Putri, pada pemaparan materi teknik persidangan dijelaskan bagaimana persidangan dan sistematikanya sehingga menjadi pengetahuan baru yang sangat berarti.
  9. Pendidikan Kritis oleh Kak Panji Nugroho, pendidikan kritis yang dijelaskan oleh Kak Panji ialah pendidikan yang terus berkembang serta mengedepankan akal serta pikiran.
  10. Managemen Aspirasi oleh Kak Ega Januardi, pada pemaparan materi ini dijelaskan bahwa aspirasi merupakan suatu aksi dalam menuangkan suatu gagasan atau opini. Sebagai mahasiswa memberikan dan menyampaikan aspirasi merupakan hal yang sangat penting karena mahasiswa memiliki peranan penting dalam menyampaikan aspirasi dari masyarakat.

C. Manfaat dari materi LKTD

Manfaat yang di dapatkan dari beberapa materi yang diberikan saat kegiatan LKTD ialah pengetahuan dasar mengenai berbagai hal penting yang akan diterapkan di kehidupan. Materi yang diberikan memiliki manfaatnya masing-masing sehingga bagaimana cara untuk menerapkannya kembali kepada diri sendiri dan bagaimana cara supaya dampak baik itu hadir ialah dengan memahami lebih dalam serta terus menganalisis pengetahuan baru yang terkait materi yang sudah diberikan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) periode 2022-2023 yang dilaksanakan selama tiga hari dua malam untuk membangun nilai kepemimpinan serta kebersamaan dari para calon kader HIMA PGSD itu sendiri. Kegiatan LKTD ini memiliki tujuan yang memang diperuntukkan bagi mahasiswa PGSD pada semester satu untuk menjadi awal dalam mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa. Dari berbagai kegiatan selain pemaparan materi yang sudah dijelaskan ialah bagaimana praktek dan berkolaborasi dengan sesama dalam berdiskusi serta mengeluarkan pendapat melalui forum diskusi maupun debat. Praktik dalam beberapa materi yang didapat juga sangat membantu untuk lebih memahami apa yang telah disampaikan oleh pemateri.

B. Saran

Serangkaian kegiatan LKTD yang telah dilaksanakan sudah sangat baik dan diatur sedemikian rupa supaya seluruh kegiatan yang sudah direncanakan tetap terlaksana sesuai waktunya.

Devi Permatasari

KELAS : 1f

NIM : 2101025130

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kepemimpinan merupakan kemampuan seseorang dalam mempengaruhi, membina, mengarahkan orang-orang yang dipimpin dalam mencapai tujuan bersama, berkaitan dengan hal yang dipimpin. Pemimpin juga memberi contoh atau panutan yang baik bagi yang dipimpin.pemimpin yang hebat dan berjiwa PESAT itu harus bertanggungjawab terhadap tugasnya,jujur dll.contohnya pada suatu organisasi pasti memerlukan pemimpin yang hebat dan berjiwa yang PESAT(besar),karena sebagai pemimpin kita harus bisa menghadapi rintangan,masalah yang dihadapi dan dari rintangan maupun masalah yang melandai kita sebagai pemimpin yang hebat dan berjiwa yang pesat (besar) harus mencari jalan keluar yang baik untuk tercapainya tujuan ,sasaran,dll bersama.didalam organisasi atau disebuah kumpulan kelompok sebagai pemimpin harus memperhatikan,mengawasi dengan sungguh-sungguh kepada anggotanya agar terjadinya suatu organisasi atau suatu kelompok yang damai dan sejahtera.

Dalam suatu organisasi atau kelompok pemimpin itu memiliki ukuran dalam mencapai keberhasilan . Ukuran utama keberhasilan seorang pemimpin adalah seberapa cepat dan seberapa efektif organisasi mampu mencapai visinya. Organisasi yang dimaksud tentu adalah orang-orang yang ada di dalam organisasi. Untuk dapat mencapai tujuan yang efektif ini pemimpin melakukan berbagai kegiatan kepemimpinan. Kegiatan kepemimpinan tersebut biasa disebut dengan kepemimpinan operasional dan kepemimpinan organisasi. Kepemimpinan operasional berkaitan dengan bagaimana seorang pemimpin merancang pencapaian visi, sedangkan kepemimpinan organisasi berkaitan dengan bagaimana seorang pemimpin menggerakan orang-orang yang ada di organisasi untuk mencapai visi organisasi.

Ukuran utama lainya dari keberhasilan kepemimpinan adalah seberapa mampu pemimpin organisasi mensejahterahkan orang-orang yang ada di dalam organisasi. Kesejahteraan akan sangat terkait dengan pendapatan orang-orang yang ada di dialam organisasi, mulai dari level terendah sampai dengan anggota organisasi pada level tertinggi, peralatan kerja yang digunakan, fasilitas kerja untuk memperlancar pekerjaan, sampai pada tingkat kebahagiaan orang-orang yang ada di dalam organisasi. Untuk mencapai kesemua hal tersebut pemimpin tidak mungkin akan terjadi secara otomatis, pemimpin harus merencanakannya untuk dapat mencapai tingkat kesejahteraan tertentu. Dalam prosesnya kemudian diperlukan sumber daya yang ada dalam organisasi. Pencapaian visi tidak mungkin bisa dilakukan sendirian oleh pemimpin,sebagai pemimpin yang hebat dan jiwa yang PESAT pasti memerlukan bantuan. Yaitu dengan dibantu dan digerakkan oleh para bawahan. Untuk bisa menggerakan bawahan tentu diperlukan daya dorong yang dapat memenuhi kebutuhan dan harapannya. Sebagian besar orang dewasa yang bekerja adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, untuk itulah organisasi harus mampu menjamin bahwa orang-orang

yang ada di dalam organisasi terpenuhi kebutuhan hidupnya dengan baik. Untuk itu kemudian organisasi biasanya akan menyusun skema gaji, tunjangan, remunerasi, bonus, fasilitas, dan pendapatan-pendapatan lainnya dengan tujuan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan memberikan kesejahteraan hidup kepada orang-orang yang ada didalam organisasi. Dengan adanya kesejahteraan ini diharapkan orang-orang yang ada di dalam organisasi akan lebih konsentrasi bekerja dan memikirkan pekerjaannya sepanjang hari, yang mungkin akan berlangsung seumur hidupnya. Sebagaimana yang telah pelajari dalam kegiatan LKTD waktu itu,bahwa menjadi pemimpin yang hebat dan berjiwa PESAT itu harus bisa mengatur,mengayomi anggotanya,bertanggungjawab,memotivasi dll.

B. Rumusan Masalah

  1. Mengapa harus menjadi pemimpin yang hebat dan berjiwa PESAT( besar)?
  2. Apa yang harus dilakukan jika seorang pemimpin yang hebat berjiwa pesat dalam menghadapi masalah yang dihadapi?
  3. Bagaimana caranya seorang pemimpin yang hebat berjiwa pesat untuk mencapai tujuan atau visi tersebut?
  4. Nilai-nilai apa saja yang harus ditempuh oleh seorang pemimpin?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu agar saya tahu bagaimana menjadi pemimpin yang hebat dan berjiwa yang PESAT,yang bisa bertanggungjawab,mengayomi anggotanya dll.dan bukan itu saja tujuan dari pembuatan makalah ini untuk saya memperjelas dan memperdalam agar menjadi seorang pemimpin,ambil dari contoh dan pembelajaran dari kegiatannya LKTD waktu itu.bahwasannya jadi seorang pemimpin itu harus mengikuti hadis atau sunnah dari nabi Muhammad saw.dan menjadi pemimpin itu harus bisa mengatur waktu dan harus amanah dalam menjalankan tugasnya.

Bab II

Pembahasan

Jadi penjelasan dari pemimpin yaitu seseorang yang bertindak mempengaruhi orang lain lebih dari tindakan orang lain mempengaruhi dirinya,bahkan bisa dijelaskan bahwa pemimpin itu suatu orang yang bisa mengatur,mengayomi,memberikan motivasi,yang bisa menjaga amanat dll.hebat artinya kuat, bagus,dan pokoknya dasyat.sedangkan jiwa yang pesat yaitu jiwa yang besar,pemikiran yang luas,dan bagus.jadi bisa dikatakan bahwa pemimpin yang hebat dan jiwa yang pesat yaitu pemimpin yang bertanggungjawab ,mempunyai wawasan yang luas,bisa mengatur anggotanya dengan baik,bisa mengatur waktu,bisa menjaga dan amanat terhadap kerjaannya, bisa memotivasi anggotanya dll.

Sebagaimana yang saya ketahui dari adanya kegiatan lktd waktu itu tentang kepemimpinan.jadi pemimpin yang baik,yaitu pemimpin yang mengikuti sunnah rasul.dan menjadi pemimpin itu harus adil,mempunyai ilmu,jujur,bertanggungjawab dll.jika ada yang bertanya kenapa harus menjadi pemimpin yang hebat berjiwa pesat? Jawabannya gampang karena pasti sebagai pemimpin itu pasti dan harus memiliki ilmu dan wawasan yang luas,bisa menjalankan tugasnya dengan baik,berani mengambil keputusan dan harus berlaku adil dan juga harus bisa memotivasikan untuk anggotanya.bagaimana seorang pemimpin jika menghadapi masalah? Ya menjadi pemimpin yang hebat dan berjiwa pesat pastinya jika sedang menghadapi masalah dia akan mencari jalan keluar dan solusi yang baik dan juga ia pasti bermusyawarah dengan anggotanya untuk mencari solusi,dan ia berani bertindak yang baik agar permasalahan selesai .

Cara pemimpin yang hebat berjiwa pesat ini dalam mencapai tujuannya beliau dengan cara memberikan arahan yang terbaik kepada anggotanya,bisa merangkul anggotanya,membuat solusi yang terbaik jika sedang ada masalah,bertanggungjawab,jujur,dapat memberikan contoh yang baik terhadap bawahannya,menyusun rencana yang jelas,dan membuat visi dan misinya yang jelas agar tercapainya tujuan yang jelas juga.nilai-nilai dalam pemimpin sendiri yaitu harus integritas,jujur,bertanggungjawab,adil dll.

Jadi sebagai pemimpin juga tidak boleh seenaknya tetapi yang telah dijelaskan waktu itu,dan setau saya pas waktu kegiatan LKTD waktu itu jadi pemimpin itu harus tegas,berwibawa,mempunyai ilmu yang luas,jujur,amanat terhadap pekerjaannya,adil ,bisa memberikan contoh yang baik terhadap bawahannya,dan mempunyai visi dan misi ya.

BAB III

Penutup

A. Kesimpulan

Jadi sebagai pemimpin yang hebat berjiwa yang pesat itu harus mempunyai wawasan dan ilmu yang luas,bahkan bukan hanya itu saja ,tetapi menjadi pemimpin itu harus bertanggungjawab,adil,jujur,berwibawa,dan bisa memberikan contoh yang baik juga untuk anggotanya.sebagai pemimpin itu harus bisa mengatur dan mensejahterakan anggotanya.jika sedang ada masalah atau konflik sebagai pemimpin kita harus bisa menyelesaikannya itu dengan baik,dan mencari jalan keluar ya yang baik pula.jangan menjadi pemimpin yang seenaknya ,tetapi menjadi pemimpin itu harus tegas dan berjiwa pesat juga.

B. Saran

Semoga bisa menjadi pemimpin yang baik ,hebat dan berjiwa pesat dan juga berani mengambil tindakan,bisa menyelesaikan tugasnya dengan baik pula,dan bisa memberikan contoh yang baik juga.

Amelia Zalza Septiani

 KELAS : 1I

NIM : 2101025032

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Himpunan Mahasiswa (HIMA) adalah organisasi kemahasiswaan sebagai lembaga eksekutif di tingkat program studi, yang hanya melaksanakan kegiatan penalaran dan keilmuan. Salah satu himpunan mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka (UHAMKA) yaitu HIMA PGSD. Untuk menjadi anggota HIMA PGSD di UHAMKA harus melewati beberapa proses kegiatan salah satunya adalah kegiatan Latihan kepemimpinan tingkat dasar (LKTD) yang belum lama telah dilaksanakan pada tanggal 28-30 Januari 2022. Kegiatan LKTD yang dilaksanakan oleh HIMA PGSD UHAMKA tersebut mengusung tema “KEPEMIMPINAN HEBAT YANG BERJIWA PESAT”

Dalam kegiatan LKTD para cakader dituntun dan dibina agar dapat menanamkan sikap yang PESAT itu, mulai dari produktif dengan terus berkarya dan menghasilkan sesuatu yang ada manfaatnya baik untuk diri sendiri maupun untuk orang lain. Cakader juga harus menanamkan sifat responsif agar para cakader dapat berani menanggapi atau mengeluarkan pendapat yang berkualitas. di HIMA PGSD UHAMKA juga mengutamakan nilai keagamaan, maka dari itu para cakader diharuskan menjadi seseorang yang agamis. Dan yang terakhir adalah sifat tanggung jawab atas segala sesuatu yang dilakukan harus ditanamkan di dalam diri cakader.

B. Rumusan Masalah

  1. Bagaimana proses kegiatan LKTD tersebut berlangsung?
  2. Apa saja yang diperoleh dari kegiatan tersebut?
  3. Bagaimana kesan dalam mengikuti kegiatan tersebut?

C. Tujuan

Tujuan utama penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas output LKTD Himpunan Mahasiswa PGSD UHAMKA. Selain itu saya menulis makalah ini untuk sharing tentang pengalaman dan apa saja yang saya rasa atau saya dapatkan selama kegiatan LKTD berlangsung.

BAB II

PEMBAHASAN

Pada tanggal 28 hingga 30 Januari 2022 Himpunan Mahasiswa PGSD UHAMKA melaksanakan kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar dengan tema “KEPEMIMPINAN HEBAT YANG BERJIWA PESAT”. Pada hari pertama para peserta LKTD kumpul di kampus pada pukul 06.00 kemudian melakukan registrasi peserta. Kegiatan dimulai dengan sambutan ketua umum, dilanjut dengan sambutan kaprodi, kemudian laporan ketua pelaksana. Setelah sambutan selesai selanjutnya ada sesi pemaparan materi.

Di hari pertama terdapat lima materi yaitu keprodian, retorika dasar, manajemen waktu, manajemen organisasi, dan konstitusi KM UHAMKA. Semua materi dipaparkan secara jelas dan rinci oleh masing-masing narasumber, tetapi materi yang paling menarik bagi saya di hari pertama ini adalah materi retorika dasar karena materi ini membantu banget untuk saya yang ingin belajar public speaking. Materi konstitusi KM UHAMKA juga termasuk yang paling menarik karena didalam materi itu dijelaskan tentang macam-macam organisasi atau kegiatan kemahasiswaan yang ada di UHAMKA.

Pada hari kedua sama seperti hari pertamana, para cakader diberikan lima materi. Paginya sebelum materi dilakukan senam bersama terlebih dahulu. Selesai senam lanjut sarapan. Selesai sarapan baru dilanjut dengan materi yaitu materi kepemimpinan dalam islam, administrasi kelembagaan, teknik persidangan, pendidikan kritis, dan yang terakhir materi manajemen aspirasi. Materi Teknik persidangan adalah materi yang cukup sulit bagi saya tetapi sangat seru karena kita langsung diajarkan bagaimana proses persidangan berlangsung. Dan untuk materi Pendidikan kritis sebenarnya sangat menarik tetapi karena keterbatasan waktu jadinya narasumber tidak menjelaskan materi secara keseluruhan.

Dan pada hari ketiga adalah hari terakhir diisi dengan kegiatan yang sangat seru mulai dari renungan malam, games, hingga inagurasi. Yang paling seru dan mengharukan ketika renungan malam adalah saat semua menyanyikan jingle HIMA PGSD. Dan yang paling tidak terlupakan dalam kegiatan LKTD ini adalah saat inagurasi dimana hujan menjadi saksi saat para cakader HIMA 2022/2023 membacakan sumpah. Saat proses inagurasi selesai para kader tahun 2022/2023 juga diperkenalkan dengan para demisioner.

Kegitan LKTD ini sangat berkesan bagi saya, memang pada awalnya saya merasa deg-degan dan grogi tapi karena kakak fasil dan seluruh kakak-kakak lainnya yang terlibat dalam kegiatan ini baik-baik dan asik-asik maka rasa deg- degan saya hilang. Dari kegiatan ini saya belajar banyak hal mulai dari materi yang sudah disampaikan hingga kegiatan lainnya yang juga mengajarkan saya untuk lebih disiplin, tepat waktu, kerja sama, kekeluargaan, dan masih banyak lagi . Dari kegiatan ini juga menjadi tempat saya untuk menambah relasi karena dari sini saya dapat mengenal lebih banyak teman-teman seangkatan bahkan mengenal kakak- kakak senior di HIMA PGSD UHAMKA

BAB III

PENUTUP

 A. Kesimpulan

Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar HIMA PGSD UHAMKA selama tiga hari berlangsung dengan lancar, seru, disiplin, dan mengharukan. Terdapat sepuluh materi yang disampaikan dalam kegiatan tersebut dan yang paling saya suka adalah materi retorika dasar dan manajemen aspirasi. Kegiatan tersebut memang cukup melelahkan tetapi karena para kakak dan tim pelaksana mengajak para kader 2022/2023 melakukan ice breaking sehingga rasa lelah berkurang. Di kegiatan ini kita tidak hanya mendengarkan materi, kita juga bermain game, senam bersama, diskusi, debat, tata cara sidang, belajar mengeluarkan aspirasi, public speaking, dan lain-lain. Dalam kegiatan LKTD ini juga mengutamakan kegiatan kegamaan, mulai dari sholat lima waktu, tahajud, kultum, dan hapalan surah pendek serta hadis.

B. Saran

Pelaksanaan kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar Himpunan Mahasiswa PGSD UHAMKA tahun 2022 sangat mengesankan. Saya berharap kegiatan LKTD yang berikutnya lebih seru lagi dengan anggota kepengurusan yang baru. Dan semoga pandemi segera berakhir sehingga kegiatan LKTD ditahun yang akan datang dapat dilaksanakan di luar kampus seperti tahun-tahun sebelumnya.

Lusi Tri Anggraeni

KELAS : 1i

NIM    : 2101025184

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kepemimpinan sangatlah penting bagi kehidupan dan dapat memberikan dampak yang positif untuk masa yang akan datang. Secara tidak langsung sebenarnya diri sendiri sudah memiliki sifat kepemimpinan sejak kecil yaitu, memiliki arah tujuan hidup atau sering disebut dengan cita-cita atau harapan.

Pemimpin adalah seseorang yang dipercaya bisa memimpin suatu kelompok atau organisasi. Menjadi seorang pemimpin dalam islam harus mempunyai sifat keadilan (adil), jujur, menyampaikan (tabliq), dapat dipercaya (amanah), menjunjung kebenaran (sidiq), dan pintar (fathanah).

Selain itu, sebagai seorang pemimpin dan anggota dalam suatu kelompok atau organisasi juga harus mempunyai dan menanamkan sifat PESAT yaitu, (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab). Agar terciptanya suatu kelompok atau organisasi yang saling menjaga satu sama lain agar terhindar dari hal yang buruk.

B. Rumusan Masalah

Yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Apakah penting mempunyai sifat kepemimpinan dalam diri sendiri?
  2. Apakah penting bagi seorang pemimpin mempunyai dan menanamkan sifat PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung jawab)?
  3. Bagaimana sifat bagi seorang pemimpin dalam menghadapi dan mengatasi sebuah masalah yang ada dalam kelompok atau organisasi?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan dari makalah ini adalah sebagai berikut:

  1. Menambah wawasan dan melatih kemampuan dalam kepemimpinan bagi diri sendiri, kelompok maupun organisasi.
  2. Sebagai suatu motivasi bagi diri sendiri ketika sudah diamanahkan untuk menjadi seorang pemimpin.
  3. Dapat mengetahui dan mengatasi bagaimana cara untuk menghadapi sebuah masalah yang ada dalam sebuah kelompok atau organisasi.

BAB II

PEMBAHASAN

Kepemimpinan adalah sebuah proses dimana pemimpin atau kader menjadi pengaruh yang besar dan berdampak positif bagi para pengikutnya. Yang mempunyai tujuan yang sama dan menginginkan sebuah perubahan nyata yang mencerminkan dari tujuan bersamanya. Dan tanpa ada suatu paksaan untuk mencapai suatu tujuan.

Sifat kepemimpinan secara tidak langsung sudah ada dalam diri sendiri yaitu, memiliki arah tujuan hidup atau sering disebut dengan dengan cita-cita atau harapan. Menjadi seorang pemimpin dalam harus mempunyai dan menanamkan 4 sifat kepemimpinan Rasulullah SAW, yaitu:

  1. Sidiq (benar) adalah sebagai seorang pemimpin harus berbicara yang jujur, baik dan benar.
  2. Amanah (bisa dipercaya) adalah sebagai seorang pemimpin harus tetap amanah dalam menjalankan tugasnya.
  3. Tabliq (menyampaikan) adalah sebagai seorang pemimpin harus cermat dalam mengemas komunikasi yang baik dan benar.
  4. Fathanah (cerdas) adalah sebagai seorang pemimpin harus mempunyai idea yang gemilang untuk menuju suatu perubahan.

Selain itu, sebagai seorang pemimpin juga harus mempunyai dan menanamkan sifat PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab), yaitu:

  1. Produktif adalah sebagai seorang pemimpin dalam melakukan suatu hal atau kegiatan yang berdampak yang baik dan positif bagi dirinya sendiri, anggotanya, maupun orang disekitarnya dan mewujudkan suatu idea maupun karya. Sifat produktif bertujuan untuk mencapai suatu tujuan bersama.
  2. Edukatif adalah sebagai seorang pemimpin mempunyai sifat yang mendidik dan cerdas dalam menyikapi suatu hal atau suatu permasalahan, mengambil tindakan atau resiko.
  3. Responsif adalah sebagai seorang pemimpin mempunyai sifat yang cepat tanggap dalam mengetahui maupun menghadapi suatu permasalahan. Agar mampu menangani suatu permasalahan lebih awal agar tidak berdampak besar.
  4. Agamis adalah sebagai seorang pemimpin harus menanamkan nilai keagamaan, yaitu: keimann, ibadah, akhlak, bertanggung jawab, toleransi, dan saling menghormati antar sesama manusia.
  5. Tanggung Jawab adalah sebagai seorang pemimpin dalam melakukan suatu tindakan harus didasari dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Sehingga dapat menimbulkan rasa semangat dan kepercayaan bersama.

Sebagai seorang pemimpin dalam menghadapi dan mengatasi suatu permasalahan yaitu: mendefinisikan masalah atau mencari tahu sumber permasalahan, mencari solusi, mengevaluasi solusi tersebut, mengambil keputusan dan bertindak.

Kesan LKTD: pada saat mengikuti kegiatan LKTD ini rasanya campur aduk. Dan banyak sekali pelajaran yang saya dapat seperti: rasa kekeluargaan, kerja sama, saling melindungi dan saling melengkapi. Selama kegiatan ini kami diberikan 10 materi, yaitu: kekaprodian, retorika dasar, manajeman waktu, manajeman organisasi, km uhamka, kepemimpinan dalam islam, administrasi kelembagaan, teknik persidangan, pendidikan kritis, dan manajeman aspirasi. Setiap materi kita diberikan waktu berdiskusi kelompok untuk menjelaskan secara singkat tentang materi tersebut. Dan materi tersebut pasti sangat bermanfaat. Selama 3 hari saya sangat senang melihat kakak-kakak yang menginspirasi dan hebat, serta teman- teman yang mengikuti kegiatan ini dan menjadikan saya lebih semangat. Semoga dengan kegiatan ini bisa memberikan manfaat dan menjadikan pemimpin yang selalu menanamkan nilai agama, nilai kepemimpinan, selalu mendengarkan aspirasi, dan selalu memberikan idea untuk mengembangkan serta meningkatkan suatu organisasi.

Pesan LKTD: terimakasih untuk kakak-kakak yang telah membimbing dan menginspirasi. Semoga acara LKTD ini terus diadakan untuk menjadikan para kader yang memiliki wawasan tentang kepemimpinan dalam berorganisasi.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kepemimpinan mrupakan peran penting dalam pengembangan dan peningkatan dalam organisasi, karena tanpa kepemimpinan yang baik akan sulit untuk mencapai tujuan bersama. Sifat kepemimpinan secara tidak langsung sudah ada dalam diri sendiri yaitu, memiliki arah tujuan hidup atau sering disebut dengan cita-cita atau harapan.

B. Saran

Semoga dengan selesainya karya ilmiah ini, diharapkan agar para pembaca dapat lebih mengetahui dan memahami tentang kepemimpinan dalam berorganisasi. Untuk itu, saya mohon maaf apabila dalam karya ilmiah ini terdapat beberapa kesalahan baik dari isi maupun cara penulisan. Kritik dan saran saya harapkan untuk memperbaiki karya ilmiah agar lebih baik.

HALIZA SALMA MAULIDA

KELAS : 1D

NIM : 2101025158

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Apa itu kepemimpinan? Kepemimpinan adalah sebuah kekuatan atau kemampuan yang ada di dalam diri seseorang. Sikap kepemimpinan tersebut digunakan ketika memimpin. Salah satu pengaruh yang ditimbulkan dati sikap kepemimpinan tersebut adalah dapat mempengaruhi seseorang. Pengaruh yang diberikan ini dimaksudkan di dalam sebuah pekerjaan atau organisasi. Hal itu dikarenakan umumnya sikap kepemimpinan dibutuhkan seseorang dalam memimpin sebuah pekerjaan atau organisasi. Pada kali ini HIMA PGSD mengusung tema kepemimpinan hebat yang berjiwa pesat. Pesat ini merupakan singkatan dari kata :

  • Produktif
    • Edukatif
    • Responsif
    • Agamis
    • Tanggungjawab

B. Rumusan Masalah

Bagaimana kegiatan LKTD di kampus secara offline berlangsung dengan baik?

C. Tujuan Penulisan

Saya menulis makalah ini untuk memenuhi tugas setelah mengikuti kegiatan LKTD, sebagai pengalaman selama mengikuti kegiatan LKTD di kampus secara offline serta manfaat selama LKTD yang didapat selama di 3 hari di kampus

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hari Pertama LKTD (Jumat, 28 Januari 2022)

Datang ke kampus tepat jam 05.30, kemudian scan barcode dan melakukan cek suhu. Setelah itu, kita diarahkan untuk memeriksa persyaratan yang harus

dibawa dari rumah. Kita mengikuti arahan yang telah diberikan oleh kakak-kakak panitia. Disana kita mengikuti kegiatan pembukaan, lanjut masuk ke sesi materi. Di hari pertama ini kita mendapatkan 5 materi tentang Ke-prodian, Retorika Dasar, Manajemen Waktu, Manajemen Organisasi, dan Konstitusi KM UHAMKA.

Pada materi ke-prodian yang di jelaskan oleh Ibu Ika Yatri M. Pd, disana beliau menjelaskan bahwa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah menganut sistem Catur Dharma bukan Tri Darma. Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, terdapat Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan penguatan Al- Islam Kemuhammadiyahan. Kurikulum yang digunakan yaitu SN Dikti (Standar Nasional Pendidikan Tinggi), KKNI (Kerangka Kurikulum Indonesia), MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang merupakan program unggul pemerintah).

Materi ke-2 tentang Retorika Dasar yang disampaikan oleh Kak Rifqah Khairunnisa. Retorika adalah kesenian untuk berbicara baik yang dipergunakan dalam proses komunikasi. Retorika Dasar merupakan suatu gaya atau seni berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alam atau talenta maupun keterampilan teknis. Retorika sangat berperan penting bagi kehidupan manusia dalam berkomunikasi dengan orang lain. Jenis-jenis dalam retorika yaitu Monologica yaitu berbicara sendiri seperti berbicara didepan kaca dan Dialogica yaitu berbicara dengan orang lain seperti kegiatan debat, ceramah, maupun kegiatan drama. Ada beberapa prinsip untuk berkomunikasi yang efektif yaitu Respect (Sikap hormat dan menghargai), Emphaty (Paham situasi orang lain), Audible (Dapat didengar dan dimengerti), Clarity (Kejelasan), dan Humble (Rendah hati).

Materi ke-3 tentang Manajemen Waktu yang disampaikan oleh Kak Putri Marantika S.Pd. Didalam manajemen waktu kita diajarkan untuk mengatur waktu

dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Manajemen waktu adalah suatu proses untuk melakukan kontrol atas waktu dengan batas tertentu dalam melakukan tugas tertentu. Ada beberapa strategi untuk manajemen kan waktu yaitu sediakan waktu untuk mengevaluasi, mengatur tujuan, delegasi tugas, membuat daftar prioritas, melakukan hal yang paling penting terlebih dahulu, menciptakan rutinitas setiap pagi, memiliki prinsip waktu, dan memberikan waktu untuk diri sendiri.

Materi ke-4 tentang Manajemen Organisasi yang disampaikan oleh Pak Tulus Setio Pamuji. Manajemen organisasi adalah suatu proses dalam merencanakan dalam pengambilan suatu keputusan dalam pengorganisasian untuk mencapai tujuan organisasi. Fungsi manajemen organisasi yaitu Planning (Perencanaan),

Organization (Perorganisasian), Actuating (Leading), dan Controling (Pengawasan). Yang diorganisasi kan dalam manajemen organisasi ada dua yaitu Sumber SDM (Kepengurusan Organisasi, Keanggotaan, Partisipasi) dan Sumber non SDM (Sekretariat, Waktu dan agenda Kegiatan, Sumber Anggaran atau Kas Organisasi). Ada 2 macam konflik yaitu dapat merusak dan membangun.Penanganan konflik yaitu dengan cara kompromi, kolaborasi, akomodasi.

Materi ke-5 tentang Konstitusi KM UHAMKA yang disampaikan oleh Kak Sri Agustina. Konstitusi adalah suatu bentuk aturan, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan dan konvensi kenegaraan. Konstitusi KM UHAMKA adalah suatu peraturan atau landasan-landasan yang berlaku didalam KM UHAMKA itu sendiri. Kedudukan

KM UHAMKA merupakan kelengkapan non-struktural pada organisasi HIMA. Trias Politika UHAMKA yaitu:

1.         Legislatif terdapat

 –          Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM UHAMKA) tingkat Universitas

 –          Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM UHAMKA) tingkat Fakultas

2.         Eksekutif

–           Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM Univ Uhamka) tingkat Universitas

–           Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F Uhamka) tingkat Fakultas

–           Himpunan Mahasiswa (HIMA) tingkat prodi

Dulu ada Komunitas Ilmiah dengan nama Komunitas Pena seperti karya ilmiah

3.         Yudikatif

–           Mahkamah Mahasiswa

Bentuk pemerintahan KM UHAMKA adalah pemerintahan presidensial dengan asas desentralisasi (pada tingkat fakultas).

B.        Hari Kedua (Sabtu, 29 Januari 2022)

Dipagi hari kita melakukan senam bersama, setalah senam kita masuk ke sesi materi. Terdapat 5 materi tentang Kepemimpinan dalam Islam, Administrasi Kelembagaan, Teknik Persidangan, Pendidikan Kritis, dan Menyampaikan Aspirasi.

Materi ke-6 tentang Kepemimpinan dalam Islam yang disampaikan oleh M.Azhar Nawawi, S.Pd. Kepemimpinan dalam Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah seperti Al-Qur’an, Hadits dan Sunnah. Terdapat 4 sifat kepemimpinan Rasulullah yang harus kita terapkan yaitu Siddiq (Benar atau nyata dalam berkata), Amanah (Dapat dipercaya), Tabligh (Menyampaikan), Fathonah (Cerdas). Problem dalam kepemimpinan yaitu Crab Mentality dimana sikap seseorang yang menghalangi keberhasilan orang lain. Kunci sukses menurut Aristoteles yaitu pemimpin harus mempunyai cara berpikir menengah seperti tidak memihak yang satu dengan yang lainnya, bersikap berani dalam melakukan sesuatu yang benar diwaktu yang tepat dengan landasan yang tepat, serta memiliki sikap adil yaitu tidak memihak satu dengan yang lain.

Materi ke-7 tentang Administrasi Kelembagaan. Didalam administrasi kelembagaan kita diajarkan dalam membuat surat dan kearsipan. Terdapat 2 jenis surat yaitu Umum (ditujukan untuk orang banyak baik dalam organisasi yang memiliki unsur untuk mengajak) dan Khusus (memiliki bentuk sendiri dan tidak memiliki pencantuman seperti surat ketetapan, sertifikat, dan mandat). Bagian- bagian surat yaitu kepala surat, tanggal surat, nomor surat, lampiran surat, perihal surat, alamat surat, permulaan surat, isi surat, penutup surat, dan kaki surat. Proposal adalah rencana kerja yang ditulis secara sistematis dan terperinci dengan bentuk formal. Proposal dibuat untuk mengajukan dana dalam program kerja tertentu. Pengarsipan proposal dirangkap menjadi 3 buah untuk diserahkan ke pimpinan dekan, bag.keuangan, DPM, dan arsip lembaga.

Materi ke-8 tentang Teknik Persidangan yang disampaikan oleh Kak Rida Aulia Putri. Persidangan adalah forum formal yang diselenggarakan instansi terkait untuk membicarakan, memutuskan, dan menetapkan sesuatu. Istilah-istilah dalam sidang yaitu Forum (Syarat sah jumlah peserta sidang), Skorsing (Memberhentikan sidang dengan waktu tertentu dan alokasi waktu tertentu), Pending (Menghentikan sidang sementara dengan alokasi waktu tertentu), Lobiying (Diskusi antar peserta sidang yang disaksikan oleh PIMDANG), Voting (Pengambilan Keputusan suara terbanyak dari peserta penuh), Konsiden, Prosiding (Hasil ketetapan sidang yang telah ditentukan), Wolk out, TK, PK, Interupsi (Memotong pembicaraan peserta).

Materi ke-9 tentang Pendidikan Kritis yang disampaikan oleh Pak Panji Nugroho. Paradigma pendidikan yang humanisme membicarakan tentang kemanusiaan dan tidak dipaksa. Pendidikan memiliki peran penting dalam perubahaan masyarakat. Pendidikan gaya kolonial seperti sekolah merefleksikan kepentingan penjajah, aspirasi dan kebutuhan yang terjajah, terdapat sistem kolonial, yaitu seseorang diasingkan dari budaya aslinya. Ada beberapa dampak kolonialisme yaitu termiskin-kan, terbodohkan, tertindas, terjajah, dan terbelakang. Pendidikan seharusnya menjadi kekuatan sebagai penyadar dan pembebas umat manusia dari kondisi ketertindasan.

Materi ke-10 tentang Manajemen Aspirasi. Inspirasi yaitu adanya suatu dorongan manusia untuk melakukan sesuatu, sedangkan Aspirasi yaitu dimana kita menuangkan apa yang sudah kita analisis berdasarkan data maupun sumber dan bisa dipertanggungjawabkan. Keuntungan dari aspirasi yaitu mengasah kemampuan untuk berpikir, belajar mempertajam analisis, dan meningkatkan kepekaan. Sasaran atau goal dari aspirasi yaitu menjalankan peran sebagai penggerak, memperjuangkan kepentingan bersama, dan menuju tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera. Ada beberapa prinsip dalam aspirasi yaitu rasional, realistik, toleransi, dan tidak menentang UUD dan Pancasila.

C.        Hari ketiga (Minggu, 30 Januari 2022)

Setelah melaksanakan shalat subuh, kita melakukan renungan. Didalam renungan ini, kita dinasehati agar selalu kompak dan diberikan motivasi oleh kaka panitia

agar kita kedepannya selalu bersama dalam menjalan tugas baik suka maupun duka, serta terus membangun rasa kekeluargaan didalam organisasi ini. Di pagi hari kita melakukan senam bersama. Setelah itu, kita bermain beberapa games yang bertujuan untuk melatih rasa kekeluargaan dan kekompakan serta melatih konsentrasi.

BAB

III PENUTUP

A.        Kesimpulan

Tentunya didalam kegiatan LKTD Ini memberikan banyak sekali kesan dan pesan serta manfaat yang bagus bagi penerus untuk melanjutkan kepengurusan yang baru di HIMA PGSD.

B.        Saran

Sarannya kita sebagai calon kader yang akan melanjutkan kepengurusan nanti perlu lebih banyak mempelajari dan lebih di perdalam lagi tentang rasa kekeluargaan, tanggung jawab, solidaritas satu sama lain, dan masih banyak lagi yang harus di perbaiki atau di pelajari dari kegiatan LKTD yang dilakukan selama 3 hari.

BERLIANA SALSABILA

KELAS : 1F

NIM : 2101025221

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kepemimpinan adalah suatu kemampuan seorang pemimpin untuk mengarahkan atau memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan suatu organisasi. Ada beberapa sikap kepemimpinan yang harus dimilikin oleh seorang pemimpin. Yang pertama, Credible yaitu apa yang diucapkan oleh seorang pemimpin harus memiliki komitmen yang tinggi dengan apa yang dia perbuat. Yang kedua, Creation Opportunities yaitu seorang pemimpin harus bisa memberikan peluang bagi orang lain untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tersebut. Yang ketiga, Carrying yaitu memberikan rasa peduli terhadap orang lain agar orang tersebut merasa diakui dalam suatu organisasi. Yang keempat, Communication yaitu seorang pemimpin harus bisa menciptakan dan juga saling menukar pesan yang baik dengan orang lain.

Berjiwa PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggungjawab). Yang pertama, Produktif artinya seseorang dapat meluangkan waktu untuk bisa mencapai tujuan. Yang kedua, Edukatif artinya sesuatu yang dapat memberikan pengetahuan untuk menambah wawasan seseorang. Yang ketiga, Responsif artinya seseorang yang selalu menanggapi lingkungan sekitarnya. Yang keempat, Agamis artinya seseorang yang memiliki ketaatan yang tinggi dalam ajaran agamanya. Yang kelima, Tanggungjawab artinya seseorang yang memiliki kesadaran atas kewajiban yang dimilikinya.

B. Rumusaln Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat dirumuskan suatu pokok masalah yang kemudian disusun dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :

1.         Bagaimana kegiatan LKTD yang berlangsung selama tiga hari?

2.         Manfaat apa yang didapatkan dari kegiatan LKTD yang berlangsung selama tiga hari?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :

1.         Untuk mengetahui berlangsungnya kegiatan LKTD selama tiga hari.

2.         Untuk  mengetahui      manfaat           yang    didapatkan      dari      kegiatan           LKTD yang berlangsung selama tiga hari.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan kegiatan LKTD

Pada tanggal 28 – 30 Februari 2022 HIMA PGSD melaksanakan suatu kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar atau biasa disingkat LKTD yang bertema “Kepemimpinan Hebat yang Berjiwa Pesat”. Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini, diisi dengan berbagai materi, beberapa game dan juga beberapa simulasi kegiatan.

Pada hari pertama, mahasiswa dan mahasiswi calon kader diminta untuk berkumpul di UHAMKA pada pukul 05.30 WIB. Sebelum kegiatan dimulai, calon kader diminta untuk mengumpulkan handphone serta beberapa barang-barang bawaan. Setelah itu, seluruh calon kader diminta untuk berkumpul di aula dan duduk sesuai kelompoknya masing-masing. Saat pembukaan, hanya beberapa perwakilan kelompok saja yang mengikuti pembukaan secara langsung. Setelah pembukaan selesai, beberapa perwakilan yang mengikuti pembukaan secara langsung, kembali ke aula dan duduk sesuai kelompoknya masing-masing. Lalu, dilanjutkan dengan pemberian lima materi kepada calon kader.

Pada hari kedua, calon kader dan kakak-kakak fasil bangun pada pukul 03.00 untuk melaksanakan shalat tahajud dan sambil menunggu shalat subuh, calon kader diminta untuk hafalan beberapa surah dan hadist. Sebelum memulai materi dihari kedua, calon kader melakukan senam pagi bersama dan dilanjutkan dengan sarapan bersama. Setelah selesai sarapan, calon kader diminta untuk masuk kembali ke aula untuk memulai materi selanjutnya. Dihari ketika, ada lima mater yang diberikan. Ditengah penyampaian materi, calon kader diberikan beberapa game oleh kakak fasil.

Pada hari ketiga, calon kader dan kakak-kakak fasil bangun pada pukul 03.00 untuk melaksanakan shalat tahajud dan. Setelah selesai shalat tahajud, calon kader melakukan renungan malam. Selesai renungan malam, kami semua melaksanakan shalat subuh dan melanjutkan hafalan. Setelah itu, calon kader bermain game yang telah disediakan kakak-kakak fasil bersama teman-teman kelompok. Karena dihari ketiga sudah tidak ada materi lagi, jadi kegiatan selanjutnya adalah debat yang dilakukan oleh seluruh calon kader yang dibagi menjadi dua kelompok.

B. Manfaat dari kegiatan LKTD

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar atau biasa disingkat LKTD adalah suatu kegiatan yang diadakan untuk memberikan persiapan kepemimpinan kepada calon kader yang akan menjadi penerus dari kepengurusan sebelumnya. Salah satu manfaat dari kegiatan LKTD adalah untuk melatih kepercayaan diri. Selain itu, LKTD juga kita dapat belajar menyelesaikan masalah, menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dll.

BAB III

PENUTUP

 A. Kesimpulan

Kepemimpinan hebat yang berjiwa pesat adalah kemampuan seorang pemimpin untuk memotivasi orang lain untuk mencapai tujuan suatu organisasi dengan Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggungjawab. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari yang dimulai pada tanggal 28 – 30 Februari 2022. Ada banyak kegiatan yang sangat bermanfaat diantaranya ada penyampaian materi, karena kami dapat mempelajari materi-materi yang telah diberikan. Selain itu juga ada bermain game, karena game yang diberikan oleh kakak-kakak fasil adalah game yang mengajarkan kita tentang kebersamaan dan kerjasama. Beberapa manfaat dari kegiatan LKTD yaitu untuk melatih kepercayaan diri, belajar menyelesaikan masalah, serta menumbuhkan jiwa kepemimpinan.

B. Saran

Saran dari saya untuk kegiatan LKTD ini adalah semoga untuk LKTD selanjutnya lebih banyak calon kader yang berminat untuk mengikuti LKTD.

ANNISA AULIA

KELAS : 1C

NIM : 2101025127

BAB I

PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang

Kepemimpinan hebat yang berjiwa pesat. Pesat ini merupakan singkatan dari kata Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggungjawab. Disini saya akan menjelaskan makna dari kata PESAT, yaitu:

•           Produktif : Seseorang yang melakukan banyak hal yang bermanfaat. Kita harus memiliki sikap produktif agar hidup kita lebih bermanfaat, contohnya ketika kita ada waktu senggang kita bisa melakukan kegiatan olahraga dan membaca buku.

•           Edukatif : Seseorang yang memiliki sifat mendidik dan memberikan pembelajaran yang berguna untuk menambah wawasan atau pengalaman. Seorang pemimpin juga harus memiliki sifat Edukatif guna memberikan pembelajaran terhadap anggotanya baik dengan cara melatih kedisiplinan sikap maupun waktu.

•           Responsif : Seseorang yang memiliki sifat menanggapi dan memiliki kepekaan yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Seorang pemimpin harus memiliki sifat responsif agar ia selalu tanggap terhadap setiap masalah atau persoalan, harapan, impian, bahkan kebutuhan dari mereka yang dipimpinnya. Seorang pemimpin juga harus aktif dalam mencari solusi dari setiap permasalahan yang sedang dihadapi dalam organisasi tersebut.

•           Agamis : Seseorang yang memiliki keimanan, taat dalam ibadah, dan menjunjung nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Seorang pemimpin juga harus memiliki sifat kepemimpinan seperti Rasulullah SAW yaitu sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah.

•           Tanggung Jawab : Kesadaran seseorang terhadap kewajiban untuk menangani segala sesuatu yang telah mereka perbuat. Seorang pemimpin harus memiliki sikap tanggung jawab terhadap kewajiban seperti perintah terhadap anggotanya dan program kerja yang telah dibuat karena tanggung jawab sama seperti dengan amanah yang dimana kita harus menjalankan amanah tersebut dengan jujur dan ikhlas.

Himpunan Mahasiswa merupakan suatu organisasi tingkat prodi yang berdiri dibawah naungan BEM fakultas. Dengan mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa ini kita tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi saja, tetapi kita dapat melatih cara bersosialisasi yang baik, melatih public speaking, melatih kedisiplinan baik sikap maupun waktu, serta dapat mengembangkan kemampuan kita.

B. Rumusan Masalah

Apa saja kesan dan pesan selama mengikuti LKTD secara offline di kampus?

C. Tujuan Penulisan

Saya menulis makalah ini untuk memenuhi tugas setelah LKTD dan sebagai pengalaman saya selama mengikuti kegiatan LKTD di kampus secara offline

BAB II

PEMBAHASAN

A.        Hari Pertama LKTD (Jumat, 28 Januari 2022)

Saya datang kekampus tepat jam 05.30, disana saya scan barcode dan melakukan cek suhu. Setelah itu, kita diarahkan untuk memeriksa persyaratan yang harus dibawa dari rumah. Kita mengikuti arahan yang telah diberikan oleh kakak-kakak panitia. Disana kita mengikuti kegiatan pembukaan, lanjut masuk ke sesi materi. Di hari pertama ini kita mendapatkan 5 materi tentang Ke-prodian, Retorika Dasar, Manajemen Waktu, Manajemen Organisasi, dan Konstitusi KM UHAMKA.

Pada materi ke-prodian yang di jelaskan oleh Ibu Ika Yatri M. Pd, disana beliau menjelaskan bahwa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah menganut sistem Catur Dharma bukan Tri Darma. Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, terdapat Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian, Pengabdian Masyarakat dan penguatan Al- Islam Kemuhammadiyahan. Kurikulum yang digunakan yaitu SN Dikti (Standar Nasional Pendidikan Tinggi), KKNI (Kerangka Kurikulum Indonesia), MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang merupakan program unggul pemerintah).

Materi ke-2 tentang Retorika Dasar yang disampaikan oleh Kak Rifqah Khairunnisa. Retorika adalah kesenian untuk berbicara baik yang dipergunakan dalam proses komunikasi. Retorika Dasar merupakan suatu gaya atau seni berbicara baik yang dicapai berdasarkan bakat alam atau talenta maupun keterampilan teknis. Retorika sangat berperan penting bagi kehidupan manusia dalam berkomunikasi dengan orang lain. Jenis-jenis dalam retorika yaitu Monologica yaitu berbicara sendiri seperti berbicara didepan kaca dan Dialogica yaitu berbicara dengan orang lain seperti kegiatan debat, ceramah, maupun kegiatan drama. Ada beberapa prinsip untuk berkomunikasi yang efektif yaitu Respect (Sikap hormat dan menghargai), Emphaty (Paham situasi orang lain), Audible (Dapat didengar dan dimengerti), Clarity (Kejelasan), dan Humble (Rendah hati).

Materi ke-3 tentang Manajemen Waktu yang disampaikan oleh Kak Putri Marantika S.Pd. Didalam manajemen waktu kita diajarkan untuk mengatur waktu dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Manajemen waktu adalah suatu proses untuk melakukan kontrol atas waktu dengan batas tertentu dalam melakukan tugas tertentu. Ada beberapa strategi untuk manajemen kan waktu yaitu sediakan waktu untuk mengevaluasi, mengatur tujuan, delegasi tugas, membuat daftar prioritas, melakukan hal yang paling penting terlebih dahulu, menciptakan rutinitas setiap pagi, memiliki prinsip waktu, dan memberikan waktu untuk diri sendiri.

Materi ke-4 tentang Manajemen Organisasi yang disampaikan oleh Pak Tulus Setio Pamuji. Manajemen organisasi adalah suatu proses dalam merencanakan dalam pengambilan suatu keputusan dalam pengorganisasian untuk mencapai tujuan organisasi. Fungsi manajemen organisasi yaitu Planning (Perencanaan), Organization (Perorganisasian), Actuating (Leading), dan Controling (Pengawasan). Yang diorganisasi kan dalam manajemen organisasi ada dua yaitu Sumber SDM (Kepengurusan Organisasi, Keanggotaan, Partisipasi) dan Sumber non SDM (Sekretariat, Waktu dan agenda Kegiatan, Sumber Anggaran atau Kas Organisasi). Ada 2 macam konflik yaitu dapat merusak dan membangun. Penanganan konflik yaitu dengan cara kompromi, kolaborasi, akomodasi.

Materi ke-5 tentang Konstitusi KM UHAMKA yang disampaikan oleh Kak Sri Agustina. Konstitusi adalah suatu bentuk aturan, adat istiadat, kebiasaan-kebiasaan dan konvensi kenegaraan. Konstitusi KM UHAMKA adalah suatu peraturan atau landasan-landasan yang berlaku didalam KM UHAMKA itu sendiri. Kedudukan KM UHAMKA merupakan kelengkapan non-struktural pada organisasi HIMA. Trias Politika UHAMKA yaitu:

1.         Legislatif terdapat

–           Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM UHAMKA) tingkat Universitas

–           Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM UHAMKA) tingkat Fakultas

2.         Eksekutif

–           Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM Univ Uhamka) tingkat Universitas

–           Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F Uhamka) tingkat Fakultas

–           Himpunan Mahasiswa (HIMA) tingkat prodi

Dulu ada Komunitas Ilmiah dengan nama Komunitas Pena seperti karya ilmiah

3.         Yudikatif

–           Mahkamah Mahasiswa

Bentuk pemerintahan KM UHAMKA adalah pemerintahan presidensial dengan asas desentralisasi (pada tingkat fakultas).

B.        Hari Kedua (Sabtu, 29 Januari 2022)

Dipagi hari kita melakukan senam bersama, setalah senam kita masuk ke sesi materi. Terdapat 5 materi tentang Kepemimpinan dalam Islam, Administrasi Kelembagaan, Teknik Persidangan, Pendidikan Kritis, dan Menyampaikan Aspirasi.

Materi ke-6 tentang Kepemimpinan dalam Islam yang disampaikan oleh M.Azhar Nawawi, S.Pd.

Kepemimpinan dalam Islam adalah kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah seperti Al-Qur’an, Hadits dan Sunnah. Terdapat 4 sifat kepemimpinan Rasulullah yang harus kita terapkan yaitu Siddiq (Benar atau nyata dalam berkata), Amanah (Dapat dipercaya), Tabligh (Menyampaikan), Fathonah (Cerdas). Problem dalam kepemimpinan yaitu Crab Mentality dimana sikap seseorang yang menghalangi keberhasilan orang lain. Kunci sukses menurut Aristoteles yaitu pemimpin harus mempunyai cara berpikir menengah seperti tidak memihak yang satu dengan yang lainnya, bersikap berani dalam melakukan sesuatu yang benar diwaktu yang tepat dengan landasan yang tepat, serta memiliki sikap adil yaitu tidak memihak satu dengan yang lain.

Materi ke-7 tentang Administrasi Kelembagaan. Didalam administrasi kelembagaan kita diajarkan dalam membuat surat dan kearsipan. Terdapat 2 jenis surat yaitu Umum (ditujukan untuk orang banyak baik dalam organisasi yang memiliki unsur untuk mengajak) dan Khusus (memiliki bentuk sendiri dan tidak memiliki pencantuman seperti surat ketetapan, sertifikat, dan mandat). Bagian- bagian surat yaitu kepala surat, tanggal surat, nomor surat, lampiran surat, perihal surat, alamat surat, permulaan surat, isi surat, penutup surat, dan kaki surat. Proposal adalah rencana kerja yang ditulis secara sistematis dan terperinci dengan bentuk formal. Proposal dibuat untuk mengajukan dana dalam program kerja tertentu. Pengarsipan proposal dirangkap menjadi 3 buah untuk diserahkan ke pimpinan dekan, bag.keuangan, DPM, dan arsip lembaga.

Materi ke-8 tentang Teknik Persidangan yang disampaikan oleh Kak Rida Aulia Putri. Persidangan adalah forum formal yang diselenggarakan instansi terkait untuk membicarakan, memutuskan, dan menetapkan sesuatu. Istilah-istilah dalam sidang yaitu Forum (Syarat sah jumlah peserta sidang), Skorsing (Memberhentikan sidang dengan waktu tertentu dan alokasi waktu tertentu), Pending (Menghentikan sidang sementara dengan alokasi waktu tertentu), Lobiying (Diskusi antar peserta sidang yang disaksikan oleh PIMDANG), Voting (Pengambilan Keputusan suara terbanyak dari peserta penuh), Konsiden, Prosiding (Hasil ketetapan sidang yang telah ditentukan), Wolk out, TK, PK, Interupsi (Memotong pembicaraan peserta).

Materi ke-9 tentang Pendidikan Kritis yang disampaikan oleh Pak Panji Nugroho. Paradigma pendidikan yang humanisme membicarakan tentang kemanusiaan dan tidak dipaksa. Pendidikan memiliki peran penting dalam perubahaan masyarakat. Pendidikan gaya kolonial seperti sekolah merefleksikan kepentingan penjajah, aspirasi dan kebutuhan yang terjajah, terdapat sistem kolonial, yaitu seseorang diasingkan dari budaya aslinya. Ada beberapa dampak kolonialisme yaitu termiskin-kan, terbodohkan, tertindas, terjajah, dan terbelakang. Pendidikan seharusnya menjadi kekuatan sebagai penyadar dan pembebas umat manusia dari kondisi ketertindasan.

Materi ke-10 tentang Manajemen Aspirasi. Inspirasi yaitu adanya suatu dorongan manusia untuk melakukan sesuatu, sedangkan Aspirasi yaitu dimana kita menuangkan apa yang sudah kita analisis berdasarkan data maupun sumber dan bisa dipertanggungjawabkan. Keuntungan dari aspirasi yaitu mengasah kemampuan untuk berpikir, belajar mempertajam analisis, dan meningkatkan kepekaan. Sasaran atau goal dari aspirasi yaitu menjalankan peran sebagai penggerak, memperjuangkan kepentingan bersama, dan menuju tatanan masyarakat yang adil dan sejahtera. Ada beberapa prinsip dalam aspirasi yaitu rasional, realistik, toleransi, dan tidak menentang UUD dan Pancasila.

C.        Hari ketiga (Minggu, 30 Januari 2022)

Setelah melaksanakan shalat subuh, kita melakukan renungan. Didalam renungan ini, kita dinasehati agar selalu kompak dan diberikan motivasi oleh kaka panitia agar kita kedepannya selalu bersama dalam menjalan tugas baik suka maupun duka, serta terus membangun rasa kekeluargaan didalam organisasi ini. Di pagi hari kita melakukan senam bersama. Setelah itu, kita bermain beberapa games yang bertujuan untuk melatih rasa kekeluargaan dan kekompakan serta melatih konsentrasi.

Inilah kegiatan yang sedang saya nantikan yaitu kegiatan pelantikan atau inagurasi yang dimana kita diresmikan sebagai anggota dari organisasi Himpunan Mahasiswa PGSD. Disaat kita sedang melaksanakan kegiatan inagurasi merupakan moment yang sangat langka, dimana pada saat kita mengucapkan janji disaksikan oleh hujan. Setelah kegiatan inagurasi, ada kegiatan pengenalan dengan demisioner dan pembagian hadiah untuk pemenang dari games tersebut.

Kesan : Selama saya mengikuti kegiatan LKTD dikampus, banyak hal saya pelajari mulai dari melatih kedisiplinan waktu atau sikap, serta menambah wawasan yang belum saya ketahui seperti dari materi Administrasi Kelembagaan, Konstitusi KM UHAMKA, serta Teknik Persidangan. Selain itu, dari kegiatan LKTD kita juga diajarkan untuk menjalin rasa kekeluargaan dan kekompakan dengan sesama anggota tanpa membedakan satu dengan yang lainnya, serta melatih mental saya.

Pesan : Saya berharap untuk kedepannya agar pelaksanaan kegiatan LKTD PGSD berikutnya dapat diikuti oleh banyak peserta atau mahasiswa. Dan terima kasih juga untuk kaka-kaka panitia yang telah mengadakan acara LKTD ini secara offline.

BAB III

PENUTUP

A, Kesimpulan

Himpunan Mahasiswa merupakan suatu organisasi tingkat prodi yang berdiri dibawah naungan BEM fakultas. Dengan mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa ini kita tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam berorganisasi saja, tetapi kita dapat melatih cara bersosialisasi yang baik, melatih public speaking, melatih kedisiplinan baik sikap maupun waktu, serta dapat mengembangkan kemampuan kita.Didalam acara kegiatan LKTD yang dilakukan selam 3 hari dikampus secara offline memberikan kesan yang cukup menarik. Dimulai rasa tenggang disaat pemateri bertanya, melatih disiplin waktu pada saat makan, memberikan moment yang mengharukan disaat kegitan inagurasi karena disaksikan oleh hujan, serta menambah wawasan atau pengalaman yang belum kita ketahui.

B. Saran

Disaat kita mengikuti organisasi, kita pelu memperdalam lagi rasa solidaritas, kekeluargaan dan kekompakan satu sama lain. Agar kegiatan atau program kerja selanjutnya dapat berjalan dengan baik.

Anin Dwi Jayanti

KELAS : 1J

NIM : 2101025196

BAB I

PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang

Organisasi merupakan wadah atau tempat sekumpulan orang yang berkumpul untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan yang telah mereka tetapkan. Agar tujuan tersebut tercapai dan dapat berjalan dengan baik maka setiap anggota organisasi harus mempunyai sikap kepemimpinan. Kepemimpinan sendiri adalah sikap atau perilaku yang dimiliki seorang pemimpin untuk mempengaruhi pengikutnya agar dapat mencapai tujuan.

Setiap organisasi pasti melahirkan pemimpin yang hebat. Jiwa-jiwa pemimpin yang dilahirkan dalam organisasi bisa dibentuk melalui kegiatan latihan kepemimpinan tingkat dasar. HIMA PGSD mengambil tema Kepemimpinan Hebat Yang Berjiwa PESAT dalam kegiatan LKTD yang dilaksanakan pada

B.        Rumusan Masalah

1.         Bagaimana pengalaman selama kegiatan LKTD berlangsung?

2.         Apa saja nilai yang didapatkan selama kegiatan LKTD?

3.         Apa kesan selama mengikuti kegiatan LKTD?

C.        Tujuan Penulisan

Penyusunan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas setelah kegiatan LKTD dan sebagai kenang-kenangan pribadi penulis.

BAB II

PEMBAHASAN

A.        Pengalaman Selama Kegiatan Berlangsung

Kegiatan LKTD diadakan selama 3 hari pada tanggal 28-30 Januari 2022 secara offline. Terdapat banyak pengalaman yang saya dapatkan, dari sebelum pelaksaan kegiatan. Mulai dari menyiapkan segala sesuatu yang harus dibawa seperti name tag dimana name tag tersebut harus di laminating. Karna besar melebihi kertas berukuran A3 jadi mengharuskan saya melaminating secara mandiri ini merupakan pengalaman pertama bagi saya.

Selama kegiatan berlangsung saya beberapa kali melakukan presentasi. Hal ini membuat saya seperti mendapatkan kepercayaan diri yang telah lama hilang. Ada banyak pelajaran yang saya dapatkan dalam materi-materi yang disampaikan selama kegiatan berlangsung.

B.        Nilai-nilai yang Didapatkan

Dalam kegiatan latihan kepemimpinan tingkat dasar ada banyak nilai- nilai yang dapat diambil. Berikut ini adalah nilai-nilai yang dapat diambil diantaranya:

1.         Kejujuran

Kejujuran merupapkan suatu sikap seseorang dimana orang tersebut mengatakan atau menyatakan hal yang sebernarnya terjadi. Kegiatan LKTD ini mengajarkan kita sikap kejujuran seperti jujur dalam perkataan dan perbuatan.

2.         Kepercayaan Diri

Kepercayaan diri merupakan suatu sikap atau keyakinan seseorang atas kemampuan diri sendiri. Dalam kegiatan LKTD kepercayaan diri calon kader dilatih dalam kegiatan presentasi, mengeluarkan pendapat, dan lain-lain.

3.         Kekeluargaan

Kekeluargaan merupakan nilai yang harus diterapkan lingkungan keluarga, nilai kekeluargaan dapat mempersatukan anggota keluarga. Setelah mengikuti kegiatan LKTD saya merasa mendapatkan keluarga baru karena selama kegiatan nilai kekeluarggaan sangat saya rasakan.

4.         Kedisiplinan

Kedisiplinan adalah sikap seseorang dalam menaati peraturan yang ada. Selama kegiatan berlangsung kedisiplinan sangat diterapkan, dengan contoh saat makan dimana setiap calon kader selama makan harus menaati peraturan yang ada.

C.        Kesan Selama Kegiatan LKTD

Ada banyak kesan yang saya rasakan selama LKTD berlangsung. Sebelum kegiatan LKTD berlangsung saya sempat takut karena saya mempunyai pengalaman buruk dalam kegiatan seperti ini. Namun ketika saya selesai mengikuti kegiatan LKTD, ini adalah hal yang paling berkesan bagi saya secara pribadi karena yang terjadi jauh di luar ekspektasi buruk saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada diri saya dan kakak- kakak yang ada dalam kegiatan LKTD ini.

BAB

III PENUTUP

A.        Kesimpulan

Kegiatan latihan kepemimpinan tingkat dasar yang diadakan selama 3 hari ini memberikan banyak pengalaman yang berkesan bagi saya. Ada banyak sekali manfaat dan nilai-nilai yang bisa di ambil selama LKTD berlangsung yaitu: kejujuran, kepercayaan diri, kekeluargaan, dan kedisplinan.

B.        Saran

Karena kegiatan LKTD masih dalam situasi pandemic Covid 19

sebaiknya pada kegiatan makan cuci tangan terlebih dahulu. Semoga LKTD selanjutnya dapat dilaksanakan secara offline dan berjalan lancar.

NATASHA KIRANA

KELAS : 1F

NIM : 2101025253

BAB 1

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Menjadi pemimpin bukanlah hal yang mudah karena di dalam jiwa nya pun haruslah mencerminkan kepemimpinan atau cara memimpin. Pemimpin pun tak luput menjadi orang yang mengemban tugas dan tanggung jawab nya untuk memimpin dengan arti harus dapat mempengaruhi orang lain yang dipimpinnya. Pemimpin yang hebat memiliki kemampuan untuk menginspirasi dan motivasi kepercayaan diri pada orang lain. Mereka sebagai pemimpin dituntut dengan jelas dan ringkas dalam menyampaikan pesan mereka untuk memotivasi orang lain ke tingkat pencapaian yang lebih tinggi.

Dalam diri seorang pemimpin maka ada sifat-sifat dasar yang dimilikinya antara lain seperti kompeten, berwawasan kedepan, menginspirasi, mengaktualisasi diri, jujur dan rendah hati. Sifat seperti ini pun harus menjadi acuan bagi pemimpin dan yang terpenting yakni seperti sifat seorang pemimpin hebat yang menjadi suri tauladan umat ialah Nabi Muhammad SAW. Dengan adanya sifat siddiq, amanah, tabligh, fathonah maka suatu pemimpin dapat menjadikan apa yang dipimpinnya tidak ada kerusakan.

Dengan menjadi seorang pemimpin berarti harus siap dan bertanggungjawab dalam pengayom rakyat nya. Merujuk pada hal tersebut pemimpin mempunyai peran atau wewenang untuk memimpin. Oleh karena itu, maka pemimpin pun tidak hanya memimpin tetapi juga andil dalam kegiatan mensejahterakan dan memajukan orang lain.

B. RUMUSAN MASALAH

  1. Apa yang menjadikan alasan keikutsertaan dalam mengikuti LKTD ini?
  2. Apa Tujuan maupun Harapan yang diinginkan maupun tercapai saat sudah menjalankan LKTD tersebut?
  3. Bagaimana kesan dan pesan dalam kegiatan LKTD yang telah diikuti?

C. TUJUAN PENULISAN

  1. Untuk mengetahui alasan dari keikutsertaan saya dalam mengikuti LKTD ini
  • Untuk mengetahui tajuan dan harapan dalam menjalankan LKTD tersebut
  • Untuk mengetahui kesan maupun pesan untuk kegiatan LKTD tahun ini

BAB II

PEMBAHASAN

Kehidupan berbangsa dan bernegara tak luput dari adanya seorang pemimpin dan rakyat yang dipimpin. Menjadi pemimpin yang tidak mudah menjadikan seseorang mempunyai nilai tersendiri dari orang lain, dari nilai tersebut yang berarti ilmu dan pengalaman yang telah didapatkan oleh nya, maka pemimpin pun dapat berorganisasi dengan baik. Setiap orang mempunyai alasan tersendiri saat memutuskan bergabung dalam suatu organisasi, untuk menambah teman dan memperkuat relasi mungkin sudah sering terdengar karna dalam kehidupan, berinteraksi dengan orang lain pun menghubungkan relasi yang sudah didapatkan.

Menurut saya, tujuan kegiatan LKTD ini sudah menjadi alasan saya untuk mengikuti serangkaian agenda maupun kegiatan nya, LKTD tersebut sudah bagus untuk melatih jiwa kepemimpinan atau leadership dalam diri sendiri dan teman-teman lainnya. Karena saat kegiatan berlangsung para peserta pun sering berinteraksi dan koordinasi dengan pengurus maupun pemateri lainnya, itu menjadikan nilai agar munculnya kepemimpinan dalam diri.

Melatih mental yang lebih kuat dalam menghadapi setiap tantangan kegiatan, melatih rasa percaya diri saya agar tidak minder jika harus menyuarakan pendapat, mengasah rasa tanggung jawab karena dalam kegiatan kita harus mengikuti serangkaiannya dalam hal tersebut akan menjadikan gambaran saat kita akan mengemban amanah selama masa kepengurusan nantinya.

Dalam tujuan yang saya harapkan yakni mengenai belajar mengatur waktu, kegiatan dan rundown yang agak melelahkan mungkin sudah terbayang, dan waktu sehari dengan kurun 1×24 jam juga akan terbilang lama saat kita sedang mengikutinya. Namun, LKTD ini punya banyak tujuan dan tema berat yang sudah menjadi tuntutannya, salah satunya ialah “Produktif” menunjuk pada hal itu, maka saya dan teman lainnya harus selalu produktif, dengan belajar mengatur waktu sendiri seperti, waktu makan yang benar-benar ditentukan selama hanya 5 menit saja itu sudah menjadi berharga bagi perut kami, dan juga waktu kekamar mandi pun juga diantarkan agar kita dapat menjadi pemimpin yang tau waktu dengan tidak berlama-lama dan menunda kegiatan lainnya.

Edukatif menjadi tujuan awal yakni dengan menjadikan serangkaian materi sebagai ilmu dan pengetahuan para peserta agar mengetahui lebih dalam mengenai materi tersebut, dan adanya kegiatan penunjang seperti, menulis dikarton, menyuarakan aspirasi dan juga teknik persidangan menjadikan ilmu yang harus dipahami oleh peserta karna bermanfaat untuk kehidupan sekarang maupun yang akan datang.

Responsif pun menjadikan diri para peserta menjadi cepat tanggap dalam menghadapi kegiatan yang agak menyulitkan seperti adanya debat yag sangat dramatis karna membuat semua peserta menyuarakan apa yang menjadi tanggapannya dan kegiatan mencari kertas yang berada di luar aula dormitory yang menjadikan kami kesulitan dalam mencari nya, namun dapat diselesaikan ketika kelompok saling bekerja sama dalam mencari disekitar area tersebut.

Menurut saya, Agamis menjadikan penyempurna kegiatan LKTD ini, Dengan sholat bersama, mendengarkan kultum, dan dengan adanya hafalan dan setorannya menjadikan para peserta tahu apa dalil dan surah yang merujuk pada kepemimpinan dan itu menjadi sumber kaidah islam yang harus menjadi acuan para pemimpin agar mempunyai sifat kepemimpinan dari sifat Rasulullah SAW. Umat muslim pun jika sudah mengimplikasikan apa yang menjadi sifat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Dengan adanya sifat siddiq, amanah, tabligh, fathonah maka suatu pemimpin dapat menjadikan apa yang dipimpinnya tidak ada kerusakan. Dan salah satunya harus ada tanggung jawab pada kepemimpinan seseorang dalam mengemban apa yang sudah menjadi amanah nya.

Oleh karena itu, kesan dan pesan yang saya dapatkan dimasa LKTD tersebut menjadikan oleh-oleh dan hal baik seperti ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk kedepannya. Saya tidak menyesal untuk meluangkan waktu saya dalam kegiatan ini karna sudah menjadi orientasi untuk saya dan rekan-rekan lain sebagai doktrin agar tidak salah melangkah dalam setiap pengambilan keputusan. Banyak pesan yang dapat saya dan teman-teman ambil dari pengurus maupun demisoner yang menjadikan 41 orang teman saya akan tetap tinggal dan menjadikan hima sebagai rumah baru yang selalu ada untuk kader baru dalam membentuk kepemimpinannya.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Pemimpin haruslah mencerminkan kepemimpinan atau cara memimpin dalam jiwanya. Pemimpin pun tak luput menjadi orang yang mengemban tugas dan tanggung jawab nya untuk memimpin dengan arti harus dapat mempengaruhi orang lain yang dipimpinnya. Dalam diri seorang pemimpin maka ada sifat-sifat dasar yang dimiliki antara lain seperti kompeten, berwawasan kedepan, menginspirasi, mengaktualisasi diri, jujur sekaligus rendah hati. Dan berdasar pada sifat dari Nabi Muhammad SAW. Yakni adanya sifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathonah

Oleh karena itu, maka pemimpin pun tidak hanya memimpin tetapi juga andil dalam kegiatan mensejahterakan dan memajukan orang lain. Kehidupan berbangsa dan bernegara tak luput dari adanya seorang pemimpin dan rakyat yang dipimpin. Menurut saya, tujuan kegiatan LKTD ini sudah menjadi alasan saya untuk mengikuti serangkaian agenda maupun kegiatan nya, LKTD tersebut sudah bagus untuk melatih jiwa kepemimpinan atau leadership dalam diri sendiri dan teman-teman lainnya. Melatih mental yang lebih kuat dalam menghadapi setiap tantangan kegiatan, melatih rasa percaya diri saya agar tidak minder jika harus menyuarakan pendapat, mengasah rasa tanggung jawab karena dalam kegiatan kita harus mengikuti serangkaiannya dalam hal tersebut akan menjadikan gambaran saat kita akan mengemban amanah selama masa kepengurusan nantinya. Dalam tujuan yang saya harapkan yakni mengenai belajar mengatur waktu, Responsif pun menjadikan diri para peserta menjadi cepat tanggap dalam menghadapi persoalan yang akan terjadi.

Umat muslim pun jika sudah mengimplikasikan apa yang menjadi sifat kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Seperti sifat siddiq, amanah, tabligh, fathonah maka suatu pemimpin dapat menjadikan apa yang dipimpinnya tidak ada kerusakan. Kesan dan pesan yang saya dapatkan dimasa LKTD tersebut merupakan oleh-oleh dan hal baik, seperti ilmu pengetahuan dan pengalaman untuk kedepannya.

B. SARAN

Berharap agar LKTD tahun selanjutnya akan dilaksanakan offline lagi, dan pandemi dapat berakhir agar kegiatan LKTD dapat dilakukan tidak hanya dikampus saja agar menjadikan pengalaman yang tidak kalah menyenangkan kedepannya.

Ghaida Indra

KELAS : 1B

NIM : 2101025197

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Organisasi adalah sebuah wadah untuk sekumpulan orang yang bekerja sama secara rasional serta sistematis yang terpimpin atau terkendali untuk mencapai tujuan tertentu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di dalamnya. Organisasi terdapat di berbagai tempat seperti organisasi di sekolah, di tingkat desa, bahkan organisasi internasional. Himpunan Mahasiswa merupakan salah satu organisasi yang berada di lingkungan kampus, dimana didalamnya itu untuk menaungi sekumpulan mahasiswa dalam sebuah jurusan (program studi). Contohnya Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (HIMA PGSD) yang ada di UHAMKA, yang bertujuan untuk menyalurkan dan juga menjadi wadah bagi mahasiswa dalam mengembangkan softskill sehingga dapat menempuh masa depan yang cerah. Agar bisa menjalankan suatu organisasi yang maju, maka antara pemimpin dan juga anggotanya harus saling bekerja sama dan bersatu agar dapat mencapai tujuan bersama. Untuk dapat membentuk sifat – sifat tersebut yang ada di dalam suatu organisasi, maka perlu dilakukannya kaderisasi pada kader – kader baru untuk dibina dan dibimbing agar kedepannya bisa melanjutkan tongkat estafet dari kepengurusan sebelumnya dengan baik, benar, amanah, dan bertanggung jawab.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan LKTD?
  2. Apa saja kegiatan yang dilaksanakan selama LKTD?
  3. Bagaimanakah kesan dan pesan selama mengikuti LKTD?

C. Tujuan Penulisan

Setelah mengetahui latar belakang dan rumusan masalah diatas, adapun tujuan dalam penulisan ini yaitu :

  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan LKTD.
  2. Untuk mengetahui apa saja kegiatan yang dilaksanakan selama LKTD.
  3. Untuk mengetahui bagaimanakah kesan dan pesan selama mengikuti LKTD.

BAB II

PEMBAHASAN

A. LKTD Himpunan Mahasiswa PGSD

LKTD atau Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Bidang 2 (Kaderisasi) HIMA PGSD UHAMKA. Dimana kegiatannya dilakukan selama 3 hari yaitu pada tanggal 27, 28 dan 29 Januari 2022 di Kampus FKIP UHAMKA. Sebelum dapat mengikuti LKTD ini, para calon kader HIMA PGSD telah melakukan beberapa tahapan, mulai dari tahap pendaftaran, screening, setelah itu baru bisa mengikuti kegiatan LKTD. LKTD sendiri adalah suatu kegiatan yang bertujuan untuk membimbing dan membina para kader HIMA PGSD untuk bisa menjadi seorang dengan berkepribadian yang PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggung Jawab), sehingga dalam kegiatannya diangkatlah sebuah tema yaitu “Menjadikan Mahasiswa yang PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggung Jawab)”. Berdasarkan tema tersebut, maka dapat dipahami bahwasanya kegiatan ini memberikan bimbingan kepada kader – kadernya untuk dapat bersifat PESAT. Yang pertama ialah Produktif, yaitu untuk dapat memanfaatkan waktunya sebaik mungkin agar dapat menghasilkan sesuatu yang diinginkan. Kedua ialah Edukatif, yaitu mendidik sehingga dapat mebghasilkan kader yang berpengetahuan dan berwawasan luas. Ketiga ialah responsif atau peka terhadapa apa yang terjadi dilingkungan sekitar kita. Keempat ialah agamis, sehingga dapat menjadikan para kader yang taat agama dengan memiliki keyakinan/keimanan yang penuh dalam menjalankan ibadah. Dan yang terakhir ialah Tanggung Jawab, sehingga dapat menjadikan para kader untuk bersungguh – sungguh di dalam organisasi tersebut dan siap untuk menanggung segala risiko dan perbuatan.

B. Kegiatan LKTD

Kegiatan LKTD dilaksanakan selama 3 hari itu, mulai dari tanggal 27, 28, sampai 29 Januari 2022. Walaupun di dalam situasi saat ini, dimana kita masih harus berdampingan dengan virus korona, Alhamdulillah kegiatan LKTD dapat diselenggarakan dengan lancar sesuai dengan aturan kampus dan juga protokol kesehatan.

Selama 3 hari ini telah banyak sekali kegiatan – kegiatan yang dilakukan. Mulai dari hari pertama, kegiatannya berupa pembukaan serta sambutan – sambutan dari DEKAN FKIP UHAMKA, Ketua dan wakil BEM FKIP UHAMKA, Ketua dari masing–masing HIMA sesuai prodinya, dan juga dari Ketua Prodi PGSD UHAMKA. Kemudian diberikan 5 materi di hari pertama, dimana sebelum dan sesudah penyampaian materi terdapat juga FGD dan diskusi kelompok yang diarahkan dan dipimpin oleh masing – masing kakak fasilitator. Adapun materi – materi yang diberikan di hari pertama berupa :

  • Keprodian yang disampaikan oleh Bu Ika Yatri, M.Pd.
  • Retorika Dasar yang disampaikan oleh Kak Rifka Khoirunnisa
  • Manajemen Waktu yang disampaikan oleh Kak Putri Marantika, S.Pd.
  • Manajemen Organisasi yang disampaikan oleh Kak Tulus Setiyo Pamuji, S.Pd.
  • KM UHAMKA yang disampaikan oleh Kak Sri Agustina, S.Pd.

Selain materi, terdapat beberapa hafalan yang nantinya akan kita setorkan, yaitu Surah Al – Maun, Al – Imron (ayat 4 dan 10), Al – Ahzab, dan satu Hadist Rasulullah.

Pada hari kedua, diawali dengan kegiatan Sholat Tahajjud dan Subuh berjama’ah. Kemudian terdapat senam bersama, makan pagi,siang, dan sore. Dan juga terdapat 5 materi lain, yaitu :

  • Kepemimpinan dalam Islam yang disampaikan oleh Kak Muhammad Azhar Nawawi, S.Pd.
  • Administrasi Kelembagaan yang disampaikan oleh Kak Wulandari Ardisyach Putri
  • Teknik Persidangan yang disampaikan oleh Kak Ridha Aulia Putri
  • Pendidikan Kritis yang disampaikan oleh Bang Panji Nugroho

Kemudian pada hari terakhir, seperti biasa diawali dengan sholat Tahajjud dan Subuh berjama’ah, kemudian dikumpulin sambil membuat lingkaran dan di beri beberapa pertanyaan dan juga menyayikan lagu himne PGSD. Selanjutnya terdapat senam, menampilkan Pensi, jargon, dan yel– yel. Yang terakhir sebelum pulang terdapat inagurasi dengan meng-ikrarkan perjanjian sebagai kader di HIMA PGSD.

C. Kesan dan Pesan selama LKTD

Selama 3 hari mengikuti kegiatan LKTD, terdapat banyak sekali kesan dan pesan yang saya alami. Sebelum mengikuti rangkaian acara yang diselenggarakan dalam kegiatan LKTD ini, kami disuruh untuk menyiapkan beberapa hal seperti, membuat logo HIMA PGSD yang ukurannya besar banget, terus juga keperluan–keperluan pribadi dan juga kelompok. Dimana ketika mempersiapkannya ada saja hal–hal yang terjadi, apalagi pada saat itu masih hari – hari UAS, jadi vibesnya tuh masih pusing baru selesai UAS gitu. Yang paling berkesan itu ketika membuat nametag nya, karena ukurannya besar terus juga berbentuk matahari, ditambah harus di laminating juga. Karena ukurannya besar, laminatingnya jadi dilakukan sendiri dengan cara di setrika. Hingga harinya pun tiba, sebelum datang ke kampus rasanya tu deg-degan, takut, tapi excited juga. Tapi senengnya, jauh dari sebelum LKTD kakak – kakak nya itu baik – baik banget. Mereka selalu kasih semangat, dukungan, sampe peduli banget sama kita. Jadi, jujur karena kakaknya welcome banget, terus baik – baik semua itu tuh ngurangin rasa deg – degan sama takutnya. Terus juga ketemu temen – temen baru, karena selama kuliah ini semuanya itu dilakukan secara online jadi masih banyak teman–     teman yang gak kenal, padahal satu jurusan. Dengan adanya LKTD ini jadi bisa ketemu temen – temen dari kelas yang beda – beda.

Ketika kegiatannya sudah dilaksanakan sebenernya perasaanku naik turun si, kadang bisa enjoy, tiba – tiba ngantuk, terus bisa jadi tegang juga. Apalagi karena hari pertama dan kedua itu materinya cukup banyak yang paling gabisa ditahan si rasa pegel sama ngantuknya. Karena harus perhatiin pematerinya, nyatet juga, ditambah tidur kita ga terlalu banyak. Tetapi dari semua itu malah yang bikin jadi berkesannya, karena bisa dapet pengalaman, wawasan, dan juga skill baru.

Bertemu semua kakak – kakak panitia bahkan sampai ke alumni, itu semuanya sangat berkesan dan juga kita mau berterimakasih banget banget. Dari awal kita masih bertatap maya dan masih belum kenal satu sama lain, kakak – kakaknya selalu ngebimbing kita, ngedukung, bahkan sampe peduli banget sama kita. Dan itu ngebuat saya terharu banget si, apalagi ketika LKTD. Pasti seluruh kakak panitia udah memberikan waktu dan tenaganya buat mempersiapkan semuanya, buat nyambut kita, buat ngebina kita, hingga acara selesai bahkan berlanjut sampai sekarang sampai ke kepengurusan selanjutnya. Dan aku dan teman – teman lain sangat berterimakasih banget sama semuanya. Selain dari pengalaman, skill – skill baru, relasi baru, saya juga mendapat keluarga baru disini. Dimana dalam organisasi ini, kita diajarkan untuk peka dan peduli sama apa yang terjadi di sekitaran kita, harus saling jaga. Karena pada dasarnya di dalam organisasi ini, bukan untuk saling nunjukkin siapa yang lebih pintar, lebih berani atau hebat. Tetapi kita semua disni sama, yaitu sama – sama mau belajar dan berkembang bareng. Dan saya merasakan banget perasaan itu di HIMA PGSD ini.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dengan adanya LKTD yang dilaksanakan selama 3 hari ini telah memberikan kesan dan juga pelajaran buat saya. Yang pertama yaitu belajar bagaimana bisa bersosialisasi dengan teman – teman baru, kakak – kakak panitia, dan juga beradaptasi dengan suasana kampus atau diluar rumah apalagi di masa pandemi ini. Selanjutnya di dalam kegiatannya mengajarkan saya untuk bisa keliar dari zona nyaman saya, dimana harusnya teman – teman lain sudah liburan tapi kita yang mengikuti LKTD menyisihkan waktu untuk belajar dan berkegiatan. Materi – materi yang diberikan juga dapat menjadi wawasan dan pengetahuan baru buat saya, tidak hanya diberikan teori saja tetapi juga ada praktiknya seperti untuk percaya diri, berfikir kritis, berani, dan juga cara beretorika yang baik dan benar. Dengan mengikuti LKTD ini, yang awalnya saya hanya mengenal teman – teman sekelas saja, sekarang jadi banyak ketemu teman baru, baik yang satu jurusan bahkan dari jurusan lain. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara LKTD selama 3 hari kemarin berjalan dengan lancar, memberikan banyak manfaat dan juga pengalaman baru.

B. Saran

Semoga kegiatan LKTD ini kedepannya bisa terus menjadi wadah dalam langkah awal bagi para calon kader untuk bisa berkembang, berproses dan belajar. Saran dari saya yaitu, bisa mempertahankan visi dan misi serta tujuan dari dibuatnya kegiatan LKTD ini, sehingga kedepannya bisa banyak menciptakan kader – kader baru yang terbaik, bisa memberikan kegiatan tambahan sehingga dapat mempererat hubungan antara para kader baru dengan kepengurusan sebelumnya. Mungkin karena terbatasi dengan situasi pandemi sekarang, sehingga kegiatan kemarin tidak bisa leluasa seperti sebelum adanya pandemi.

Farah Amelia

KELAS : 1F

NIM : 2101025140

BAB 1

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Kegiatan LKTD Hima PGSD pada tahun ini mengambil tema ”Menjadikan kader PESAT yaitu Produktif, Edukatif, Respontif, Agamis, dan Tanggung Jawab”.

Pertama adalah Produktif, Produktif adalah mereka yang bisa bekerja keras tanpa mengenal kata lelah, mereka yang tidak pernah menyerah akan kegagalan, mereka yang memiliki jiwa-jiwa berjuang yang tinggi, mereka yang akan terus berjuang demi kepentingan bersama.

Kedua adalah Edukatif, Edukasi berarti mendidik, yaitu seluruh kegatan yang dilakukan oleh mereka harus memiliki unsur pendidikan, semua yang dilihat, didengar, dan dirasakan adalah pendidikan. Sebelum memberikan pendidikan tentulah mereka juga harus terdidik terlebih dahulu.

Yang ketiga adalah Respontif, Responsif berarti cepat meresponi. Artinya adalah mereka yang mampu menanggapi suatu persoalan atau permasalahan apapun denagn cara bersunggung-sungguh, dan mereka yang tidak bersikap masa bodoh terhadap sesuatu.

Selanjutnya adalah Agamis, Agamis berarti taat akan agama. Bagi seorang pemimpin yang islami, mereka tidak hanya harus terdidik, tetapi juga harus taat akan agamanya, selalu menjalankan apa yang diperintahkan dan juga menjauhi apa yang dilarang, dapat membedaka yang haq dan yang bathil, dan yang paling penting adalah dapat menjadi suri tauladan untuk sesamanya.

Dan yang terakhir adalah tanggung jawab, ini adalah sikap yang harus dimiliki setiap orang, mereka yang setiap melakukan kegiatan selalu disertai dengan tanggung jawab. Mereka yang bersungguh-sungguh dalam melakukan apapun dan siap untuk menanggung rsemua resioko dalam perbuatannya tersebut, karna mereka berprinsip bahwa segala sesuatu akan dipertanggung jawabkan dihadapan Allah SWT.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar ?
  2. Apa saja materi yang diajarkan dalam kegiatan LKTD ini ?
  3. Bagaimana pengalaman dalam kegiatan LKTD ?

C. Tujuan

Tujuan saya mengikuti kegiatan LKTD ini adalah untuk melatih jiwa kepemimpinan yang ada dalam diri saya, menambah pengetahuan dan pengalaman yang belum pernah saya dapatkan sebelumnya, melatih diri saya untuk bertanggung jawab atas hal sekecil apapun, dan untuk melatih diri saya agar bisa berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesama.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kegiatan LKTD

LKTD merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahunnya oleh organisasi Himpunan Mahasiswa Program studi PGSD Uhamka. Kegiatan ini berlangsungselama 3 hari dan diadakan di kampus FKIP Uhamka. LKTD adalah singkatan dari Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar, LKTD HIMA PGSD pada tahun ini bertemakan “ Menjadikan kader PESAT yaitu Produktif, Edukatif, Respontif, Agamis, dan Tanggung Jawab”. LKTD sendiri memiliki tujuan yang sangat baik yaitu untuk melatih dan membangun jiwa kepemimpinan yang ada didalam peserta itu sendiri, dan dalam kegiatan ini peserta dididik dalam sisi intelektualnya yaitu dengan pemberian materi-materi yang bermanfaat dan pastinya bersangkutan dengan keorganisasian, kemudian peserta juga dilatih dari sisi mentalnya yaitu dengan mendisiplinkan segala kegiatan dan juga mental untuk berinteraksi dengan banyak orang dan berbicara didepan banyak orang, dan juga dididik dari sisi spiritualnya yaitu dengan sholat berjamaah, berdo’a bersama, mendengarkan kultum, dan menghafal beberapa surat dan juga hadits. Jadi, seluruh peserta dibina dalam sisi apapun sehingga menjadikannya kader yang PESAT.

B. Materi Dalam Kegiatan LKTD

Dalam kegiatan LKTD ini para peserta diberikan materi-materi yang bermanfaat dan bersangkutan dengan keorganisasian, jumlah dari materi ini adalah 10 materi, materi tersebut disampaikan oleh orang-orang hebat yang berpengalaman dan merupakan lulusan dari HIMA PGSD ini sendiri.

Pemberian materi ini berlangsung selama 2 hari, untuk hari pertama materi yang diberikan meliputi Keprodian, keprodian PGSD ini sendiri memiliki cita-cita yaitu menjadikan calon guru professional yang berakhlak karimah, yang kedua adalah Retorika Dasar, dalam materi ini kita belajar tentang tata cara atau seni berbicara yang baik dan benar, selanjutnya Manajemen Waktu yaitu cara kita untuk menggunakan waktu sebaik mungkin, kemudian Manajemen Organisasi yaitu cara untuk bekerja sama dalam suatu organisasi, dan untuk materi yang kelima adalah Konstitusi KM UHAMKA yaitu aturan-aturan yang berlaku di KM itu sendiri.

Pada hari kedua materi yang diberikan juga berjumlah 5 materi, materi yang keenam adalah Kepemimpinan Dalam Islam yaitu sifat-sifat pemimpin yang Islami, yang ketujuh adalah Teknik Persidangan yaitu para peserta diajarkan tata cara persidangan yang baik dan benar, selanjutnya adalah Administrasi Kelembagaan yang meliputi surat menyurat, dokumentasi dan lain sebagainya, kemudian Pendidikan Kritis yaitu bagaimana kita menggali pengetahuan sedalam-dalamnya.dan yang terakhir adalah Aspirasi Manajemen, yang mana peserta belajar untuk meluangkan apa yang dianalisisnya berdasarkan sumber-sumber yang dapat dipertanggung jawabkan. Berikut adalah materi-materi yang diajarkan dalam kegiatan LKTD ini.

C. Pengalaman Selama LKTD

Pengalaman yang saya dapatkan dalam kegiatan LKTD ini banyak sekali. Dalam kegiatan ini saya belajar untuk bisa bersosialisasi dengan orang-orang baru yang belum saya kenal sebelumya bahkan menjadikannya sebagai keluarga baru saya. Kemudian saya belajar untuk bertanggung jawab atas segala sesuatu, dalam hal sekecil apapun karna disini diajarkan bahwa segala perbuatan yang dilakukan akan dimintai pertanggung jawabannya, dan saya juga belajar bahwa kita semua adalah seorang pemimpin, pemimpin dalam bentuk apapun, untuk itu kita perlu memiliki jiwa kepemimpinan yang baik bahkan yang islami, pemimpin yang dapat memimpin anggotanya menuju kebenaran, pemimpin yang dapat menjadi uswatun hasana untuk sesamamya, pemimpin yang dapat menyelesaikan suatu permasalahan degan cerdas, dan yang pasti pemimpin yang paham akan hukum Allah dan selalu bersandarkan kepada al-qur’an dan as-sunnnah. Dan pengalaman saya yang paling berharga adalah indahnya sebuah kebersamaan, dimana kita sama-sama saling menguatkan satu sama lain, tidak kenal yang namanya keegoisan, dan bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama, disini kita merangkul satu salam lain baik dari anggota maupun pengurusnya, dalam keadaan apapun, baik itu senang, sedih, suka, maupun duka kita lalui bersama-sama, saling menghargai satu sama lain, dan merupakan pengalaman yang nantinya akan menjadi sebuah cerita dan kenangan yang akan selalu dikenang.

BAB 3

PENUTUP

A.Kesimpulan

LKTD merupakan kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya oleh Organisasi Himpunan Mahasiswa. Kegiatan ini bertujuan agar para peserta dapat melatih jiwa kepemimpinan yang ada di dalam diri mereka masing-masing. Dalam kegiatan LKTD ini para peserta dibina dari segi intelektual, mentalitas, baghkan dalam segi spiritualnya. Kegiatan LKTD ini memberikan banyak sekali manfaatnya baik untuk pengurus, peserta, dan seluruh rekan yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dan sebaik-baiknya guru adalah sebuah pengalaman atau “Experience is the best teacher” untuk itu kegiatan ini merupakan pendidikan yang sangat baik dan berharga.

B. Saran

Adapun saran dalam kegiatan LKTD ini adalah semoga kegiatan LKTD Kedepannya dapat berjalan lebih baik dan dapat menghasilkan peserta-peserta dengan jiwa kepemimpinan yang lebih baik dari ini. Dan semoga kegiatan LKTD pada tahun berikutnya dapat lebih baik dan juga dapat menutupi kekurangan-kekurang LKTD pada tahun ini.

Dhyta Syafira Nur Zahra Kuswandi

KELAS : 1C

NIM    : 2101025086

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Himpunan mahasiswa yaitu organisasi mahasiswa yang ada di tingkat kejurusan di suatu perguruan tinggi yang dibentuk oleh mahasiswa jurusan itu sendiri dengan melaksanakan kegiatan yang menunjang akademik maupun non-akademik di lingkup jurusan perguruan tinggi, himpunan mahasiswa atau yang biasa disebut dengan hima, hima itu sendiri sebagai wadah kemahasiswaan yang merupakan kelengkapan suatu jurusan dan banyak sekali memberi manfaat pada suatu individu yang mengikuti organisasi tersebut seperti memberi pengalaman baru kepada mahasiswa, melatih kedisiplinan, membangun networking, melatih jiwa kepemimpinan, mengasah kemampuan komunikasi, melatih kepercayaan diri, melatih hard skill dan soft skill

B. Rumusan Masalah

  1. Pengalaman dalam menyiapkan kebutuhan LKTD
  2. Materi-materi yang di paparkan dalam kegiatan LKTD
  3. Kesan Dan Pesan dalam kegiatan LKTD

C. Tujuan Penulisan

Saya membuat makalah ini untuk memenuhi tugas himpunana mahasiswa jurusan PGDS Uhamka 2021/2022 yang menyelengarakan kegiatan LKTD 28-30 Januari 2022 di UHAMKA yang saya ikuti, tujuan saya membuat ini untuk menjadikan laporan makalah ini sebagai kenang-kenangan tersendiri dalam meningkatkan kegiatan yang menguras pikiran, tenang dan waktu tetapi dengan diselenggarakannya kegiataan tersebut membuat kami yang mengikuti kegiataan tersebut menjadi mahasiswa yang produktif, edukatif, responsive, agamis, dan tanggung jawab.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengalaman

Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang diselenggarakan selama 3 hari di UHAMKA dengan membawa beberapa perlengkapan pribadi, kelompok dan bebrapa atribut yang diharuskan untuk membuatnya sendiri dan digunakan saat LKTD berlangsung. Beberapa atributnya yaitu nametag yang dimana nametag tersbut harus di buat menggunakan karton dengan ukuran yang lumayan besar dan di laminating dengan ukurannya yang terlalu besar maka kami harus melaminatingnya sendiri menggunakan setrikaan yang lumayan ribet, sebelumnya saya sempat untuk mencari tempat yang bisa melaminating sebesar itu dari tukang fotocopy kecil – tukang fotocopy besar- tukang fotocopy pinggir jalan – bahkan sampai ke beberapa tempat percetakan tidak ada yang bisa untuk melaminating sebesar itu maka terpaksalah melaminating sendiri. Buku tulis yang harus di sampul dengan karton berwarna biru, dan ATK. Adapun beberapa perlengkapan kelompok seperti terigu, senter, alas tidur, minyak kayu putih, koyo, betadine, piring kertas, sendok plastic dan permen super zuper. Dan yang terakit ada kebutuhan pribadi yang harus dibawa seperti PDH, lilin, botol minu, sendal, al-quran, peralatan sholat, peralatan mandi, obat-obatan pribadi, handsanitizer,masker, beras, telur, snack, the, kopi, pop mie, stmj, roti, susu, energen, indomie, kecap, piring dan almet.

Setelah menyiapkan perlengkapan-perlengkapan tersebut selama kurang lebih 2-3 hari saatnya untuk istirahat menanti hari dimana lktd dimulai yaitu pada tanggal 28 januari 2022 yang disuruh untuk kumpul di kampus jam 05.30, saya memulai tanggal 28 dengsan tidur yang baru 3-4 jam lalu mandi dan siap-siap untuk bernagkat ke kampus, saya berangkat jam 05.00 ternyata di jam segitu paginya jalanan pun sudah mulai ramai dan lumayan padat dengan jalanan yang lumayan padat saya agak tekat sampai kampus. Hari pertama LKTD dimulai dengan absen, mengumpulkan bahan makan dan perlengkapan yang harus dikumpulkan, lalu kita baris lalu tidak lama bergegas ke dalam aula, kami dititpkan tanggung jawab kecil tetapi sangat berharga, saya menaruh titipan tersebut dengan hati-hati dan sangat menjaganya banget karena takut untuk tidak bisa memegang tanggung jawab kecil yang di berikan pada saat LKTD itu Dan hari ketiga dilanjut dengan beberapa kegiatan dan dimulai dengan Renungan malam yang membuat kami semakin mengenal satu sama lain, yang menyenangkan seperti, games yang terdiri atas 3 pos, pos 1 diisi dengan konsentrasi, pos ke 2 diisi dengan kegiaqtan bermain tepung dan pos ke 3 diisi dengan lomba tali, lalu ada kegiatan inagurasi yag dimana salah satu dari kami tidak sengaja melepas titipan atau Amanah yang kita pengang namun ia sangat menyesali kejadin tersebut dan kami pun berusaha membantu agar salah satu dari teman kami yang sedikit lalai atas Amanah yang di pegang tidak mendapatkan sanksi, pengenalan demisionmer dan pembagian hadiah untuk kelompok dan alhamdulilahnya dan membuat saya sedikit kaget yaitu kelompok 7 kelompok saya memenangkan salah satu tempat, lalu kami siap-sipa untuk pulang sebelum pulang saya dan beberapa teman-teman sholat ashar terlebih dahulu sambal menunggu jemputan untuk pulang kerumah.

B. Materi-materi yang dipaparkan

Adapun materi pemaparan yang diberikan kepada kami sebanyak 10 materi

  1. Kekaprodian yaitu membahas tujuan, visi misi dan kurikulum yang meliputi program studi PGSD. Dengan pemateri IbU Ika Yatri M.Pd yaitu ketua program studi PGSD
  2. Retorika Dasar dengan pemateri Ka Rifka Khoirunnisa yang membahas tentang aturan, cara, tujuan, manfaat, jenis, prinsip, gaya atau seni berbicara yang di capai berdassarkan bakat alami atau talenta maupun keterapilan teknis dan berbicara baik yang digunakan dalam proses komunikasi anatara manusia.
  3. Manajemen waktu yang di paprkan oleh putri marantika S.Pd yang memaparkan tentang kemampuan untuk merencanakan dan menggunakan waktu semaksimal mungkin untuk mengontrol waktu degan Batasan dan tugas tertentu.
  4. Manajemen organisasi yang di paparkan oleh Tulus setiyo pamuji S.Pd, yaitu memaparkan apaitu manajemen, apaitu organisasi, ap aitu skala proritas dan bagaimana mengurutkannya, fungsi, implementasi konsep, dan 5L
  5. Konstitusi KM UHAMKA yang di paparkan oleh Sri Agustina yang memaparkan apaitu konstitusi, apaitu KM UHAMKA, tujuannya, Lembaga kemahasiswaan, system pemerintahan km uhamka, priode kepengurusan, peraturan dan Lambang dan atributnya.
  6. Kepemimpinana dalam islam yang di paparkan oleh M.Nawawi S.Pd yang menjelaskan tentang kepemimpinan dan kepemimpinan yang berdasarkan hukum allah, Al-Quran, hadist, dan assunah
  7. Administrasi kelembagaan yang dipaparkan oleh wulandari ardisyach putri yang memaparkan tentang administrasi, kelembagaan, bentuk bentuk surat, kelegalitasan, bagian-bagian surat, kearsipan, keanggotaan, proposal, dan LPK
  8. Teknik persidangan yang di paparkan oleh Rida aulia putri dan menjelaskan tentang system, cara, jenis, unsur dan metode dalam persidangan.
  9. Pendidikan kritis yang dipaparkan oleh Panji Nugroho yaitu menjelaskan tentang Pendidikan gaya colonial, Pendidikan kritis pola penerapan Pendidikan kritis, dan karakteristik kritis utuk gen milenial
  10. Manajemen aspirasi yang dipaparkan oleh Egi januardi dan menjelaskan tentang inspirasi, aspirasi, manfaat, tujuan, prinsip dan mekasnisme dalam manajemen aspirasi.

C. Kesan dan Pesan dalam mengikuti kegiatan LKTD

  1. Kesan saya selama mengikuti LKTD yaitu dengan mengikuti kegiatan tersebut menambah wawasan yang luas dan relasi yang meningkat, dengan menikuti kegiatan lktd tersbut juga dapat meningkatkan jiwa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan mendapat materi-materi yang bagus dan berguna dalam menjalankan organisasi-organisasi kedepannya.
  • Pesan terhadap kegiatan LKTD ini menurut saya untuk masih kurang baik dilakukan saat pandemic seperti ini, walaupun kami sudah menjalankan protocol Kesehatan dengan baik tetapi dengan menginap dan tidur ditempat/ ruangan yang sama menurut saya menjadi percuma dengan protocol yang sudah kami lakukan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kegiatan Latihan Kepemimpinan (LKTD) tersaebut sangat berguna karena dapat menumbuhkan rasa kepemimpinan, rasa tanggung jawab, disiplin, mendapat relasi baru dan wawasan baru seperti adanya materi-materi yang diberikan kepada kita, namun tidak hanya materi-materi saja banyak juga games-games yang di berikan agar kami tidak penat dalam mendengarkan materi-materi yang diberikan selama 2 hari tersebut

B. Saran

Menurut saya kegiatan LKTD ini sudah cukup memberi banyak kesan kepada mmahasiswa baru yang mengikuti organisasi tetapi mungkin lebih di selang selingi dengan break atau semacamnya dalam pemaparan materinya dan juga menurut saya kakak kakak panitia ada beberapa yang misscom

LAELY ANDHIN NURHIDAYATI

KELAS : 1F

NIM    2101025079

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka atau yang biasa disebut dengan UHAMKA adalah salah satu universitas swasta di Jakarta, dengan akreditasi A pada tahun 2016. Universitas ini merupakan salah satu dari jaringan perguruan tinggi Muhammadiyah di Indonesia. Didirikan pada tanggal 18 November 1957. Dengan pendiri Bapak HS Prodjokusumo dan Bapak Arso Sosroatmodjo. UHAMKA juga bersumber pada Al-quran dan Hadist serta berasaskan Pancasila dan UUD 1945 yang melaksanakan caturdharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu menyelenggarakan pembinaan ketaqwaan dan keimanan kepada Allah SWT., pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian pada msyarakat menurut tuntunan Islam. UHAMKA memiliki 9 fakultas dan 1 Sekolah Pascasarjana, yaitu Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Meski UHAMKA memiliki 9 fakultas terbaik, tapi ada 1 fakultas yang diminati oleh banyak orang, yaitu FKIP atau Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Karena UHAMKA bisa menghasilkan Sarjana Pendidikan yang unggul dalam kecerdasan, spiritual, intelektual, emosial dan sosial. Lulusan dari fakultas ini dipastikan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni dalam menjalani tugas sebagai pengajar dan pendidik, serta memberikan bakti terbaik kepada masyarakat luas. UHAMKA juga memiliki beberapa program untuk meningkatkan minat dan bakat mahasiswa, seperti imapala, pramuka, paduan suara, orkestra musik, teater dan lain sebagainya. selain itu ada KM UHAMKA yaitu suatu peraturan pemersatu yang bersifat legal dan berlaku di UHAMKA. Dibagi menjadi 3 macam, yaitu legislatif untuk tingkat univ, contohnya MPM, kedua ada eksekutif untuk tingkat fakultas, contohnya BEM dan HIMA, ketiga ada yudikatif di tingkat prodi yaitu MM (Mahkamah Mahasiswa).

B. Rumusan Masalah

  1. Apa pengertian dari LKTD? Serta manfaat dan tujuannya!
  2. Apa kesan dan pesan mengikuti LKTD HIMA PGSD?
  3. Bagaimana cara menerapkannya ke dalam organisasi tersebut?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan dari penulisan ini adalah untuk memenuhi tugas LKTD HIMA PGSD UHAMKA, selain itu juga untuk meresume beberapa materi yang telah disampaikan pada saat acara berlangsung serta memberikan motivasi lebih yang membaca maupun menulis.

BAB II

PEMBAHASAN

A. LKTD DAN CARA MENGETAHUINYA

1. Pengertian LKTD

LKTD ( Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar) adalah cara untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh peserta untuk menjadi pemimpin, dengan cara inilah membuat peserta menjadi lebih percaya diri dengan apa yang diperbuat dan menerima resiko dari yang sudah dilakukan. . Sedangkan dalam LKTD HIMA PGSD UHAMKA adalah kegiatan untuk memusatkan perhatian dan pikiran pada satu objek atapun suatu kegiatan tertentu dalam waktu tertentu Biasanya kegiatan ini dilakukan untuk melihat potensi dan keaktifan dari seseorang. Kegiatan ini juga lebih banyak digunakan pada saat perkuliahan.

Karena di perkuliahan terdapat banyak program yang mengutamakan skill masing masing orang. LKTD HIMA PGSD UHAMKA ini juga berasaskan pada Alquran dan Hadist, serta Pancasila dan UUD 1945.

2. Manfaat dan Tujuan LKTD

Kegiatan LKTD ini bertujuan untuk melatih dan membangun jiwa kepemimpinan dari para peserta. LKTD juga sebagai sarana efektif dalam membangun karakter mahasiswa. Ada beberapa hal yang dapat membangun mental peserta untuk menjadi lebih baik lagi. Seperti sikap disiplin ketika bangun pagi, memakai seragam yang telah ditentukan dan lain sebagainya. rasa kekeluargaan serta tanggung jawab dari peserta individu juga dapat dirasakan.

Mereka yang mengikuti LKTD nantinya akan menjadi pengurus baru di suatu organisasi tersebut.

B. KESAN DAN PESAN MENGIKUTI LKTD HIMA PGSD UHAMKA

Pada hari pertama saya mendapat banyak cerita dari teman – teman, bahwa pematerinya asik dan mudah dipahami pada saat menyampaikan materi. Salah satunya ada Bu Ika Yatri selaku Kaprodi PGSD UHAMKA, karena pada hari pertama saya sakit, saya tidak bisa mengikuti LKTD di hari itu. saya datang di hari kedua. Pada hari kedua, ketika saya datang langsung diarahkan keruang dormitory yang mana itu adalah ruangan untuk pembelajaran peserta, bersama kakak mentor saya yang bernama kak Diandra. Ini adalah kali kedua saya mengikuti LKTD, saya bertemu dengan kelompok saya yaitu kelompok 6, ada Amel, Alika dan Dinda.

Rangkaian acara pertama yaitu senam, pertama ada senam maumere dan kedua senam yang diberikan kepada peserta untuk melakukan gerakan bebas dan dipandu oleh satu pemandu. Dilanjut dengan ganti baju dan sarapan dengan waktu yang telah ditentukan. Ada beberapa aturan dalam makan, pertama tidak boleh bungkuk, kedua tidak boleh berbicara, ketiga makanan yang diberikan harus dihabiskan dan terakhir ketika ada teman kelompok yang tidak habis, maka segera dibantu untuk menghabiskannya. Tujuan dari aturan ini adalah kita harus saling kerjasama, saling kompak dan saling melindungi satu sama lain agar tidak diberikan hukuman.

Acara selanjutnya materi pertama yang saya dapatkan yaitu mengenai kepemimpinan dalam islam yang dibawakan oleh kak Azhar Nawawi, kesimpulan dari materi ini adalah sifat yang dimiliki pemimpin dalam memimpin atau mengarahkan anggotanya menggunakan syariat Alquran dan Alhadist, tidak menggunakan kekerasan, karena pemimpin itu memiliki tugas bagi rahmatallinnas dan seluruh alam seperti Nabi Muhammad SAW. Pemimpin juga harus memiliki 4 sifat yang diteladani dari Nabi Muhammad SAW, yaitu sifat sidiq artinya benar, amanah artinya dipercaya, tabligh artinya menyampaikan, dan fathonah artinya cerdas. Kak Azhar juga memberikan contoh bahwa pemimpin tidak boleh menghakimi anggotanya sendiri, pemimpin harus memiliki pikiran yang jernih dan menelaah terlebih dahulu apakah itu benar adanya salah atau tanpa disengaja. Maka dari itu nilai yang diambil dari kepemimpinan dalam islan ini adalah ketika kita berani berbuat, kita juga harus berani mengambil resiko dan bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan.

Sebelum ke materi berikutnya, kita melakukan diskusi dengan kakak mentor kelompok masing – masing mengenai materi yang sudah dijelaskan, sekaligus cerita tentang pengalaman kakak mentor, ditambah dengan pertanyaan mengenai materi selanjutnya. Materi kedua adalah administrasi kelembagaan yang dibawakan oleh kak Wulan, yang saya dapat dari materi ini adalah bagaimana caranya membuat surat yang baik dan bagus, apa saja macam – macam surat dan kepada siapa surat itu ditunjukkan, membuat proposal, format penulisan, berapa hari sebelum kita memberikan surat tersebut, cara membuat LPK serta membuat kearsipan dan bagian apa saja yang ada di dalamnya. Administrasi kelembagaan ini juga sangat penting disetiap organisasi ataupun lembaga kemahasiswaan lainnya, karena tugas dari administrasi sendiri adalah mencatat, surat menyurat dan sebagainya. tujuannya untuk memudahkan kita dalam pengelolaan data dan tau dimana tempat kita menyimpan data tersebut.

Lanjut ke materi 3 yaitu teknik persidangan oleh Kak Ridha Aulia Putri S.Pd, kesimpulan dari materi ini adalah mengetahui pengertian dari diskusi, rapat dan sidang, syarat syarat presidium sidang, ada berapa ketukan dan arti dari ketukan itu, kita juga belajar cara mengadakan sidang yang benar, sidang percobaan kemarin adalah sidang pleno, yang terdiri dari pimdang, notulen, pendamping, peninjau dan peserta sidang atau musyawirin. Ada beberapa istilah yang digunakan dalam persidangan seperti kind of order yaitu memberikan masukan atau opsi, interupsi yaitu memotong pembicaraan dan memberikan suara, itu semua harus disetujui dulu oleh pimdang agar bisa menyuarakan. Pada sidang tersebut kita membahas tentang program kerja HIMA PGSD UHAMKA dan mengoreksi yang salah, dari yang saya dapat adalah menjaga etika atau menaati aturan yang ada ketika sidang sedang berlaku, mengetahui lebih teknik persidangan yang baik seperti apa, mengoreksi bagian penulisan yang salah dan acara yang tidak sesuai, jika pimdang sudah mengetuk palu 1 kali tandanya sudah disahkan, tapi ada beberapa peraturan lainnya, contohnya diakhir sidang ternyata masih ada yang belum dikoreksi atau salah, dengan keputusan pimdang dan peserta yang ingin diubah bisa diubah kembali, tapi jika waktu awal perjanjian tidak bisa diubah di hari itu juga, maka diubah dilain waktu.

Selanjutnya materi ke 4, yaitu pendidikan kritis oleh Kak Panji Nugroho S.Pd, dia menjelaskan tentang kondisi pendidikan di era sekarang ini terpuruk karena kondisi politik yang ingin menang sendiri. Pada umumnya kita harus mengetahui kebutuhan kita, baik formal maupun non formal. Guru juga harus mengedepankan ilmu pengetahuan. Guru adalah seniman, tapi tidak semua seniman adalah guru. Pola pendidikan kritis antara lain tindakan, pikiran, berkarya dan menciptakan ide.

Berikutnya ada materi 5, yaitu manajemen aspirasi yang dibawakan oleh Kak Ega Januwardi S.Pd, ada beberapa hal yang dibahas dalam materi ini yaitu mahasiswa harus memiliki 5 komponen yaitu agent of chance, sosial control, moral force, guardian of value dan iron stock. Kesimpulannya adalah ketika mahasiswa melakukan perubahan yang diinginkan harus dengan attitude yang baik, jujur dan cerdas. Manfaat dari materi ini adalah mengasah kemampuan berfikir, belajar mempelajari analisis, survei dan kuisoner serta meningkatkan kepekaan sosial. Tujuan dari materi ini antara lain, menjalankan peran sebagai penggerak perubahan, memperjuangkan kepentingan bersama dan menuju tatanan masyarakat yayng lebih adil dan sejahtera. Ada pula prinsip – prinsip dari aspirasi, yaitu rasional, realistik, toleransi dan tidak menentang UUD 1945 dan Pancasila. Pada akhir sesi, kita dibuatkan kelompok untuk membuat suatu manajemen aspirasi yang akan dipresentasikan, kelompok saya mendapatkan tentang ekonomi, yang dimana isinya ada fasilitas umum yang disiapkan oleh pemerintah, bantuan beasiswa dan lain sebagainya.

Selepas dari semua acara itu, ada acara lain setelah sholat yaitu hafalan surat dan hadist yang ditentukan oleh kakak mentor, karena saya di hari kedua dan sama sekali belum menyetorkan hafalan, disitu saya lebih bersemangat untuk menghafalnya dan mengejar target agar bisa selesai semua, apalagi kakak penguji baik, suka memberitahu ketika kita ada yang salah atau memberi keringanan untuk hafalan setengah dulu. Ada juga kegiatan diluar mencari kertas yang berisikan materi untuk dipresentasikan, cukup menguras energi juga karena halaman yang luas dan disembunyikan di tempat – tempat yang sulit untuk ditemukan, tapi kelompok saya tidak menyerah untuk terus mencari walaupun ketempat yang sama, meskipun hasil akhirnya kita tidak menemukannya dan mendapat hukuman. Hukumannya adalah menyanyii potong bebek angsa menggunakan gerakan, tapi hukumannya tetap dijalankan dengan semangat, ketawa dan sepenuh hati, meskipun malu dilihat banyak orang tapi gapapa, karena itu adalah sebuah pembelajaran untuk kelompok saya agar tetap bersemangat dan bahagia menjalankan kegiatan ini.

Di malam hari setelah selesai semua materi, kita pindah ke masjid untuk bersih – bersih dan tidur, tapi sebelum tidur saya dan teman yang lain berbincang ria untuk melepas lelah dari seharian kegiatan. Ternyata seru juga dapat teman baru, pengalaman baru, pembicaraan yang random dan masih banyak keseruan lainnya yang saya dapat dimalam itu. Keesokan harinya, kita mengadakan sholat tahajud yang mana dilanjut dengan hafalan surat kemarin, agak ngantuk si tapi seru juga ngantri panjang buat setor hafalan. Setelah itu kita disuruh keluar untuk renungan malam, momen yang paling ditunggu walaupun takut juga karena dibentak sama kakaknya, tapi saya tau tujuannya itu baik untuk melatih mental kita agar lebih kuat lagi. Suasana pada saat itu bikin saya terharu, apalagi waktu menghayati jingle HIMA PGSD, mau nangis tapi karena malu jadinya ditahan.

Di hari ke 3 kita tidak ada materi, hanya ice breaking yaitu debat, bermain games dan ada sedikit presentasi yang belum, waktu saya maju presentasi rasanya deg – degan tapi senang karena sudah berani maju meskipun masih suka salah ngomong. Pada waktu ice breaking ini membuat saya semakin bersemangat walaupun pinggang pegel, tapi acara yang dibawakan sama kakak mentor itu seru seru, mulai dari permainan makan apa makan apa, ternyata kelompok kanan terus yang menang hehe, ada juga permainan diluar ruangan. Jadi kita dibagi – bagi sesi perpos, pos pertama yang kelompok saya dapatkan adalah melatih konsentrasi, dimana ketika kakaknya berbicara kanan, kita mengikuti ke kanan dan sebaliknya, tapi ada juga kakak lainnya yang bicara kanan, lalu kita harus bergerak kearah lawannya jadi kekiri. Karena kelompok saya kalah, jadi dihukum disuruh nyanyi kereta api tapi diganti dengan terong, rasanya malu, senang, tapi buat ambigu juga jadinya. Lalu di pos ke dua yaitu games kekompakan yaitu oper terigu, tapi sebelum mulai gamesnya kita harus memperkenalkan diri dulu dengan menggunakan gerakan bebas. Di pos ke tiga adalah games mengatur strategi, yaitu bagaimana caranya agar tali yang diikat di tangan saya dan 1 teman saya itu bisa lepas, walaupun di games ini kelompok saya gagal juga. Tapi tidak mengurangi rasa semangat saya untuk mengikuti kegiatan lainnya. Diakhir games, kita berkumpul untuk mempersembahkan jargon dan pensi. Pada saat itu, kelompok saya menyanyikan lagu buat sendiri dan lagu Budi Doremi bersama dengan kakak mentor saya yaitu kak diandra, momen pensi itu adalah momen yang paling saya suka dari semua acara, karena disitu kita bisa tertawa bersama, bernyanyi bersama, semua rasa lelah menjadi hilang.

Ada juga momen waktu Kak Diva marah – marah karena kelalaian dari teman saya yang menghilangkan beras pada hari awal dikasih, perasaan saya disitu campur aduk sedih, mau nangis dan takut apalagi waktu kak diva bilang ingin mengulang LKTD. Tapi ada salah satu dari teman saya yang memberanikan diri untuk meminta maaf kepada kak diva, meskipun ditolak. Akhirnya, kak diva memaafkan kita semua meskipun masih ada kejanggalan dihatinya karena kita sudah lalai dalam menjaga amanah yang diberikan. Dan momen paling menegangkan adalah ketika mengucapkan sumpah yang disaksikan oleh hujan.

Perasaan terharu, senang dan lega yang susah untuk didefinisikan, hanya bisa dirasakan. Sesi paling akhir adalah sesi foto foto bersama kakak pengurus HIMA PGSD, kakak mentor dan teman – teman. Saya mau banyak berterimakasih kepada kakak pengurus yang sudah sabar dalam mendidik dan memberikan banyak pelajaran untuk kita semua, terutama kak diandra yang perhatian sekali sama anak didiknya.

BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Kesimpulannya adalah banyak sekali yang saya dapatkan dari kegiatan LKTD ini, mulai dari materi untuk bekal kepengurusan nanti, kakak pengurus sekaligus mentor yang asik, teman – teman yang seru dan games – games yang buat kita makin happy dan seru buat ngelajanin kegiatan ini sampai akhir. Pesan yang saya ambil dari kegiatan ini adalah bagaimana cara menjaga etika dengan baik, belajar disiplin, belajar menghargai waktu dan belajar untuk menjaga amanah yang diberikan kepada kita dari orang lain serta menjaga kekompakan dan keutuhan satu sama lain, karena kita adalah keluarga. Ternyata tanpa kita sadari begitu banyak manfaat dari mengikuti LKTD HIMA PGSD ini untuk menjadi organisasi. oleh karena itu, penulis menyarankan agar kita lebih serius dalam mempelajari materi yang disampaikan dan jangan menjadikan sebagai sesuatu yang menyulitkan untuk dipelajari.

B. SARAN

Panitia agar memberi banyak waktu untuk ke toilet, apalagi untuk wanita yang sedang berhalangan. Tidak mengambil semua makanan yang di bawa dari rumah, setidaknya masih ada satu atau dua makanan yang ditinggal untuk di makan sendiri, karena kita tidak tau kalau ada orang lain yang memiliki magh atau masih lapar. Semoga untuk HIMA PGSD UHAMKA bisa menambahkan acara yang lebih seru lagi kedepannya, misal lebih banyak bercerita pengalaman dari masing– masing divisi agar kita bisa lebih termotivasi dan semangat untuk menjalankan tugas.

AMELIA NIA PRADIPA

KELAS : 1A (PGSD)

NIM    : 2101025308

BAB I

PENDAHULUAN

Di dalam sebuah organisasi ini kita memiliki tujuan untuk berkembang lebih maju, atau mempunyai sedikit gambaran progres ke depan untuk mahasiswa HIMA PGSD UHAMKA.

Untuk menjadikan mahasiswa yang produktif, edukatif, agamis, dan bertanggung jawab dalam melakukan program kerja baik di dalam kampus maupun di luar kampus.

B. RUMUSAN MASALAH

  1. Mengapa, LKTD ini dilakukan secara 3 hari di kampus?
  2. Fungsi ilmu LKTD yang kita dapat selama 3 hari gunanya untuk apa?
  3. Bagaimana, kita membentuk sebuah keluarga baru di HIMA PGSD?

C.TUJUAN

  1. Untuk mengenang suatu momen penting di HIMA PGSD
  2. Untuk mencapai keberhasilan LKTD HIMA PGSD

BAB II

PEMBAHASAN

A. Pengalaman LKTD 3 hari di UHAMKA

Pada hari pertama saya datang menggunakan pakaian yang sudah ditentukan sama kaka LKTD, saya menggunakan baju berwarna hitam putih dan jilbab segiempat berwarna merah. Sampai disana saya dan teman teman saya yang lain berjalan secara rapih untuk pengecekan barang bawaan kita mulai dari barang pribadi dan kelompok. Setelah pengecekan kita baris sesuai kelompok yang sudah dibagikan sebelum paska LKTD untuk masuk ke dalam ruangan yang akan kita tempati. Di hari pertama kita pengenalan dan juga games, setelah itu kita lanjut dengan materi. Materi pada hari pertama kita dapat 5 materi:

  1. Keprodian FKIP (bu ika yatri mpd)

Beliau menjelaskan tentang struktur pengurus di fakultas juga program studi FKIP.

  1. Retorika dasar (ka rifka)

Beliau mengajarkan tentang cara kita untuk melatih skil berkomunikasi kita pada orang lain atau di depan orang banyak dengan menggunakan tutur kata bahasa yang baik, padat, singkat, dan juga jelas.

  • Manajemen waktu (ka putri)

Ka putri mengajarkan kita waktu adalah hal yang sangat sangat berharga. Maka dari itu pergunakan waktu sebaik mungkin semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang ingin kita raih atau apa yang sedang kita bangun.

  • Manajemen organisasi (bang tulus)

Beliau mengajarkan kita tentang mencapai suatu proses/perencanaan untuk mencapai tujuan secara efektif atau secara apa yang kita inginkan.

  • KM UHAMKA ( ka sri agustina)

Ka sri memberikan tentang sebuah suatu bentuk aturan adat istiadat kedudukan dalam suatu lembaga. Menjelaskan tentang suatu struktur organisasi yang ada di dalam kampus kita atau di FKIP UHAMKA.

Itu adalah ke 5 materi yang saya dapatkan dari orang orang hebat pada hari pertama pelaksanaan LKTD. Menurut saya ke 5 materi tersebut sangat bermanfaat untuk kita yang belum tau apa itu kepemimpinan atau menjadi seorang pemimpin sesungguhnya maka dari itu butuh basic dasar. Setelah materi selesai kita bersih bersih lalu lanjut solat setelah itu makan dan di lanjutkan dengan tidur pada malam hari.

Pada hari kedua, kita bangun pada jam 2 pagi kita melaksanakan tahajud secara bersama, setelah tahajud dilanjut dengan hafalan yang sudah ditentukan oleh kaka pasca LKTD, setelah hafalan dilanjut solat subuh berjamaah, dilanjut dengan senam pagi, setelah itu sarapan pagi. Setelah sarapan kita diberikan waktu untuk ganti baju hari kedua yaitu menggunakan rok hitam, kemeja maroon dan jilbab segiempat berwarna biru muda. Di lanjut dengan materi pada hari ke 2. Di materi hari kedua kita mendapatkan bimbingan atau materi yang berjumlah sama seperti hari pertama yaitu 5 materi sebagai berikut:

  • Kepemimpinan dalam islam (m. azhar nawawi)

Beliau mengajarkan kita sebagai seorang pemimpin harus cerdas, amanah, adil, bertanggung jawab, dan juga fathanah.

  • Administrasi kelembagaan (kak wulan)

Mengajarkan kita tentang aturan atau tugas inventaris dan dokumentasi untuk mengkontrol sebuah organisasi supaya mencapai tujuan bersama.

  • Teknik persidangan (kak Ridha)

Mengajarkan tentang forum formal instansi untuk mendapatkan hasil yang jelas dan juga mufakat.

  • Pendidikan kritis (panji nugroho spd)

Beliau mengajarkan seharusnya pendidikan sebagai penyadar untuk kekuatan setiap manusia. Proses pendidikan juga melibatkan permasalahan di lingkungan masyarakat. Kurikulum pendidikan harus sesuai sama sumber daya alam nya.

  • Manajemen aspirasi (ega januwardi)

Beliau mengajarkan kita sebagai seorang mahasiswa harus mempunyai aspirasi/inspirasi untuk menuangkan analisis berdasarkan data bisa yang dipertanggung jawabkan.

Pemberian ke 5 materi terakhir di hari kedua telah selesai. Lanjut untuk games, solat magrib, dan juga makan malam. Setelah makan malam selesai kita kembali masuk ke ruangan untuk membuat kesimpulan atau mind mapping ke 5 materi di hari pertama lalu setiap kelompok mempresentasikan materi yang sudah disampaikan. Setelah beberapa kelompok mempresentasikan karna waktu tidak di cukup dilanjutkan besok di hari ketiga. Setelah itu kita renungan untuk mempersatukan atau mempererat keluarga baru kita di HIMA PGSD. Setelah renungan lanjut bersih bersih lalu lanjut untuk tidur.

Di hari ketiga kita bangun jam 2 pagi lagi untuk tahajud secara berjamaah di lanjut hafalan dan di lanjut solat subuh secara berjamaah. Setelah solat kita siap siap untuk senam pagi lagi dilanjut sarapan pagi. Setelah sarapan pagi kita games perkelompok da nada 3 pos yang ahrus kita datangi. Setelah games selesai kita diberikan waktu untuk bersih bersih dang anti baju hari ketiga menggunakan rok hitam, baju batik, dan jilbab berwarna hitam. Setelah bersih bersih kita lanjut masuk keruangan lagi untuk meneruskan presentasi perkel dari ke 10 materi kemarin.

Setelah perkelompok mempresentasikan, kita diajarkan cara debat dan dibagi 2 kelompok. Setelah debat di penghujung acara banyak sambutan dari para alumni alumni HIMA PGSD. Setelah sambutan alumni selesai kita dipersiapkan untuk pulang ke rumah masing masing.

Dan itu pengalaman yang bisa saya dapat selama pelaksanaan latihan kepemimpinan tingkat dasar (LKTD) di HIMA PGSD. Sangat berkesan dan banyak ilmu yang bisa saya ambil dari ke 10 materi kemarin dan pengalaman daari kaka para pembimbing juga kaka alumni.

BAB III

PENUTUP

 A.       KESIMPULAN

3 hari pelaksanaan pasca LKTD HIMA PGSD sangat mengesankan. Kesan saya, selama 3 hari itu saya bisa mendapat ilmu dari ke 10 materi kemarin dan menurut saya ilmu baru itu sangat penting bagi saya sekarang. Pesan saya, semoga apa yang sudah kita dapat kemarin itu berguna bagi untuk kehidupan kita sekarang.

B.        SARAN

Semoga pelaksanaan LKTD HIMA PGSD lebih kreatif lagi tidak miskomunikasi antar para anggota supaya acara berjalan dengan baik dan sesuai apa yang seperti kita harapkan.

Alika Adwa Putri Rintana

Kelas: 1J

NIM : 2101025145

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Dalam kehidupan sehari-hari kata organisasi pasti sudah familiar, bahkan kemungkinan besar kita pernah tergabung dalam suatu organisasi. Mengikuti organisasi merupakan salah satu cara untuk mengembangkan nilai keaktifan, terlebih sebagai seorang pelajar yang memang dituntut untuk aktif serta berpikir kritis. Dalam suatu organisasi kita tidak lagi bekerja individu dan mementingkan kepentingan pribadi, melainkan seluruh anggota yang tergabung di dalam organisasi tersebut bekerja sama untuk pencapai tujuan bersama.

Adanya organisasi himpunan mahasiswa sendiri dalam lingkup perkulihan tidak hanya untuk meningkatkan relasi pertemanan saja, melainkan juga sebagai acuan untuk menjadikan mahasiswa kuat dalam menghadapi tekanan, melatih leadership atau kepemimpinan, serta sebagai ajang latihan untuk menghadapi dunia kerja. Sebelum resmi menjadi bagian dari himpunan mahasiswa, para cakader mengikuti kegiatan LKTD atau Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar. Dimana dalam kegiatan ini cakader dilatih agar memiliki jiwa kepemimpinan yang hebat serta PESAT, yaitu Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab.

Acara LKTD yang diselenggarakan pada tanggal 28 s.d 30 Januari 2022 ini disusun sedemikian rupa agar para cakader antusias dan aktif dalam menjalankan serangkaian kegiatan yang telah dirancang. Mulai dari adanya pemateri yang memberikan motivasi serta ilmu pengetahuan baru, adanya sesi debat dan diskusi agar kita sebagai cakader memiliki pemikiran yang kritis serta responsif, hafalan surah serta hadist, hingga renungan malam yang membuat kita saling terikat sebagai keluarga.

LKTD sendiri sebagai sarana untuk melatih konsentrasi dan kepemimpinan individu tiap mahasiswa. Bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada anggota dalam meningkatkan kecakapan dan keterampilan mereka, terutama dalam bidang-bidang yang berhubungan dengan kepemimpinan yang diperlukan dalam pencapaian tujuan organisasi.

A. Rumusan Masalah

  1. Apa yang dimaksud dengan organisasi?
  2. Apa manfaat yang dapat diperoleh dari suatu organisasi?
  3. Bagaimana cara mahasiswa agar memiliki kepemiminan hebat yang berjiwa PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung jawab)?
  4. Apa kesan dan pesan yang didapat dari latihan kepemimpinan tingkat dasar himpunan mahasiswa program studi pendidikan guru sekolah dasar?
  5. Apa saja ilmu yang didapat dari latihan kepemimpinan tingkat dasar himpunan mahasiswa program studi pendidikan guru sekolah dasar?

C. Tujuan Penulisan

  1. Mengetahui apa itu organisasi
  2. Mengetahui apa saja manfaat yang dapat diperoleh dari suatu organisasi
  3. Mengetahui bagaimana cara agar mahasiswa agar memiliki kepemimpinan hebat yang berjiwa PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung jawab)
  4. Mengetahui apa saja kesan dan pesan yang didapat dari latihan kepemimpinan tingkat dasar himpunan mahasiswa program studi pendidikan guru sekolah dasar
  5. Menambah ilmu dari latihan kepemimpinan tingkat dasar himpunan mahasiswa program studi pendidikan guru sekolah dasar

BAB II

PEMBAHASAN

A. Organisasi

Secara umum, organisasi adalah sebuah wadah untuk sekumpulan orang yang bekerja sama secara rasional serta sistematis yang terpimpin atau terkendali untuk mencapai tujuan bersama dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di dalamnya. Adapun ciri-ciri dari suatu organisasi, yaitu:

1.         Mempunyai tujuan dan sasaran

2.         Mempunyai keterikatan format dan tata tertib yang harus ditaati

3.         Adanya kerja sama dari sekelompok orang

4.         Mempunyai koordinasi tugas dan wewenang

Di Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka terdapat Keluarga Mahasiswa atau dapat disingkat dengan KM. Dibentuk pada 2 April 2000, dimana KM ini memiliki tujuan, yaitu:

1.         Ikut mengusahakan terbentuknya akademisi islam yang mandiri

2.         Mengusahakan wahana aspirasi

3.         Membina rasa persaudaraan dan kekeluargaan

KM Uhamka terdiri dari MPM atau Majelis Perwakilan Mahasiswa yang merupakan representasi mahasiswa dan berkedudukan di tingkat universitas, BEM atau Badan Eksekutif Mahasiswa yang merupakan organisasi non- struktural kemahasiswaan dan berkedudukan di tingkat universitas dan fakultas, UKM atau Unit Kegiatan Mahasiswa adalah unit kegiatan yang dikelola mahasiswa dan ortom yang dikembangkan di UHAMKA atas dasar bakat minat kegemaran khusus mahasiswa dan berkedudukan di tingkat universitas dan fakultas, DPM atau Dewan Perwakilan Mahasiswa yang merupakan representasi mahasiswa yang berkedudukan di tingkat fakultas, dan HIMA atau Himpunan Mahasiswa yang merupakan organisasi non-struktural kemahasiswaan dan berkedudukan ditingkat jurusan atau program studi.

Dalam mengikuti organisasi, tentunya kita sebagai mahasiswa akan memperoleh banyak manfaat, selaian untuk memperluas relasi pertemanan, mengikuti suatu organisasi juga dapat meningkatkan wawasan serta pengetahuan, membentuk pola pikir yang lebih baik, menjadi kuat dalam menghadapi tekanan, meningkatkan kemampuan berkomunikasi, melatih leadership atau kepemimpinan, belajar manajemen waktu, memperluas jaringan atau networking, mengasah kemampuan sosial, serta sebgai ajang latihan dunia kerja yang sesungguhnya.

B. Kepemimpinan Hebat yang Berjiwa PESAT

Dalam kegiatan LKTD HIMA PGSD, rangkaian kegiatan yang dirancang berhasil mewujudkan kepemimpinan yang hebat dan berjiwa PESAT, sesuai dengan tema yang diusung dalam acara tersebut. Dalam upaya mewujudkan kepemimpinan yang hebat dan berjiwa PESAT, para pengurus menyediakan wadah untuk para cakader mengembangkan potensinya. Seperti contohnya dalam susunan kegiatan yang berjalan, kita diberikan kebebasan untuk berargumen serta mengaspirasikan ide kita.

Pada tanggal 29 Januari 2022, terdapat materi tentang “Kepemimpinan dalam Islam” dengan pemateri Kak Muhammad Azhar Nawawi. Materi yang diberikan dalam acara LKTD ini sangat membantu kita sebagai cakader untuk memahami bagaimana agar memiliki jiwa kepemimpinan yang berdasarkan hukum Allah. Dari materi tersebut dapat kita ketahui bahwasannya kepemimpinan sendiri merupakan korelasi antara esensi dan nilai kepemimpinan, dimana esensi disini dimaksudkan pada style of the leader, sedangkan nilai disini dimaksudkan pada karakter serta perilaku pemimpin. Dan kepemimpinan yang berdasarkan pada hukum Allah, yaitu pemimpin yang berlandaskan pada Al-quran dan As-sunnah dapat diterapkan sebagaimana yang dicontohkan oleh KH Ahmad Dahlan. Gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh KH Ahmad Dahlan adalah etos kerja, dimana etos kerja sendiri memiliki korelasi dengan sifat-sifat kepemimpinan Rasulullah.

Selain untuk memiliki kepemimpinan yang hebat, kami sebagai cakader juga ditanamkan agar memiliki jiwa yang PESAT, yaitu Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab. Produktif disini dilibatkan dengan waktu yang kami gunakan sebagai bagian dari HIMA PGSD. Dimana waktu yang kami miliki selama perkulihan tidak akan terbuang sia-sia karena kegiatan yang terlaksanan di HIMA. Tentunya kegiatan yang berjalan akan bermanfaat untuk kedepannya dan akan menghasilkan sesuatu baik bagi individu masing- masing maupun untuk organisasi. Dari kegiatan LKTD yang berlangsung dapat dilihan susunan acara yang sangat produktif. Mulai dari materi LKTD yang dapat menambah ilmu, hafalan surah, hingga susunan acara lainnya yang melibatkan kedisiplinan serta kemandirian. Edukatif disini dapat terlihat dari banyaknya ilmu pengetahuan serta wawasan baru yang akan kita dapatkan jika kita mengikuti suatu organisasi. Terlebih melihat perkembangan yang tumbuh cepat di Indonesia, sebagai mahasiswa kita harus terus menuntut ilmu agar tidak tertinggal. Sebagai bagian dari suatu organisasi, kita juga dituntut untuk bersikap responsif. Responsif disini diartikan dengan bagaimana sikap cepat tanggap anggota dalam melakukan suatu hal. Dalam HIMA PGSD juga menanamkan nilai agamis, tentunya sebagaimana ajaran yang telah ditetapkan oleh agama islam. Dalam menjalankan segala kegiatan, HIMA PGSD akan menyesuaikan dengan ketentuan-ketentuan Allah. Dan yang terakhir adalah tanggung jawab, dimana tanggung jawab ini sangat diperlukan terlebih kita yang berani untuk mengambil tindakan pastinya harus berani pula untuk menaggung segala sesuatu yang akan menjadi resikonya.

Semua sikap kepemimpinan diatas dapat kita mulai dari diri kita masing- masing. Dengan menanamkan rasa ingin tahu dan peka terhadap lingkungan sekitar, tentunya akan tumbuh jiwa PESAT dan kepemimpinan yang hebat di dalam diri kita. Keberanian serta optimis juga sangat dibutuhkan untuk mendukung kita mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari, dengan begitu kita akan terbiasa dan mulai percaya diri atas apa yang telah kita tanamkan.

C. Kesan dan Pesan mengikuti Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Selama mengikuti kegiatan LKTD HIMA PGSD tentunya banyak kesan dan pesan yang diambil. Mulai dari solidaritas antar anggota, seperti contohnya dalam kegiatan LKTD ini kita dituntut untuk memiliki visi dan misi yang sama. Dan jika ada yang terkena masalah, maka kita akan tanggung bersama-sama.

Responsif juga sangat dilibatkan dalam kegiatan LKTD ini, bagaimana saat sesi dispur maupun debat para cakader saling berlomba menyampaikan argumennya dan mampresentasikan hasil kerjanya. Tidak hanya itu, saat renungan malam para cakader dikumpulkan di lapangan dan membentuk sebuah lingkaran dengan tangan yang saling merangkul, lalu para pengurus menyampaikan harapan-harapan mereka kepada para cakader dan setelah itu kami bersama- sama menyanyikan jingle HIMA PGSD.

Hari-hari selama LKTD membuat banyak perubahan baik antar individu maupun bagi individu masing-masing, seperti contohnya para cakader yang sebelumnya tidak saling mengenal setelah mengikuti acara LKTD ini menjadi terikat sebagai keluarga, mengenal satu sama lain dan saling support untuk keberhasilan bersama. Selain itu perubahan yang terjadi pada tiap individu adalah rasa ingin tahu serta keberanian menunjukkan kelebihannya, lebih percaya diri dan juga bertambah wawasan.

D. Ilmu yang di dapat setelah Mengikuti Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Terdapat 10 materi yang diberikan oleh pemateri-pemateri hebat. Mulai dari materi tentang keprodian sampai dengan manajemen aspirasi. Semua materi yang diberikan sangan bermanfaat untuk kami sebagai bagian dari suatu organisasi agar dapat beradaptasi serta memperbaiki diri untuk menjadi kader yang lebih baik.

Pada hari pertama diberikan lima materi. Materi pertama dibuka dengan materi keprodian dengan pemateri Ibu Ika Yatri, M.Pd. Beliau menjelaskan tentang bagaimana program studi pendidikan guru sekolah dasar berdiri, kurikulum yang diberikan selama pembelajaran, bentuk kegiatan MBKM apa saja yang akan terlaksana, serta visi dan misi dari program studi PGSD. Dilanjutkan dengan materi ke-dua, yaitu mengenai retorika dasar. Materi ini dibawakan dengan interaksi yang sangat baik antara pemateri dan para cakader yang menjadi audience, dan materi ini menjadi salah satu materi favorit saya selama LKTD berlangsung. Pemateri dari retorika dasar adalah Ka Rifka Khoirunnisa, dimana pada materi ini ka Rifka menjelaskan tentang apa itu retorika, bagaimana cara beretorika yang baik, manfaat, serta jenis-jenis retorika. Materi ke-tiga mengenai manajemen waktu dengan pemateri Ka Putri Marantika, di materi ini para cakader diajarkan bagaimana menyusun strategi manajemen waktu dengan baik, serta manfaat dari manajemen waktu. Dilanjutkan dengan materi ke-empat mengenai manajemen organisasi, dengan pemateri Ka Tulus Setyo Pamuji. Di materi ini dijelaskan apa itu manajemen organisasi, skala prioritas dalam memanajemen, serta apa saja fungsi dari manajemen aspirasi. Dan materi ke-lima menjelaskan mengenai konstitusi KM UHAMKA. Dimana pematerinya adalah Ka Sri Agustina, dan beliau menjelaskan mengenai apa itu konstitusi KM UHAMKA, tujuan dari KM UHAMKA, serta mengenai trias politika.

Pada hari ke-dua diberikan pula lima materi dengan pemateri yang berbeda, yaitu materi pertama mengenai kepemimpinan dalam islam, dengan pemateri Ka Muhammad Azhar Nawawi. Pada materi ini para cakader dijelaskan mengenai definisi kepemimpinan yang sesuai dengan ajaran islam, bagaimana prespektif dalam islam itu sendiri, dan tokoh kepemimpin islam yang dapat dijadikan contoh. Dilanjutkan dengan materi ke-dua mengenai administrasi kelembagaan dengan pemateri Ka Wulan. Di materi ini para cakader diajarkan bagaimana cara membuat surat yang akan diajukan, serta ketentuan-ketentuan yang berlaku dalam pembuatan surat. Materi ke-tiga dengan pemateri Ka Mita membahas tentang teknik persidangan. Beliau menjelaskan apa saja istilah dalam persidangan, syarat-syarat menjadi presidium sidang, hingga tingkatan persidangan. Lalu dilanjutkan dengan materi ke-empat mengenai pendidikan kritis, dengan pemateri Ka Panji Nugroho. Materi ini menjelaskan apa saja karakter kritis, bagaimana pola penerapan pendidikan kritis, hingga metode pendidikan problem possing education. Dan materi terakhir ditutup dengan manajemen aspirasi, dengan pemateri Ka Ega Januwardi. Dan pada materi ini beliau menjelaskan apa arti penting mahasiswa, bagaimana cara mahasiswa dapat melakukan perubahan, apa saja tujuan serta keuntungan apa saja yang akan didapat, hingga prinsip-prinsip dari manajemen aspirasi.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari bahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa banyak sekali manfaat yang dapat diambil jika kita mengikuti suatu organisasi. Latihan kepemimpinan tingkat dasar yang menjadi sarana untuk melatih konsentrasi dan kepemimpinan individu tiap mahasiswapun berjalan lancar, dan berhasil membuat para cakader menjadi lebih baik, sesuai dengan tema yang diusung dalam acara ini yaitu “Menjadikan Kader yang PESAT (Produktif, edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab)”.

B. Saran

Rangkaian kegiatan mungkin akan berjalan baik jika informasi diberikan jauh hari sebelum kegiatan terlaksana, seperti contoh; adanya hafalan surah serta hadist yang tidak di informasikan kepada cakader, yang membuat cakader sulit menyeimbangi rangkaian kegiatan yang padat dari LKTD dengan menghafal surah serta hadist yang akan disetorkan. Selain itu, mengingat kondisi sekarang yang kurang baik, hendaknya sebelum mengikuti acara peserta dianjurkan untuk swab terlebih dahulu agar mengantisipasi tersebarnya virus ke peserta lain, serta alat makan sebaiknya tidak digabung terutama sendok dan garpu.

ADINDA AYU

KELAS: 1D

NIM: 2101025292

BAB I

Pendahuluan

A. Latar Belakang

Kepemimpinan adalah kemampuan yang ada pada diri seorang leader yang berupa sifat-sifat tertentu, seperti: Kepribadian (personality), Kemampuan (ability), & Kesanggupan (capability). Kepemimpinan merupakan rangkaian aktivitas pemimpin yang tidak dapat dipisahkan dengan kedudukan, gaya dan perilaku pemimpin tersebut, serta interaksi antara pemimpin, pengikut dan situasi.

Pada LKTD di HIMA kemarin bertema “Menjadi Kader Yang Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis & Tanggung Jawab (PESAT)”. Pertama, produktif adalah sebuah cara untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dengan sedikit waktu dan sedikit usaha. Ketika kamu mencoba ingin produktif, itu artinya kamu mencoba untuk mencapai tujuan dan bisa meluangkan waktu untuk hal-hal penting lainnya.

Kedua, edukatif adalah sesuatu yang bersifat mendidik. Dalam pendidikan juga bisa diartikan sebagai hubungan dua arah antara pendidik dan siswa dengan sejumlah norma sebagai media untuk mencapai tujuan pendidikan.

Ketiga, responsif adalah nilai yang terwujud dalam bentuk perilaku kerja yang senantiasa mengembangkan sikap proaktif, kooperatif, kritis, suportif, peka terhadap situasi dan kebutuhan lingkungan kerja, mampu memanfaatkan peluang dan tantangan yang ada, serta melayani secara prima pihak – pihak yang berkepentingan dalam pekerjaan.

Keempat, agamis adalah seseorang yang memiliki keimanan, taat ibadah, dan menjunjung nilai-nilai spiritual dalam aktivitas sehari-hari. Semakin baik tingkat keimanan dan agama seseorang, maka semakin takut seseorang tersebut melakukan perbuatan tercela maupun kriminal.

 Dan kelima, tanggung jawab adalah kesadaran seseorang melakukan suatu kegiatan, dan bersedia menjalani risiko akibat perbuatan. Tanggung jawab termasuk tingkat laku manusia, untuk sadar akan perbuatan dan kewajiban yang harus dilakukan.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa saja kegiatan selama LKTD di HIMA PGSD Uhamka?
  2. Apa saja kesan dan pesan setelah mengikuti LKTD?

C. Tujuan

Mengetahui kegiatan-kegiatan & kesan serta pesan LKTD di HIMA PGSD Uhamka.

BAB II

PEMBAHASAN

A. Kegiatan selama LKTD

Di hari pertama, datang pada pukul 06.00 WIB memakai baju putih, rok hitam serta dipadukan dengan kerudung merah maroon. Setelah itu, para kader absen dan menulis riwayat penyakit serta menaruh beberapa keperluannya seperti beras, stmj, energen, teh, cemilan, telur, dan lain-lain ke kakak-kakak panitia.

Setelah itu seluruh kader memasuki ruangan terkecuali perwakilan dari setiap kelompok kader mereka ke aula ahmad dahlan untuk menyaksikan secara langsung sambutan dari para dekan. Karena disana saya tidak tahu waktu menunjukkan pukul berapa jadi saya hanya akan memberi tahu setiap kegiatan tanpa pukul berapa.

Kegiatan yang pertama adalah mendengarkan sambutan para dekan via zoom bersama seluruh kader di ruangan. Selanjutnya ada sambutan dari Bu Ika Yatri selaku Kaprodi PGSD. Beliau juga menyampaikan materi yang pertama tentang keprodian yaitu yang berjudul Mencetak Calon Guru Profesional Yang Berakhlakul Karimah dan dimoderatorkan oleh Kak Mediana.

Materi yang kedua disampaikan oleh Kak Rifka Khoirunisa yaitu yang berjudul Retorika Dasar dan dimoderatorkan oleh Kak Citra Ayu. Materi yang ketiga disampaikan oleh Kak Aura Khoirunisa yang berjudul Manajemen Waktu dan dimoderatorkan oleh Kak Putri Marantika. Disela-sela acara tersebut disempatkan ishoma yaitu istirahat, sholat, dan makan.

Materi yang keempat disampaikan oleh Kak Tulus Setiyo Pamuji dan dimoderatorkan oleh Kak Shofi Regita. Dan materi terakhir di hari pertama yaitu berjudul Konstitusi KM Uhamka yang disampaikan oleh Kak Sri Agustina yang dimoderatorkan oleh Kak Putri Asyiva. Setelah semua materi selesai di hari pertama semua kader beristirahat dan tidur di masjid.

Lalu esok harinya para kader dibangunkan untuk sholat tahajud bersama. Dan dilanjut dengan menyetor hafalan yang sudah diberi tahu yaitu ada hafalan surat Al-Ahzab, Ali-Imran, dan Al-Maun. Setelah itu dilanjut dengan sholat subuh. Sesudah sholat subuh dilanjut dengan mendengarkan kultum. Para kader berganti baju untuk senam bersama.

Setelah senam berganti baju lagi untuk mendengarkan materi-materi pada hari kedua. Materi pertama di hari kedua yaitu Kepemimpinan Dalam Islam yang disampaikan oleh Kak Muhammad Azhar Nawawi dan dimoderatorkan oleh Kak Safitri Purnama. Materi yang kedua berjudul Persidangan yang disampaikan oleh Kak Mitha dan dimoderatorkan oleh Kak Mita Wulandari. Selanjutnya disela-sela materi di hari kedua ini ada games yaitu mencari selembar kertas yang terdapat materi-materi yang sudah disampaikan dari hari pertama sampai hari kedua. Dan dipresentasikan didepan kelompok- kelompok kader

Materi yang ketiga berjudul Pendidikan Krisis yang disampaikan oleh Kak Panji Nugroho dan dimoderatorkan oleh Kak Chaerunisa. Materi yang keempat Administrasi Kelembagaan yang disampaikan oleh Kak Wulan dan dimoderatorkan oleh Kak Sayyidah Fatimah. Materi yang terakhir atau kelima adalah Manajemen Aspirasi yang disampaikan oleh Kak Ega Januwardi dan dimoderatorkan oleh Kak Elis.Setelah sampai pada materi terakhir para kader beristirahat dan tidur di masjid.

Dan di malam terakhir ini ternyata ada acara renungan malam. Lalu, para kader sholat tahajud lagi. Menuju subuh para kader lanjut hafalan. Setelah itu sholat subuh berjamaah. Sehabis subuh dilanjut dengan kultum sama seperti kemarin. Para kader berganti baju untuk bermain games. Setelah games selesai berganti baju batik. Selanjutnya ada sambutan dari para pengurus HIMA PGSD di tahun-tahun sebelumnya. Sampai pada akhirnya acara berakhir para kader dan kakak-kakak pengurus berswafoto dan membuat video sambil melafalkan yel-yel HIMA PGSD.

B. Kesan dan Pesan Selama LKTD

Selama LKTD saya sangat excited dan agak kecapekan karena kegiatannya sangat padat tapi sangat seru sekali. Karena saya mempunyai asma saya tidak dapat di ruangan yang sirkulasi udaranya kurang baik jadi pesan saya untuk sirkulasi udara agar diperhatikan. Dan saya harap tahun-tahun sesudahnya nanti semua cakader HIMA PGSD dapat LKTD secara offline. Semoga dengan LKTD ini dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan bagi saya dan teman-teman yang lain.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama LKTD sangat bermanfaat dan sangat menginspiratif bagi para kader. Materi-materi yang disampaikan juga sangat berbobot dan tidak membosankan sehingga dapat dicermati dengan baik. Baik para pemateri dan moderatornya pun sangat fun membawakan materinya.

B. Saran

Semoga di tahun berikutnya para kader dapat merasakan LKTD ini secara offline. Dan semoga semakin banyak yang ikut HIMA PGSD supaya dapat mengembangkan potensi diri.

ZATIRA TRI IZRA MAHARANI

KELAS : 1G

NIM    2101025315

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Alasan mengapa saya mencoba untuk mendaftar dan mengikuti rangkaian kegiatan HIMA tidak hanya untuk mencari pengalaman dan teman baru, tetapi saya juga memiliki tujuan untuk memperbanyak relasi dan pengetahuan saya mengenai keorganisasian di lingkungan kampus UHAMKA. Itulah yang menantang saya untuk mencoba memasuki dunia organisasi di kampus seperti HIMA. Sejauh ini, HIMA membawa pengaruh yang cukup baik buat saya dalam berbagai aspek. Seperti dalam hal mengambil keputusan, dalam mengatur waktu, dan masih banyak lagi. Di tahun ini, HIMA PGSD melaksanakan kegiatan LKTD secara offline dengan mengusung tema ”Kepemimpinan hebat yang berjiwa PESAT”. PESAT disini adalah singkatan dari Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggung jawab. Saya akan menjelaskan sedikit mengenai arti dari kata PESAT tersebut.

  • Produktif : sebagai manusia, kita harus memiliki jiwa produktif dalam diri kita sendiri. Dengan melakukan kegiatan yang produktif, maka kehidupan kita akan jauh lebih bermanfaat bagi diri kita sendiri maupun orang lain.
  • Edukatif : sebagai calon pemimpin, kita harus memberikan contoh ataupun berbagi kegiatan yang edukatif kepada orang-orang disekeliling kita.
  • Responsif : seorang pemimpin juga harus peka dan aktif dalam segala hal. Pemimpin juga harus bisa responsif dan tanggap dalam mengatasi masalah dalam suatu organisasi yang dapat diselesaikan secara bersama dengan anggota organisasi lainnya.
  • Agamis : seorang pemimpin juga harus bisa memiliki keimanan, ketaatan, dan menjunjung nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
  • Tanggung jawab : kesadaran seseorang terhadap apa yang menjadi kewajibannya dalam menangani segala sesuatu yang sudah di lakukan. Seorang pemimpin harus bisa bertanggung jawab dengan apa yang telah diucapkan dan dilakukan.

Kegiatan LKTD ini juga dilakukan bertujuan untuk melatih dan mempersiapkan para kader HIMA agar mereka mampu untuk menjadi anggota HIMA seutuhnya. Tak hanya itu, adanya kegiatan LKTD ini diharapkan membuat para kader terlatih dari segi kesiapan dan juga mental para kader.

B.  Rumusan Masalah

Berikut adalah beberapa Rumusan Masalah yang akan saya bahas pada makalah ini :

  1. Apa saja Materi yang saya dapatkan saat mengikuti pelaksanaan kegiatan LKTD ?
  2. Apa saja Kesan dan Pesan dari saya terhadap pelaksanaan kegiatan LKTD ?

C. Tujuan Penulisan

Berikut adalah beberapa Tujuan Penulisan dari Makalah ini :

  1. Sebagai Tugas yang diberikan kepada peserta LKTD 2022/2023.
  2. Sebagai Kenang-kenangan yang dapat dilihat kemudian hari.
  3. Sebagai bentuk apresiasi yang saya berikan terhadap kegiatan pelaksanaan LKTD yang telah saya ikuti.

BAB II

PEMBAHASAN

I.          Materi Yang didapat dari pelaksanaan kegiatan LKTD

Pelaksanaan Kegiatan LKTD kemarin diisi dengan cukup banyak materi yang dibawakan oleh beberapa pemateri. Ada sekitar 10 materi yang diberikan kepada cakader HIMA PGSD, berikut ini beberapa materi yang disampaikan oleh pemateri :

  1. Keprodian

Materi ini disampaikan oleh Kepala Prodi PGSD, Ibu Ika Yatri M,Pd. Materi Keprodian ini berisi mengenai pengetahuan umum dari Program Studi PGSD mulai dari Visi dan Misi hingga Program-program yang disediakan oleh kampus untuk Mahasiswa program studi PGSD.

  • Retorika Dasar

Materi ini disampaikan oleh Kak Rifka Khoirunnisa, S.Pd. Materi Retorika dasar ini berisi tentang ilmu atau kemampuan seseorang dalam berkomunikasi dengan orang lain. Pada materi ini juga dijelaskan bagaimana pentingnya tata cara berbicara dan menyampaikan sesuatu dengan benar kepada orang lain.

  • Manajemen Waktu

Materi ini disampaikan oleh Kak Putri Marantika, S.Pd. Materi Manajemen waktu ini berisi tentang bagaimana cara seseorang untuk mengatur waktu agar dapat mengontrol segala sesuatu dengan baik dan optimal. Materi ini juga bermanfaat bagi kita yang ingin mengubah pola kegiatan sehari-hari yang kita lakukan agar lebih teratur.

  • Manajemen Organisasi

Materi ini disampaikan oleh Kak Tulus Setiyo Pamuji, S.Pd. Materi Manajemen organisasi ini disampaikan dengan tujuan agar cakader bisa menangani konflik dan masalah yang nantinya akan terjadi dalam suatu organisasi. Tak hanya itu, Manajemen waktu juga memberikan pandangan dan tips dari cara berorganisasi.

  • KM UHAMKA

Materi ini disampaikan oleh Kak Sri Agustina, S.Pd. Materi Keluarga Mahasiswa UHAMKA berisi tentang pengetahuan umum mengenai tingkatan-tingkatan dan kedudukan organisasi yang ada di kampus UHAMKA. Urutan tersebut dimulai dari Himpunan Mahasiswa (HIMA) hingga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Pada materi ini juga dijelaskan mengenai konstitusi yang diberlakukan di KM UHAMKA.

  • Kepemimpinan dalam Islam

Materi ini disampaikan oleh Kak Muhammad Azhar Nawawi, S.Pd. Materi Kepemimpinan dalam Islam ini berisi mengenai bagaimana seharusnya seorang pemimpin bersikap sesuai dengan ajaran dan tuntunan Al Quran dan As Sunnah. Pada materi ini juga dijelaskan mengenai sikap-sikap yang wajib dimiliki seorang pemimpin dan juga menjelaskan mengenai masalah yang mungkin nanti akan dihadapi oleh seorang pemimpin.

  • Administrasi Kelembagaan

Materi ini disampaikan oleh Kak Wulandari Ardisyach Putri. Materi Administrasi kelembagaan ini berisi mengenai arsip dan dokumen yang ada pada suatu organisasi atau lembaga. Di materi ini menjelaskan bagaimana sistem adminsitrasi berjalan dalam suatu organisasi seperti adanya tata cara menulisan surat proposal dan juga pengarsipan.

  • Teknik Persidangan

Materi ini disampaikan oleh Kak Ridha Aulia Putri, S.Pd. Materi Teknik Perisdangan ini berisi tentang sistem tata cara peradilan yang berlaku di KM UHAMKA. Pada materi ini juga dijelaskan mengenai istilah yang digunakan dalam sistem peradilan yang berlaku di KM UHAMKA.

  • Pendidikan Kritis

Materi ini disampaikan oleh Kak Panji Nughoro, S.Pd. Materi Pendidikan kritis berisi mengenai sistem pendidikan dari masa ke masa. Tak hanya itu, materi ini juga memaparkan perbedaan yang terdapat pada sistem pendidikan dari zaman ke zaman. Materi ini juga membahas mengenai pola pendidikan kritis dan karakteristik yang harus dimiliki oleh generasi saat ini.

  1. Manajemen Aspirasi

Materi ini disampaikan oleh Kak Ega Januardi, M.Pd. Materi Manejemen Aspirasi ini berisi mengenai cara yang terbaik untuk menyampaikan dan menyuarakan aspirasi, pikiran ataupun ide yang kita miliki dengan tujuan agar tersampaikan sejelas-jelasnya. Pada materi ini juga dipaparkan bagaimana prinsip dari aspirasi dan peran dari mahasiswa dalam menyuarakan aspirasi.

B. Kesan dan Pesan

Yang saya rasakan ketika pertama sampai didepan gerbang kampus FKIP UHAMKA adalah ketegangan dan kegugupan. Walaupun ini bukan kali pertama saya datang ke kampus dan bukan kali pertama pula untuk saya mengikuti kegiatan pelatihan kepemimpinan seperti ini, tapi rasanya tetap saja gugup. Kegiatan LKTD ini berjalan selama 3 hari 2 malam yang menurut saya cukup tidak terasa karena padatnya kegiatan dari pagi hingga malam. Awalnya saya pikir saya tidak akan cukup kuat karena fisik saya yang lemah, tapi saya bangga karena saya bisa melewati kegiatan LKTD dengan baik dan cukup memuaskan bagi saya.

Di hari pertama, kegiatan LKTD dibuka dengan berkumpulnya para perwakilan kelompok (termasuk saya) ke Aula Ahmad Dahlan untuk acara pembukaan bersama dengan kakak HIMA, DPM, BEM dan juga teman-teman HIMA di berbeda prodi. Cukup tegang namun tetap bisa saya nikmati acaranya karena tidak begitu lama. Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan LKTD pun langsung dibuka dengan pemaparan materi dari beberapa pemateri yang datang. Hari pertama menurut saya cukup melelahkan karena lebih dari setengah hari dihabiska dengan pemaparan materi yang cukup membuat lelah dan mengantuk. Setelah seluruh kegiatan di hari pertama selesai, saya dan cakader lainnya diarahkan untuk tidur di lantai 3 masjid kampus FKIP UHAMKA yang cukup membuat saya senang karena tidur dengan temen-temen lainnya dengan AC.

Di hari kedua, kegiatan LKTD dimulai dengan senam pagi dan sarapan bersama, setelah itu dilanjutkan dengan materi lagi. Namun dihari kedua ini, tidak hanya materi saja yang diberikan kepada cakader tetapi ada beberapa games dan ice breaking yang sangat dibutuhkan oleh cakader hanya untuk sekedar mengistirahatkan badan dan mengisi ulang energy sebelum melanjutkan ke agenda kegiatan selanjutnya. Di hari kedua ini juga tidak kalah melelahkan, karena kita di push oleh agenda yang sangat padat dari pagi hingga malam. Namun menurut saya, agenda yang diberikan untuk cakader sangat cepat dan teratur jadi tidak ada kesalahan ataupun misscom dalam kegiatan selanjutnya yang akan diberikan. Di malam hari kedua ini juga ada kejutan yang diberikan oleh cakader yaitu adanya renungan malam yang cukup membuat saya tegang. Renungan bersama teman-teman dan kakak kakak kader HIMA tersebut terasa cukup intens dan mendalam yang sudah pasti tidak akan terlupakan untuk saya.

Di hari ketiga ini, saya dan teman-teman menjalani beberapa kegiatan selain materi yang sudah diselesaikan di 2 hari sebelumnya. Cukup melegakan karena sudah melewati 10 materi dengan cukup berat melawan lelah dan kantuk. Dan di hari ketiga ini saya dan teman- teman diberikan agenda yang cukup seru yaitu adanya kegiatan games, debat, dan pengucapan sumpah. Dalam agenda kegiatan games, kakak-kakak kader memberikan beberapa option games yang cukup menyenangkan dan melatih kekompakan antar anggota kelompok. Lalu dalam agenda debat kakak instruktur memberikan mosi dan pembagian kelompok untuk menentukan tim pro dan tim kontra. Terakhir yaitu agenda pengucapan sumpah, bagi saya ini menjadi salah satu agenda kegiatan yang cukup sakral. dan mengejutkannya ditengah pengucapan sumpah tersebut, hujan turun yang membuat pengucapan sumpah tersebut semakin terasa intens dan mendalam. Kegiatan LKTD hari ketiga ditutup oleh acara penutupan yang dipandu oleh kakak kader HIMA PGSD.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Yang bisa saya simpulkan dari pembahasan diatas adalah pentingnya pelatihan seperti LKTD untuk cakader HIMA. Karena dari kegiatan LKTD, para cakader bisa mendapatkan ilmu pengetahuan mengenai organisasi yang mungkin belum dia diapat dari manapun. Dan juga selain ilmu pengetahuan organisasi, para cakader juga banyak mendapat pengalaman dan juga relasi baru. Tak hanya ilmu dan relasi, cakader juga bisa melatih kesiapan mental dan otak dalam berorganisasi nantinya. Banyak gambaran yang diberikan oleh kader kepada cakader mengenai berorganisasi. Dalam kegiatan LKTD cakader juga bisa belajar mengenai kemandirian, kekompakan, saling peduli, kebersamaan, kekeluargaan, dan saling melengkapi antara cakader lainnya. Kegiatan LKTD ini sangat amat bermanfaat bagi saya pribadi. Karena saya jauh lebih mudah kenal dan memulai pertemanan dengan cakader lainnya yang mungkin belum pernah saya kenal maupun saya temui. Bagi saya, dengan berjalannya kegiatan LKTD ini secara offline sangat berguna untuk cakader dalam berkomunikasi dan juga membangun hubungan baik. Tak hanya terhadap cakader lainnya, namun juga kepada kakak kader yang mungkin bisa jauh lebih mudah berhubungan atau berkomunikasi ketika offline.

B. Saran

Bagi saya, berjalannya pelaksanaan kegiatan LKTD bulan lalu sangat berjalan lancar. Dari segi rundown acara dan penyusunan acara yang tidak berantakan. Panitia, kakak fasil, dan segenap kakak kakak kader yang sudah menyiapkan dan menjalankan kegiatan LKTD ini sudah cukup baik dalam persiapannya. Mungkin tidak ada saran yang spesifik dari saya, semangat kakak kakak kader HIMA PGSD semuanya.

Tia Rahmania

KELAS           :           1I

NIM    :           2101025246

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Acara Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) yang di selenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) sebagai salah satu acara yang diwajibkan bagi seluruh cakader dan di selenggarakan secara offline di Kampus FKIP UHAMKA. Acara LKTD dengan Tema “Menjadikan Kader yang PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggung Jawab)”

Pemimpin merupakan agen perubahan, yang dimana seseorang yang mempunyai kendali/wewenang, dan seorang pemimpin akan bertindak untuk mempengaruhi orang lain/anggota nya demi mencapai tujuan bersama. Sedangkan kepemimpinan adalah cara memimpin yang bisa dilihat dari sikap, sifat yang telah dilakukan ketika memimpin sekelompok orang dalam sebuah organisasi. Maka dari itu, penting nya kita sebagai calon pemimpin wajib memiliki sifat kepemimpinan yang produktif, edukatif, responsif, agamis dan tanggung jawab.

B. Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang akan di bahas dalam makalah ini di antaranya adalah :

  1. Apa saja yang di dapat selama LKTD?
  2. Mengapa kegiatan LKTD sangat penting untuk di laksanakan?
  3. Bagaimana pesan dan kesan selama acara LKTD berlangsung?
  4. Bagaimana sifat yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin?

C. Tujuan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka saya akan memberikan beberapa tujuan dari penulisan makalah ini diantara nya adalah :

  1. Untuk memaparkan beberapa materi yang di dapat selama LKTD
  2. Untuk mendeskripsikan sifat yang baik bagi seorang pemimpin
  3. Untuk mengetahui kesan dan pesan selama acara LKTD berlangsung
  4. Sebagai acuan atau dapat memotivasi diri untuk kelak jika di amanahkan menjadi seorang pemimpin

BAB II

PEMBAHASAN

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) sangat penting untuk di laksanakan, karena kegiatan ini dapat memberi ilmu yang sangat luas terutama dalam ber- organisasi. Dalam kegiatan ini diharapkan nanti nya para kader dapat memimpin dan mempunyai jiwa kepemimpinan yang produktif, edukatif, responsif, agamis dan bertanggung jawab. Jika diulas lebih rinci kita sebagai kader yang akan menjadi seorang pemimpin harus :

  1. Produktif, yang berarti seorang pemimpin harus aktif, mampu menciptakan sesuatu, membuka komunikasi dan juga mendengarkan apa yang di sampaikan atau di inginkan oleh para rekan maupun bawahannya.
  2. Edukatif, yang berarti seorang pemimpin wajib mendidik, cerdas dalam hal mengambil suatu tindakan dan membuat ataupun memutuskan sebuah keputusan, agar nanti nya mampu mendidik, mengarahkan, membimbing para rekannya dan pemimpin harus cerdas itu, supaya tidak mudah di bodohi oleh bawahan atau rekan lainnya.
  3. Responsif, yang berarti seorang pemimpin harus peka atau cepat tanggap dalam menyikapi segala sesuatu yang terjadi.
  4. Agamis, yang berarti menjunjung tinggi nilai keagamaan, spiritual karena seorang pemimpin yang baik berpegang teguh pada perintah syariah ajaran islam yang sebenar-benarnya.
  5. Bertanggung jawab, yang berarti seorang pemimpin harus siap menanggung segala persoalan yang terjadi dan mau menerima segala resiko yang di timbulkan dari setiap persoalan/permasalahan yang terjadi dalam ruang lingkup internal maupun eksternal di sebuah organisasi.
  6. Amanah, yang berarti seorang pemimpin harus bisa di percaya entah dari perbuatan ataupun ucapan. Seorang pemimpin tidak perlu menjanjikan yang bertele-tele, karena kebanyakan dari seorang pemimpin sekarang banyak mengucap janji namun tiada bukti.
  7. Jujur, yang berarti seorang pemimpin dalam ke profesionalitas nya harus memiliki sifat jujur yang otomatis membawa kebaikan dan stelah itu akan muncul respon dari masyarakat yang baik-baik.

Menurut saya, kegiatan LKTD itu sangat seru, asyik dan penting untuk diikuti dan karena kegiatan ini sangat banyak manfaat nya, sumber ilmu baru, mempererat kekeluargaan dalam organisasi, melatih diri untuk mengatur waktu, disiplin dan tentunya bisa memiliki bekal kepemimpinan yang baik (PESAT). Selama tiga hari LKTD berlangsung saya mendapat beberapa materi di antaranya :

•           Keprodian

“Mencetak calon guru profesional yang berakhlakul karimah”

Pada tahun 2030 PGSD menjadi prodi utama yang global, untuk mewujudkan tenaga pendidik yang unggul, memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, emosional, dan sosial dalam pengembangan ilmu teknologi. Guru juga harus menguasai berbagai Kompetensi di antaranya kompetensi individu, sosial, profesional, pegagogik, dll

Universitas kita, yaitu Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka memiliki Catur Dharma : (Pengajaran, penelitian, Pengabdian, Al-islam)

Sedangkan Universitas lain hanya memiliki Tri Dharma yaitu : (Pengajaran, penelitian, Pengabdian)

•           Retroriksa Dasar

“Seni untuk berbicara baik yang digunakan dalam proses kemanusiaan.” Kita perlu ber-Retrorika Dasar karena :

  • Manusia butuh berkomunikasi dengan yang lain
    • Sebagai aktivitas manusia karena selalu ditandai dengan bertutur kata
    • Dengan bertutur untuk mengungkapkan diri dari yang ingin di ucapkan
    • Kemampuan untuk berkomunikasi

Tujuan : Untuk membina agar saling pengertian yang mengembangkan kerjasama dalam menumbuhkan kedamaian dalam masyarakat lewat bertutur kata

Aturan Berbicara yang baik :

  • Sopan
    • Pilih yang positif saja
    • Waspadai dampaknya
    • Tau kapan harus diam
  • Manajemen Waktu

“Kemampuan untuk merencanakan, mengatur atau mengontrol waktu dengan maksimal.”

Strategi :

  • Sediakan waktu untuk evaluasi
    • Atur tujuan
    • Delegasi tugas
    • Buat prioritas
    • Lakukan yang penting terlebih dahulu
    • Ciptakan rutinitas setiap pagi
    • Mempunyai prinsip
    • Berikan waktu untuk diri sendiri Manfaat :
    • Tugas tertata dengan baik dan rapih
    • Mempercepat segala urusan
    • Melatih kedisiplinan
    • Bertanggung jawab

•           Manajemen Organisasi

Manajemen : Proses perencanaan, pengambilan keputusan secara efisien.

Manajemen menurut KBBI : Penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran.

Organisasi : Unit sosial yang sengaja didirikan untuk jangka waktu yang relatif lama, beranggotakan dua atau lebih yang bekerja sama dan terkoordinasi, mempunyai pola kerja terstruktur, untuk mencapai tujuan bersama.

Skala Prioritas :

  • Penting, mendesak : Lakukan Sekarang
    • Tidak penting, tapi mendesak : Rencanakan ASAP
    • Penting, tidak mendesak : Minta bantuan orang lain
    • Tidak penting, tidak mendesak : Tunda/tinggalkan
  • Konstitusi KM Uhamka (Landasan peraturan di KM Uhamka)
  • Konstitusi : Sebuah bentuk peraturan yang di terapkan oleh organisasi.

KM : Wadah pemersatu mahasiswa yang formal dan legal bagi seluruh aktivitas kemahasiswaan di Uhamka.

Pembagian Trias Politika

•           Legislatif :

         Legislasi -> membuat sebuah aturan/uud

         Anggaran -> pembagian anggaran/dana

         Pengawasan -> pusat kontrol

•           Eksekutif : Pelaksanaan aspirasi mahasiswa dalam pemberdayaan mahasiswa uhamka yang terpadu dan berkesinambungan dalam wahana akademis di setiap tingkatan (mempunyai anaggota)

  • Yudikatif : Lembaga peradilan, hanya ada satu yaitu MM. Trias Politika KM Uhamka
  • Legislatif->MPM U->OPM F
  • Eksekutif->BEM U->BEM F->HIMA
  • Yudikatif->Makamah Mahasiswa

•           Kepemimpinan dalam Islam

Disebutkan dalam Q.S An-Nisa ayat 135, pemimpin harus :

  • Siddiq (jujur) sehingga dapat di percaya
  • Tabligh (penyampai) kemampuan berkomunikasi dan bernegosiasi
  • Amanah (bertanggung jawab) dalam menjalankan tugas nya
  • Fathanah (cerdas) dalam membuat visi, misi, strategi dan cerdas dalam pengimplementasian nya

Seorang pemimpin harus Rahmatan linnas : Rahmat bagi manusia dan Rahmatan lil’alamin : Rahmat bagi seluruh alam

Gaya yang di wariskan oleh K.H Ahmad Dahlan ialah etos kerja bedasarkan syariat dan sifat-sifat kepemiminan Rasulullah.

Kunci pemimpin dan kepemimpinan ialah mempunyai korelasi, yaitu kepemimpinan cerminan dari karakter dan perilaku.

Problem : Crab Mentality, sikap menghalangi keberhasilan sesorang di dalam sebuah organisasi.

•           Administrasi kelembagaan

Administrasi : Kegiatan yang menyangkut dengan aturan dan tugas

Kelembagaan : Wadah untuk bekerja sama, berkumpul memanfaatkan sumber daya

•           Teknik Persidangan

“Forum formal yang di selenggarakan instansi atau lembaga terkait untuk membicarakan permasalahan tertentu dalam upaya menghasilkan keputusan dan berhasil di tetapkan.”

Istilah Persidangan

1.         Konsideran : proses menimbang dalam menetapkan keputusan dalam sidang

2.         Prosidang : hasil ketetapan sidang yang telah di bukukan

3.         Walk Out : meninggalkan ruang sidang atas kehendak pihak tertentu karena tak setuju dengan hasil sidang

4.         PK : peninjauan kembali, atas putusan sementara

5.         Interupsi : memotong pembicaraan

6.         Kuorum : Syarat sah sejumlah peserta sidang

7.         Skrosing : menghentikan sidang dengan alokasi waktu kurang dari 2 x 45 menit

8.         Pending : menghentikan sidang dengan alokasi waktu lebih dari 2 x 45 menit

9.         Lobbying : diskusi antar peserta sidang disaksikan oleh pimdang

10.       Voting : pengambilan keputusan dengan suara terbanyak

•           Pendidikan Kritis

”Pendidikan yang harus di bicarakan/di resfleksikan dari akar masalahnya, pendidikan yang harus di dalami lagi, jangan hanya menjalankan tatanan yang ada.”

Banking Education

         Pendidikan menjadi sebuah kegiatan menabung

         Praktek pendidikan hanya dipahami sebatas sarana pewarisan dan tidak ada proses pendewasaan jadi ketika celengan sudah penuh ilmu yang kita dapat di tumpahkan begitu saja

         Konsep pendidikan gaya bank, pengetahuan adalah sebuah anugrah yang dihibahkan oleh mereka yang menganggap dirinya berpengetahuan yang dianggap tidak punya ilmu apa-apa.

•           Manajemen Aspirasi

Mahasiswa :

         Agent of Change : Agen perubahan

         Social control : Perubahan sosial

         Moral Force : Menjadi seorang teladan

         Guardian of value : Memiliki nilai kejujuran, kepandaian (Moral)

         Iron Stock : generasi penerus bangsa Benefit

         Mengasah kemampuan berfikir

         Mempertajam analisis

         Meningkatkan kepekaan (peka terhadap lingkungan) Goal

         Menjalankan peran sebagai penggerak perubahan

         Memperjuangkan kepentingan bersama

         Tatanan masyarakat lebih adil dan sejahtera

Kesan selama LKTD :

Selama 2 hari LKTD kami mendapatkan 10 materi dengan Narasumber yang berbeda-beda, narasumber yang sangat muda dengan materi yang mereka bawakan serta metode penyampaian nya yang berbeda juga di antaranya ada yang bikin semangat, ada juga yang bikin ngantuk hehe.

Kemudian kesan yang kedua adalah saat hari pertama menjelang sholat zhuhur kami di beritahu oleh IK yaitu ka Nurul untuk menghafal 4 dan satu hadits yaitu hadits kepemimpinan. Jujur, saat mendengar itu aku terlonjak kaget karena di tengah padat nya materi kami juga di perintahkan untuk menghafal, namun yaa akhirnya aku hafal juga sih hehe.

Kesan yang ketiga yaitu soal masakan, masakan dengan menu yang sederhana, jujur rasa nya enak banget tapi karena porsi nasi yang banyak dan memang bukan seperti porsi makan ku pada biasa nya, di tambah dengan ketentuan waktu saat makan, jadi terburu-buru dan mengandalkan air untuk menelan hehe.

Kesan yang keempat saat games seru banget lho, di tambah kaka per-pos yang punya semangat luar biasa, semangat nya menular ke adik-adik nya, kita jadi semangat dalam menyanyikan yel-yel, dan jingle. Ada games tali simpul yang tergolong sulit untuk di pecahkan, games oper tepung di piring sangat seru main kotor-kotoran, dan yang terakhir games mengasah konsentrasi.

Kesan yang kelima saat Renungan, saat itu kekompakan kami benar-benar di uji dan untuk kakak hima semua berhasil membuat kami terutama aku terenyuh dengan semua kalimat yang di ucapkan dan ketika menyanyikan jingle HIMA PGSD sambil membentuk lingkaran, merangkul teman, sedikit pusing, kaki lemas saat itu tapi alhamdulilah nya masih bisa diatasi.

Kesan yang keenam yaitu saat inagurasi moment ini lah yang tidak pernah bisa dilupakan sampai kapan pun. Kita semua para cakader mengakui kesalahan karena telah lalai dalam menjaga amanah, berujung berunding, hingga disaksikan oleh air hujan, lalu kami bersumpah di bawah air hujan.

Pesan LKTD :

Setelah acara LKTD saya mendapatkan pembelajaran, wawasan, ilmu baru terutama yang akan diterapkan dalam berorganisasi, kita harus siap atau bahkan rela berkorban jika ada suatu hal yang mendesak diantara jam

perkuliahan dengan organisasi, harus lebih bisa disiplin, dan mengatur waktu karena waktu itu berharga dan tidak bisa di ulang kembali.

Untuk semua kakak-kakak HIMA PGSD yang terlibat dalam acara LKTD kemarin, saya mengucapkan banyak terima kasih karena sudah berhasil membimbing, mengayomi, merangkul adik-adik HIMA PGSD dengan hati yang tulus, ikhlas dan penuh semangat.

BAB

III PENUTUP

A. Kesimpulan

Kegiatan LKTD yang telah dilaksanakan memberi banyak manfaat terutama ilmu baru, keluarga baru dan relasi baru. Salah satu nya saat nanti kita di amanahkan atau di posisikan untuk menjadi pemimpin, maka kita harus menjadi kader/pemimpin yang PESAT (produktif, edukatif, responsif, agamis dan bertanggung jawab) dan dalam islam pun diajarkan bahwa ketika kita menjadi seorang pemimpin harus memiliki sifat Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan Fathonah. Seorang pemimpin harus etos kerja, Rahmatan linnas, dan Rahmatan lil’alamin, Jadi, pemimpin harus ber-kepemimpinan bedasarkan nilai-nilai syariat dengan sifat kepemimpinan Rasulullah.

B. Saran

Saran saya, ketika pemaparan materi sudah di jelaskan alangkah baik nya ice breaking sering diadakan agar menggugah semangat dan mengurangi rasa kantuk, karena jika diatasi oleh permen super zuper hanya membuat lambung naik, dan berujung magh dan saya berharap selanjutnya kegiatan LKTD dapat di laksanakan secara offline dengan jumlah peserta/cakader yang melebihi tahun sekarang.

SOYA AMELIA PUTRI

KELAS           : 1A

NIM    2101025205

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (UHAMKA) merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terbaik milik Persyarikatan Muhammadiyah yang berlokasi di Jakarta. Saat ini UHAMKA telah memiliki akreditasi A, tidak hanya memiliki Akreditasi A, UHAMKA juga masuk ke dalam 100 Perguruan Tinggi Terbaik di Indonesia berdasarkan klasterisasi yang dilakukan Kemenristekdikti tahun

2019. Universitas ini berdiri pada tahun 1997 berdasarkan SK Dirjen Dikti Depdikbud No. 138/DIKTI/KEp.1997, tanggal 30 Mei 1997. Namun, sebelumnya cikal bakal UHAMKA sudah ada sejak tahun 1958 yang mana pada saat itu lembaga yang didirikan bernama Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG). UHAMKA memiliki beberapa program studi dan salah satunya adalah Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Organisasi adalah sebuah wadah untuk sekumpulan orang yang bekerjasama dalam melaksanakan suatu aktivitas yang didalamnya memerlukan komunikasi dengan pencapaian tujuan bersama. HIMA PGSD yaitu Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar, yang dimana himpunan tersebut adalah himpunan dari program studi yang berisikan mahasiswa dan mahasiswi dari program studi tersebut. Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar HIMA PGSD 2021-2022 bertemakan Kepemimpinan Hebat yang Berjiwa PESAT. PESAT yaitu singkatan dari Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggung Jawab. Produktif yaitu kepemimpinan yang mampu menghasilkan atau mendapatkan apa yang diinginkan, Edukatif yaitu kepemimpinan yang bersifat mendidik, Responsif yaitu kepemimpinan yang bersifat cepat dalam menanggapi atau cepat merespons suatu hal, Agamis yaitu kepemimpinan yang memiliki keimanan dan taat dalam melaksanakan ajaran atau perintah agamanya dan Tanggung Jawab yaitu kepemimpinan yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya dengan cara bersungguh-sungguh tanpa memikirkan resiko yang akan dihadapinya.

B.        Rumusan Masalah

  1. Kapan dan dimana LKTD tersebut dilaksanakan?
  2. Apa saja materi yang didapatkan saat LKTD?
  3. Bagaimana kesan dan pesan selama mengikuti LKTD?

C. Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas output LKTD HIMA PGSD, menambah wawasan para pembaca terkait materi apa saja yang disampaikan selama LKTD berlangsung dan untuk mensharing kesan pesan Saya selama mengikuti LKTD HIMA PGSD.

BAB II

PEMBAHASAN

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD) HIMA PGSD 2021-2022 dilaksanakan pada tanggal 28,29,30 Januari 2022 yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka. Dimulai dengan keberangkatan saya dihari sebelum dilaksanakannya LKTD yaitu pada tanggal 27 Januari 2022 untuk menuju kostan teman Saya karena jarak rumah Saya yang lumayan jauh jika ke Kampus dipagi hari dan untuk mencegah terjadinya keterlambatan.

Pada tanggal 28 Januari 2022 Saya dan teman Saya yang bernama Amel berangkat dari kostan menuju Kampus pada pukul 05.25, setelah sampai kami semua scan peduli lindungi, cek suhu, mengumpulkan barang bawaan pribadi dan kelompok kepada kakak – kakak yaitu seperti mie, kopi, susu, obat-obatan, telur, beras, piring, handphone dan lain-lain. Setelah itu, Saya dan Teman-teman memasuki ruangan dan berbaris sesuai kelompoknya masing-masing, dihari pertama Saya dan Teman-teman melaksanakan pembukaan LKTD dan kami mendapatkan 5 materi yaitu :

  1. Mencetak Calon Guru Profesional yang Berakhlakul Kharimah (Keprodian) Pemateri : Ibu Ika Yatri, M.Pd

Moderator : Ka Mediana

Pada materi ini kami dijelaskan tentang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang memiliki 12 program studi, catur darma perguruan tinggi muhammadiyah, kurikulum yang ada, dan bentuk kegiatan pembelajaran MBKM.

  • Retorika Dasar

Pemateri : Ka Rifka Khoirunnisa

Moderator : Ka Citra Ayu

Pada materi ini kami dijelaskan bahwa retrorika dasar adalah kesenian untuk berbicara baik, yang dipergunakan dalam proses komunikasi antarmanusia. Selain itu, kami juga dijelaskan mengapa Retorika Dasar diperlukan setiap manusia, tujuan dari Retorika Dasar, manfaat Retorika Dasar, Jenis-jenis Retorika, prinsip komunikasi efektif, dan aturan dalam berbicara. Menurut Saya cara penjelasan materi dari ka Rifka Khoirunnisa sangat jelas dan juga dipraktekan ke kami sehingga memudahkan Saya dalam menangkap materi tersebut.

  • Manajemen Waktu

Pemateri : Putri Marantika, S.Pd

Moderator : Aura Khoirunnisa

Pada materi ini kami dijelaskan bahwa dalam Manajemen waktu kita harus memperioritaskan kuliah, organisasi dan keluarga. Dari yang saya dapatkan Manajemen waktu adalah kemampuan untuk merencanakan dan menggunakan waktu semaksimal mungkin. Ka Putri juga menjelaskan Manajemen Waktu menurut para ahli, strategi manajemen waktu, manfaat manajemen waktu dan skala prioritas.

  • Manajemen Organisasi

Pemateri : Bang Tulus Setiyo Pamuji

Moderator : Kak Shofi Regita Azzahra

Pada materi ini kami dijelaskan tentang apa itu manajemen, apa itu organisasi, skala prioritas, fungsi manajemen waktu, Organisasi dari sumber daya manusia (SDM) dan organisasi sumber non manusia, pandangan tentang konflik organisasi, macam-macam konflik dalam organisasi, dan cara penanganan konflik.

  • Konstitusi KM UHAMKA Pemateri : Ka Sri Agustina

Moderator : Ka Putri Assyifa Septiani

Pada materi ini kami dijelaskan tentang apa itu konstitusi dan KM UHAMKA, tujuan KM UHAMKA, lembaga kemahasiswaan KM UHAMKA, trias politika, bentuk pemerintahan, periode kepengurusan dalam KM UHAMKA, peraturan- peraturan yang ada di KM UHAMKA hingga jenis pakaian yang digunakan.

Pada tanggal 29 Januari 2022 Saya dan teman-teman melakukan praktek persidangan dan debat, selain itu kami mendapatkan tambahan 5 materi yaitu tentang :

  • Kepemimpinan dalam Islam

Pemateri : Kak Muhammad Azhar Nawawi, S.Pd

Moderator : Kak Syafitri Purnama

Pada materi ini kami dijelaskan tentang arti kepemimpinan, arti kepemimpinan dalam islam, kunci pemimpin dan kepemimpinan, sifat kepemimpinan, problematika kepemimpinan dan landasan kepatuhan organisasi.

  • Administrasi Kelembagaan

Pemateri : Kak Wulandari Ardisyach Putri

Moderator : Sayidah Fatimah. A

Pada materi ini kami dijelaskan tentang apa itu administrasi dan lembaga, jenis surat, bagian-bagian surat, kearsipan, keanggotaan, pengarsipan proposal, laporan pertanggung jawaban, pengarsipan LPK, program kerja RAPB dan lain- lain.

  • Teknik Persidangan

Pemateri : Kak Ridha Aulia Putri Moderator : Kak Mita Aryandari

Pada materi ini kami dijelaskan tentang apa itu persidangan, istilah-istilah dalam persidangan, konsideran, prosiding, walk out, PK (Peninjauan Kembali), inteurupsi, teknik persidangan, presidium sidang atau pimpinan sidang (PIMDANG), ketukan palu dalam persidangan dan lain-lain.

  • Pendidikan Kritis

Pemateri : Kak Panji Nugroho Moderator : Kak Chaerunnisa

Pada materi ini kami dijelaskan tentang pendidikan gaya kolonial, apa itu pendidikan kritis, tokoh pendidikan kritis, pola penerapan pendidikan kritis, setting sosial (dampak kolonialisme) dan karakteristik kritis untuk gen milenial dan Z.

  1. Manajemen Aspirasi

Pemateri : Kak Ega Januardi, M.Pd

Moderator : Kak Elis Santiana

Pada materi ini kami dijelaskan tentang agent of change, social control, moral force, guardian of value, iron stock, arti dari aspirasi dan inspirasi, benefit, goal, dan prinsip-prinsip aspirasi.

Pada tanggal 30 Januari 2022, Saya dan teman-teman melakukan renungan setelah solat subuh berjamaah, games, menyelesaikan hafalan, inagurasi, dan pembagian hadiah untuk pemenang jargon dan yel-yel. Setelah itu kami packing barang bawaan dan pulang kerumah masing-masing.

Kesan dan pesan selama Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar (LKTD). Kesannya yaitu saat awal tiba dan mengijak kaki di kampus, Saya merasa tegang karena akan bertemu dengan kakak-kakak dan takut berbuat kesalahan tetapi ternyata itu semua tidak sesuai dengan ekspektasi Saya dan realitanya kakak-kakaknya sangat baik dan perhatian. Saya dikelompok 5 (Lavender) hanya bersama dua orang teman Saya yaitu Tia dan Zatira walau hanya bertiga tapi Saya merasa senang karena kami semua sefrekuensi dan kakak fasilnya yaitu Bang Fickry juga seru karena saat LKTD kami ditugaskan untuk mengeluarkan dan menampilkan bakat kami dan saat itu kelompok kami bingung untuk menampilkan apa sedangkan waktu yang diberikan cukup singkat sehingga kurang dari 5 menit kami sepakat untuk menampilkan drama walaupun dengan persiapan yang sangat kurang tetapi kami berhasil menampilkan drama tersebut. Materi yang Saya suka saat LKTD yaitu Teknik Persidangan karena kami mempraktekkan langsung dan itu sangat seru karena kami semua berperan didalam praktek tersebut, tetapi Saya juga masih kurang paham tentang materi teknik persidangan karena banyak sekali isi dari materinya dan kegiatan yang paling Saya suka sebenarnya hampir semua Saya suka karena setiap kita melakukan kegiatan pasti ada tujuannya, tetapi yang paling sulit untuk dilupakan yaitu saat renungan karena disitu kita membuat bulatan, saling merangkul dan menyanyikan jinggle HIMA PGSD selain itu juga Saya suka saat kita semua istirahat dihari kedua karena diruangan yang Saya dan teman-teman tidurkan itu ada kakak fasilnya juga dan disitu kami saling cerita satu sama lain menurut Saya itu menjalin kedekatan Saya dan yang lainnya. Dalam LKTD ini kami belajar untuk mengeluarkan aspirasi kami, dilatih untuk public speaking yang baik dan dibiasakan untuk menjalankan solat 5 waktu, tahajud, menghafalkan ayat suci Al-Qur’an dan hadist. Sedangkan pesannya yaitu semoga kedepannya kegiatan HIMA PGSD semakin seru, semakin bertambah untuk kegiatan-kegiatan lainnya agar dapat menjalin kedekatan dan silaturahmi satu samalain dan Saya sangat berterima kasih untuk kakak- kakak yang sudah membimbing kami, memberikan pengalaman berharga, dan memberikan perhatian yang lebih kepada kami semua.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar HIMA PGSD UHAMKA dilaksanakan selama 3 hari dengan suasana yang seru dan mengharukan. Dalam 3 hari tersebut para kader 2022/2023 mendapatkan 10 materi dan diantara materi tersebut yang paling Saya suka adalah “Teknik Persidangan”. Kegiatan LKTD cukup melelahkan tetapi sangat bermanfaat bagi kami karena kami dididik untuk menjadi pemimpin yang berjiwa PESAT (Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis dan Tanggung Jawab). Selama LKTD berlangsung kami tidak hanya diberikan materi saja tetapi juga diberikan pengalaman yang sulit untuk dilupakan seperti adanya renungan, inagurasi, games, debat, dan lain sebagainya. Selain itu, kami juga belajar untuk mengeluarkan aspirasi dan melatih public speaking yang baik dan dibiasakan untuk menjalankan solat 5 waktu, tahajud, menghafalkan ayat suci Al-Qur’an dan hadist.

B. Saran

Saran Saya untuk kedepannya saat penyampaian materi LKTD sebaiknya diselipkan dengan ice breaking agar lebih membangun semangat para pendengar materi tersebut dan sebaiknya para kader 2022/2023 diizinkan untuk memegang atau memakan snack yang dibawa untuk dimakan ketika waktu luang agar mencegah terjadinya sakit. Saya kira segitu saja saran yang Saya berikan, semoga kedepannya HIMA PGSD lebih baik lagi solidaritasnya dan mengadakan acara-acara atau kegiatan yang lebih kreatif lagi. Terima kasih untuk kakak-kakak yang telah membimbing, dan memberikan pengalaman baru kepada kami.

Syifa Yoyana

KELAS : 1C

NIM    2101025229

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar Hima PGSD 2021 – 2022 dilakukan untuk mempersiapkan kader Hima agar memiliki Sifat PESAT( Produktif, Edukatif, Responsif, Agamis, dan Tanggung Jawab). Pertama Produktif adalah Kepemimpinan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan dengan sedikit waktu dan usaha. Kedua Edukatif adalah Kepemimpinan yang bersifat mendidik. Ketiga Responsif adalah Kepemimpinan bersifat menanggapi yang harus dilakukan dengan sungguh – sungguh. Keempat Agamis adalah kepemimpinan yang memiliki keimanan, taat beribadah, dan menjunjung nilai – nilai spiritual. Kelima Tanggung Jawab adalah Kepemimpinan yang melakukan sesuatu dengan sungguh – sungguh dan siap menanggung segala resiko.

B. Rumusan Masalah

  1. Apa saja yang diadakan selama LKTD tiga hari di kampus?
  2. Pengalaman apa yang kamu dapat setelah melaksanakan LKTD?
  3. Kesan dan pesan selama LKTD?

C. Tujuan Penulisan

  1. Untuk memenuhi tugas setelah mengikuti LKTD
  2. Untuk mengenang pengalaman saya selama mengikuti LKTD offline di kampus

BAB II

PEMBAHASAN

A. Hari Pertama LKTD

Kegiatan Latihan Kepemimpinan Tingkat Dasar diselenggarakan pada tanggal 28, 29, 30 Januari 2022 yang bertempat di Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka. saya mengikuti kegiatan LKTD yaitu sebagai syarat untuk bergabung dalam Himpunan Mahasiswa PGSD. Saya berangkat dari rumah jam 05.00 dan tiba dikampus jam 05.30 sesudah tiba dikampus harus memenuhi protokol yang ada seperti scan peduli lindungi, cek suhu, dan menggunakan handsanitizer. Setelah itu, mengumpulkan barang bawaan kelompok maupun individu dan mengisi absen daftar hadir. Awal saya datang ke Kampus saya sudah membayangkan keseruan yang nantinya akan terjadi ketika acara berlangsung dan dimana semua peserta diharapkan ngumpul terlebih dahulu untuk memulai acara pembukaan dimulai dengan membaca Kalam Illahi, Menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah, setelah menyanyikan kedua lagu tersebut dilanjut dengan sambutan – sambutan oleh ketua Hima dan sambutan oleh Dekan Fkip Uhamka.

Setelah acara pembukaan selesai dimana peserta LKTD dihari pertama mendapatkan 5 materi yaitu:

1. Keprodian

Yang disampaikan oleh Bu Ika Yatri M.Pd, yaitu menjelasakan bahwa di Perguruan Tinggi Muhammadiyah menggunakan sistem Catur Darma bukan Tri Darma. Catur Darma terdapat Pendidikan dan pengajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, dan Al-Islam Kemuhammadiyahan. Kurikulum yang digunakan yaitu SNDikti (Standar Nasional Pendidikan Tinggi), KKNI (Kerangka Kurikulum Indonesia), MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang merupakan program unggul pemerintah).

2. Retorika Dasar

Yang disampaikan oleh ka Rifka Khoirunisa S.Pd, yaitu menjelaskan untuk melatih skil berkomunikasi kita didepan orang banyak dengan cara berbicara yang baik, tutur kata, dan penyampaian yang mudah dipahami oleh orang lain.

3. Manajemen Waktu

Yang disampaikan oleh ka Putri Marantika S.Pd, yaitu menjelaskan bagaimana mengatur waktu dan memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin. Maka dari itu pergunakan waktu sebaik mungkin semaksimal mungkin untuk mencapai apa yang ingin kita raih

4. Manajemen Organisasi

Yang disampaikan oleh oleh Bang Tulus Setiyo Pamuji S.Pd, yaitu menjelaskan uatu proses dalam merencanakan dalam pengambilan suatu keputusan dalam pengorganisasian untuk mencapai tujuan organisasi.

Fungsi manajemen organisasi yaitu Planning (Perencanaan),Organization (Perorganisasian), Actuating (Leading), dan Controling (Pengawasan).

5. Konstitusi KM Uhamka

Yang disampaikan oleh ka Sri Agustina S.Pd, yaitu menjelaskan tentang suatu struktur organisasi yang ada di dalam kampus FKIP Uhamka.

B. Hari Kedua LKTD

Pada pagi hari kita senam bersama dan sarapan, setelah itu kita semua mendapatkan 5 materi lagi yaitu:

6. Kepemimpinan dalam Islam

Yang disampaikan oleh bang Muhammad Azhar S.Pd, yaitu menjelaskan tentang kepemimpinan yang berdasarkan hokum Allah seperti Al – Qur’an, Hadits dan sunnah. Terdapat 4 sifat kepemimpinan yang harus diterapkan dalam organisasi yaitu Shidiq (jujur), Fathonah (cerdas), Amanah (dapat dipercaya), Tablig (menyampaikan).

7. Administrasi Kelembagaan

Yang disampaikan oleh ka wulandari Ardisyach Putri, yaitu menjelaskan tentang membuat surat dan kearsipan didalam organisasi yang benar. Terdapat 2 jenis surat yaitu surat umum (dituju untuk orang banyak baik dalam organisasi yang memiliki unsur untuk mengajak) dan surat khusus ( dituju untuk orang pribadi ).

8. Teknik Persidangan

Yang disampaikan oleh ka Ridha Aulia Putri S.Pd, yaitu tentang persidangan forum formal yang diselengarakan instansi atau lembaga terkait untuk memperbincangkan, memutuskan,dan menetapkan sesuatu sehingga mendapatkan hasil yang jelas, sah dan mufakat.

9. Pendidikan kritis

Yang disampaikan oleh bang Panji Nugroho M.Pd, yaitu tentang Pendidikan memiliki peran penting dalam perubahaan masyarakat. Pendidikan gaya kolonial seperti sekolah merefleksikan kepentingan penjajah, aspirasi dan kebutuhan yang terjajah, terdapat sistem kolonial, yaitu seseorang diasingkan dari budaya aslinya. Ada beberapa dampak kolonialisme yaitu termiskin-kan, terbodohkan, tertindas, terjajah, dan terbelakang. Pendidikan seharusnya menjadi kekuatan sebagai penyadar dan pembebas umat manusia dari kondisi ketertindasan.

10. Manajemen Aspirasi

Yang disampaikan oleh bang Ega Juanardi M.Pd, yaitu manajemen aspirasi Dalam Menejemen Aspirasi ini membahas tentang bagaimana cara berorasi yang baik dan benar, bagaimana cara menyampaikan pendapat yang sopan dan santun.

C. Hari Ketiga

Hari ini adalah hari terakhir pelaksanaan LKTD. Selanjutnya kita melakukan renungan didalam renungan ini, kita dinasehati agar selalu kompak dan diberikan motivasi oleh kaka panitia agar kita kedepannya selalu bersama dalam menjalankan tugas baik suka maupun duka serta terus membangun rasa kekeluargaan didalam organisasi ini. Di pagi hari kita melakukan senam bersama. Setelah itu, kita bermain beberapa games yang bertujuan untuk melatih rasa kekeluargaan dan kekompakan. Selanjutnya kegiatan pelantikan atau inagurasi

yang dimana kita diresmikan sebagai anggota dari organisasi Himpunan Mahasiswa PGSD. Disaat kita sedang melaksanakan kegiatan inagurasi merupakan moment yang sangat langka, dimana pada saat kita mengucapkan janji disaksikan oleh hujan. Setelah kegiatan inagurasi, ada kegiatan pengenalan dengan demisioner dan pembagian hadiah untuk pemenang dari games tersebut.

D. Kesan dan Pesan

Kesan : Selama mengikuti kegiatan LKTD, sangat banyak pelajaran yang dapat saya ambil

Mulai dari rasa kekeluargaan, saling melindungi, khawatir satu sama lain, kerjasama, dan saling melengkapi. Saya jadi lebih tau secara dalam dan luas apa sebenarnya organisasi

Pesan : Kita semua hebat, tetap semangat. Untuk kakak-kakakku, terimakasih untuk semua materi. Saya bangga, punya kalian semua

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Kegiatan LKDT ini dilaksanakan selama 3 hari dengan suasana yang seru dan mengharukan. Kegiatan ini sangat bermanfaat dan sangat nginspirasi bagi para kader. Materi – Materi yang disampaikan seru dan sangat bermanfaat untuk kedepannya

B. Saran

Semoga kegiatan LKTD ini kedepannya bisa terus menjadi wadah dalam langkah awal bagi para calon kader untuk bisa berkembang, berproses dan belajar. Menurut saya kegiatan LKTD ini sudah cukup memberi banyak kesan kepada mahasiswa baru yang mengikuti organisasi tetapi mungkin lebih di selang selingi dengan break atau diberi waktu untuk ke toilet agar nyaman dan Kedepannya dapat berjalan lebih baik dan dapat menghasilkan peserta-peserta dengan jiwa kepemimpinan yang lebih baik dari ini. Dan semoga kegiatan LKTD pada tahun berikutnya dapat lebih baik dan juga dapat menutupi kekurangan-kekurang LKTD pada tahun ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *